Trenddjakarta.com, Bali 2 Maret 2022 – Mike Lewis (‘Foxtrot Six’, ‘Dead Mine’) dan Salvita De Corte (‘Halfworlds, ‘Ratu Ilmu Hitam’) terlibat adu akting dalam film aksi fiksi sains ‘Anomaly’.
Film ini disutradarai oleh Brian L. Tan, sutradara dengan pengalaman mengerjakan Visual
Effects untuk film-film blockbuster Hollywood seperti ‘Tron: Legacy’, ‘X-Men’, ‘Girl with
the Dragon Tattoo’. Semua syuting dilakukan di Bali diproduksi oleh Good Form Bali,
perusahaan produksi film yang berlokasi di Los Angeles dan Bali.
Film ini berkisah tentang Alpha yang memimpin sebuah tim yang terdiri dari lima tentara elit
yang diturunkan ke beberapa reruntuhan kuno di tengah hutan. Misi mereka adalah untuk
mengamankan sebuah misteri anomali yang menunjukkan aktivitas paranormal aneh. Apa
yang biasanya jadi misi rutin menjadi sebuah misi tak terduga bagi mereka.
Dengan cerita yang unik, tentu saja hal ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi Mike
Lewis dan Salvita De Corte. Mike menceritakan, “‘Anomaly’ mempunyai konsep yang keren.
Saya jatuh cinta sejak saat pertama dan terasa seperti mengerjakan sebuah episode ‘Black
Mirror’.”
Mike melanjutkan, “Setiap kali saya memakai seragam dan memainkan senjata seperti semua
mimpi masa kecil yang jadi kenyataan bagi saya. Kami semua harus saling bekerja sama
dengan aktor lain karena kami adalah sebuah tim. Karakter saya lebih menyenangkan dari
yang lainnya jadi saya mencintai bagian saya. Kami juga melakukan adegan helikopter yang
keren.”
Di film ini, ada aktor-aktor berdarah asing seperti Joseph J. U. Taylor (‘Monkey Man’,
‘Strike Back’), Quisha Saunders (‘American Gangster’, ‘When in Rome’), dan John Walker
Six yang bekerja sama dengan Mike dan Salvita. Mike mengatakan, “Sangat menyenangkan
bekerja sama dengan orang-orang yang punya latar belakang dan pengalaman yang berbeda
sebagai aktor. Setiap orang membawa sesuatu yang unik. Apakah itu pengalaman militer AS
John atau latar belakang Hollywood Quisha dengan aktor seperti Denzel Washington. Joe
juga seorang pelatih akting, jadi dia adalah seseorang yang selalu bisa Anda andalkan untuk
meminta nasihat.”
Salvita De Corte, yang berdarah setengah Bali, menjelaskan prosesnya, “Kami membaca
skrip bersama, melakukan sesi paintball, datang ke lokasinya sebelum pengambilan gambar
yang adalah penting bagi saya. Sisanya adalah bagaimana saya dan Joseph ngobrol dan
nongkrong, karena di ceritanya kami sudah lama saling kenal tapi di kenyataan kami baru
bertemu sekali, dan hanya sebentar”
Baginya film ini menjadi perjalanan baru, “Saya melakukan banyak hal yang biasanya tidak
saya lakukan, naik helikopter, paintball, saya belajar banyak hal tentang militer. Selain itu,
sangat keren bekerja dengan kru dan aktor yang berbasis di Bali. Berkolaborasi dengan
orang-orang dari mana saja selalu menyenangkan.
Semua orang benar-benar membumi.”
Proses syuting cukup menantang dan menyenangkan bagi Brian L. Tan sang sutradara.
“Belum pernah ada yang mencoba film aksi sebesar ini di Bali sebelumnya. Kami harus
menggunakan kembali banyak senjata Airsoft mainan dari Jakarta (apresiasi terdalam untuk
Ninja Van karena telah membantu kami), membangun seluruh portal yang tampak seperti
dunia lain di tengah hutan, menemukan kamera
Red Gemini kedua yang cocok dengan milik
kami, bekerja selama 14 jam lurus untuk akhir pekan di tengah hutan, dan bungkus helikopter
oranye menjadi hitam (serius!). Film ini sangat sulit untuk dilakukan, tetapi saya dengan senang hati akan melakukannya lagi mengingat bagaimana hasilnya,” ceritanya.
Film telah melakukan penayangan perdana pada 25 Februari di Bali.(Rel)





