Sang Legenda Cikal Bakal Sub-Brand “Soundcore” dari ANKER

Trenddjakarta.com – Sebelum memutuskan fokus pada industri Audio dengan menjadikan Soundcore sebagai Sub-brand dari Anker. Tipe speaker Soundcore pertama ini laris di pasar Amerika dan Asia, sehingga menginspirasi “pecahnya” brand Soundcore. Anker produsen Powerbank premium asal Amerika rupanya sudah bukan merek asing lagi bagi kita konsumen Indonesia. Sejak akhir tahun 2017 Anker telah masuk pasar Indonesia dan mendapat respon positif dari konsumen. Pada akhir tahun 2019 lalu Anker berhasil menjual sekitar 10.000 unit lebih dari semua varian yang di jual. Dominasi masih pada Powerbank yang sudah pasti menjadi inti dari produk Anker. Sejak awal berdirinya memang produsen aksesoris smartphone ini tidak berhenti melakukan inovasi produk untuk mencoba mempertahankan keberadaannya di pasar dunia.
Salah satu produk inovasi yang saat ini lebih serius digarap adalah audio. Anker tidak main-main mengerjakan produk audio miliknya dengan merestruktur manajemennya dan menjadikan tipe pada produk audio Anker menjadi sub-brand. Soundcore merupakan Sub-brand yang saat ini telah menjejakkan kakinya di Indonesia. Namun ada yang menarik dari fenomena soundcore. Produk Audio ini rupanya memiliki produk pertama yang menjadi primadona saat diluncurkan, sehingga menyebabkan manajemen memutar strategi untuk menjadikan Soundcore sebagai Sub brand.
Anker Soundcore adalah tipe pertama produk Audio besutan Anker dengan teknologi Bluetooth yang menjadi legenda. Nama produk speaker Bluetooth ini adalah “Anker Soundcore”. Ukurannya yang bisa dibilang kecil akan tetapi dengan kualitas dan fitur-fitur yang mendukungnya menjadikan produk speaker ini produk andalan pada saat itu. Tercatat lebih dari 10 juta orang menyukai produk ini di pasar online Amerika melalui situs Amazone. Lalu apa sebenarnya yang membuat produk ini jadi legenda dan bisa disebut cikal bakal Sub-brand Soundcore.

Teknologi Nirkabel di Jamannya.
Produk yang diluncurkan tahun 2017 dan mempunyai teknologi nirkabel Bluetooth merupakan produk Audio yang sedang tren saat itu. Audio yang dilengkapi dengan teknologi Bluetooth merupakan speaker dengan bandrol mahal pada saat itu. Anker Soundcore menanamkan teknologi Bluetooth 4.0 untuk bersaing dengan para kompetitor nya saat itu. Alhasil produk yang berukuran praktis itu mampu menyedot perhatian konsumen sehingga mencatat penjualan yang cukup baik. Terhitung hingga saat ini 77% dari 19.414 atau 14.949 konsumen memberikan kepuasan yang ditandai dengan bintang lima pada situs pasar online terbesar dunia Amazone. Hal inilah rupanya membuat manajemen berpikir untuk lebih fokus menjadikan Soundcore sebuah brand khusus dan melakukan serbuan untuk pasar dunia di segmen audio.

Spesifikasi Maksimal Harga Bersahabat.
Harga merupakan salah satu faktor utama yang dilirik konsumen dalam menentukan pilihan. Anker Soundcore membandrol harga untuk produk audio-nya dikisaran 1 jutaan. Tentu saja harga itu jauh lebih terjangkau dibandingkan kompetitor nya pada saat itu. Dengan harga kisaran 1 juta, spesifikasi yang melengkapinya tidak kalah dengan pesaingnya. Sebagai penantang di industri audio, Anker tidak melupakan kualitas suara sebagai pertimbangan dalam membeli bagi konsumen. Suara sebening kristal yang dihasilkannya dari dua speaker di dalamnya membuat janji yang di berikan Anker Soundcore telah terbukti. Tidak juga kualitas suara, sebagai produsen handal untuk penyimpan daya. Anker juga memanjakan konsumen dengan kekuatan daya dalam memainkan musik hingga 24 jam nonstop. Selain itu fitur pelengkap lainnya seperti mic yang berfungsi untuk menerima panggilan telepon jika perangkat smartphone yang terhubung secara tiba-tiba menerima telpon. Namun sayang speaker yang berdimensi 165x45x54mm ini belum dilengkapi auto off. Sehingga konsumen harus jeli untuk mematikannya apabila sudah tidak digunakan.

Terbukanya Pasar Audio Ke depan.
Beberapa hal lagi yang menyebabkan Soundcore harus “lepas” dari induknya adalah masih terbukanya pasar audio ke depan. Lompatan inovasi teknologi yang tidak bisa diprediksi saat ini menjadikan teknologi audio tanpa kabel menjadi bagian dari kebutuhan sekunder bagi generasi milenial. Para produsen yang fokus menggarap pasar audio semakin berlomba-lomba untuk berinovasi. Hal inilah yang menjadikan Soundcore untuk memikirkan langkah ke depan agar mampu bersaing dalam teknologi dan kualitas perangkat audio.
Saat ini Anker Soundcore telah diproduksi hingga generasi kedua. Merupakan penyempurnaan dari edisi sebelumnya. Dengan menambahkan fitur-fitur seperti ketahanan terhadap cuaca, meningkatkan performa suara bass serta Bluetooth 4.2.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *