Basaria Panjaitan : “Perempuan Bisa Mencegah Korupsi Dari Lingkungan Terdekat”,

 Trenddjakarta.com, 19 Maret 2018 – Bertempat di Ruang sidang lantai 3 Gedung A Kemendikbud-Di adakan  seminar yang mengambil tema “Peran Perempuan dalam Pencegahan Korupsi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan”.

Tema ini diangkat dalam rangka memberikan inspirasi dan semangat kepada pegawai perempuan dan Dharmawanita di lingkungan Kemendikbud untuk berperan aktif dalam pencegahan tindak pidana korupsi. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan komitmen bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai kementerian yang bebas dari korupsi.

Seminar ini diikuti oleh pejabat eselon I beserta isteri, perwakilan pegawai perempuan dari seluruh Unit Utama dan Pengurus serta anggota Dharmawanita Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan jumlah peserta 280 orang.

Sedangkan narasumber dan materi yang akan (dibahas pada hari ini adalah sebagai berikut:
1. Ibu Basaria Panjaitan, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi dengan materi “Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi”.

2. Bapak M. Nur Cholis Setiawan, Inspektur Jenderal Kementerian Agama dengan materi “Praktik baik Gerakkan Saya Perempuan Anti Korupsi di Kemenag”

3. Bapak Ade Irawan, Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch dengan materi “Peran Masyarakat dalam mewujudkan keluarga anti korupsi”

4. Ibu Wida Muhadjir Effendy, Penasehat Dharmawanita Pusat Kemendikbud dengan materi “Peran Dharmawanita dalam mendukung pencegahan korupsi di lingkungan Kemendikbud”.

5. Sebagai moderator pada seminar hari ini adalah Ibu Karyaningsih Inspektur I Itjen Kemendikbud.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan berharap Perempuan bisa berperan di dalam  mencegah korupsi dari lingkungan terdekatnya juga menghimbau agar para ibu menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada seluruh anggota keluarga. Para ibu, bisa mulai menanamkan nilai-nilai pencegahan korupsi dari dalam keluarga. “Kalau ibu-ibu menjadi agen SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi), kita bisa menjadi pencegahan untuk tidak terjadi korupsi di lingkungan keluarga dulu. Jadi, jangan sampai bapaknya nanti masuk ke kantor KPK. Jangan sampai anak masuk ke kantor KPK, maksud saya ke sel tahanan KPK,” tandas Basaria.(Td/ully)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *