PHRI Ajak Pekerja Hotel dan Restoran Mengembangkan Skill Secara Daring Dengan Menggandeng Startup Edukasi

Trenddjakarta.com, 20 April 2020 – Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian
Ketenagakerjaan, B Satrio Lelono, mencatat 2,8 juta pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK)
dan dirumahkan akibat dari pandemi COVID-19. Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi
(Disnakertrans) Provinsi DKI Jakarta, mencatat sebanyak 16.065 pekerja terkena pemutusan hubungan
kerja (PHK), dan 72.770 pekerja harus dirumahkan tanpa menerima gaji. Sektor hotel dan restoran
menjadi sektor yang paling rentan setelah 1.642 hotel untuk sementara menutup operasionalnya.
Ketua Umum PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Hariyadi B S Sukamdani,
menjelaskan bahwa sektor hotel dan restoran setidaknya mengalami potensi hilangnya pendapatan
devisa sektor pariwisata Januari – April sebesar US$ 4 Miliar dan potensi hilangnya pendapatan hotel dan
restoran dari konsumen domestik sedikitnya Rp 60 T. “Penurunan angka turis Tiongkok saja sudah dapat
dihitung kerugiannya sebesar 1,1 miliar dolar AS, jika termasuk dengan angka penurunan turis asing
lainnya paling sedikit ada kerugian sebesar 400 miliar dolar AS”.
Melihat fenomena tersebut PHRI berinisiatif untuk menggandeng Cakap, perusahaan rintisan
teknologi di bidang edukasi berbasis aplikasi digital, melalui program Cakap for Hospitality.
Penandatanganan perjanjian kerjasama ini dilakukan secara daring di Jakarta, 21 April 2020.
Cakap for Hospitality dirancang khusus untuk mengakomodir serta mendukung para pelaku
usaha pariwisata dan perhotelan dengan memanfaatkan program bantuan pemerintah berupa bantuan
biaya yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja ter-PHK atau pekerja yang membutuhkan peningkatan
kompetensi, di industri hospitality melalui program Kartu Prakerja. Selain sebagai penyedia platform,
Cakap juga sebagai lembaga pelatihan yang ada dalam ekosistem mitra penyedia pelatihan program
Kartu Prakerja.
Hariyadi Sukamdani menambahkan, “Saat ini diperkirakan 2 juta pekerja sektor hotel dan
restoran sangat terdampak pandemi Covid 19, dimana sebagian besar mereka mengalami unpaid leave
dan dirumahkan karena perusahaan mengalami kesulitan cash flow, sehingga dengan adanya kartu
Prakerja sangat membantu mereka untuk mendapatkan insentif tunai dan kesempatan meningkatkan
kompetensi profesi. Modul pelatihan yang disiapkan oleh Cakap dan didukung oleh PHRI diharapkan
dapat digunakan oleh seluruh pekerja dibidang hotel dan restoran penerima kartu Prakerja”
Kerjasama ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi seluruh pelaku perhotelan dan
restoran di Indonesia. PHRI dan Cakap akan menyediakan sertifikat bagi peserta pelatihan hospitality yang mendaftar menggunakan kartu Prakerja.

Cakap for Hospitality sudah berlangsung sejak awal Maret 2020 sebagai bentuk inisiatif dalam
upaya mendukung industri hospitality menghadapi pandemi COVID-19 di Indonesia. Beberapa hotel
sudah bergabung dalam inisiatif ini salah satunya Hotel Gran Melia Jakarta. Menurut Rudi Santoso, HR
Director Gran Melia Jakarta, “Program ini merupakan terobosan yang sangat tepat untuk membangun
SDM Indonesia yang tangguh di tengah situasi saat ini. Materi pembelajaran bahasa Inggris disampaikan
oleh pengajar profesional secara interaktif dan berhubungan dengan pekerjaan kami sehari-hari,
harapannya setelah pandemi berakhir kemampuan bahasa Inggris karyawan dapat menjadi lebih baik,”
ujar Rudi dalam penjelasannya melalui pesan singkat.
Tomy Yunus, CEO Cakap menjelaskan, “Pemanfaatan teknologi pada saat pandemi COVID-19 ini
diharapkan dapat mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan. Salah satunya dengan cara
memanfaatkan waktu downtime di industri pariwisata secara efektif, terutama bagi yang terdampak
secara langsung.” Program kerjasama dengan PHRI ini akan memberikan akses belajar secara daring
untuk menambah dan meningkatkan skill bahasa asing maupun konten konten seputar hospitality. Kami
yakin hal ini akan memberikan dampak positif secara nyata kepada para pekerja pariwisata dan
perhotelan di tengah lesunya industri ini akibat pandemi, tutupnya.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *