Mengenal Lebih Dalam Sekuel Terbaru dari Seri VA: Di Balik Layar Vathirian Arc High School Story 2

Trenddjakarta.com, Bandung 29 Juli 2022— Memasuki hampir tahun ketiga dikembangkannya Valthirian Arc: High School Story 2 (VAHSS2), Agate telah mempublikasikan gim tersebut dalam bentuk early access yang bisa dimainkan lewat Steam sejak bulan Maret lalu. Setelah sebelumnya sempat ditayangkan di Steam Next Fest Februari 2022, gim ini mendapatkan sambutan positif dari dalam maupun luar negeri. Salah satunya adalah berkesempatan untuk dipamerkan secara laring dan memenangkan 2 penghargaan “Writer’s Choice” di PAX East 2022.

Melihat respons positif yang diterima sejauh ini, lantas apakah yang membuat tim VAHSS2 memutuskan untuk melanjutkan fase early access ketimbang meluncurkan versi full release? Mari simak wawancara berikut ini untuk mengetahui apa yang terjadi di belakang layar VAHSS2.

Secara umum, tim pengembangan VAHSS2 beranggotakan lebih dari 20 crew, termasuk dari tenaga magang dan outsourcing. Di dalamnya terdapat sejumlah designer, writer, programmer, artist, animator, audio composer, product manager, producer, serta Quality Assurance (QA). Pada kesempatan kali ini, diskusi akan dihadiri oleh beberapa perwakilan crew dari masing-masing sub-tim.

Geoffary Arka selaku product manager dari VAHSS2 mengemukakan bahwa VAHSS merupakan gim yang menghadirkan aspek unik sebagai permainan yang berbasis RPG. Terlebih, karena kami juga mendapatkan banyak reaksi positif dari prekuel yang telah dibuat dan saya rasa kami berhutang ke keluarga besar penggemar VA yang telah mengikuti perkembangan gim ini dari tahun ke tahun.

“Di gim yang kedua ini kami mencoba untuk memberikan lebih banyak pilihan dalam mengatur para murid yang ada di akademi. Selain itu, kami juga mencoba untuk memperbaiki sistem pertempurannya. Ketika VAHSS berfokus pada action RPG yang dimana pemain hanya bisa mengontrol salah satu murid yang ada di dalam party secara bergantian sementara murid yang lain hanya mengikuti, di VAHSS2 kami mencoba untuk mengubahnya menjadi sistem turn based atau bergilir. Jadi, para pemain bisa memiliki kontrol penuh terhadap setiap anggota party dan alhasil, dapat melihat perkembangan dari masing-masing murid dengan lebih mudah”, ungkap Arka lagi.

“Dunia VAHSS2 secara garis besar disusun berdasarkan budaya-budaya Asia Tenggara dan bangsa Slavia, jadi kami harus menyesuaikan iringan musik yang mampu mengambil esensi budaya tersebut sambil tetap mempertahankan identitas VAHSS yang berorientasi pada melodi JRPG. Kami turut mengambil inspirasi juga dari musik game dari Genshin Impact dan The Witcher. Dan kalau di lihat dari sisi audionya, VAHSS2 akan memberikan pengalaman audio gim triple A yang lebih mulus karena menggunakan audio middleware, seperti transisi musik yang lebih lembut antar scene dan juga pembangunan suasana yang lebih hidup dan variatif dengan menggabungkan banyak elemen suara dibandingkan hanya satu lagu statis yang mengulang-ulang”,ungkap Satriyo selaku Audio Composer / Engineer

Insan selaku Tim Narrative Designer juga mengungkapkan bahwa VAHSS2 merupakan gim berlatar fantasi di 2 tempat tersebut, saya pribadi mencoba untuk membentuk karakter yang sederhana supaya para pemain mampu membangun hubungan emosional dengan para murid di akademi. Prosesnya menitikberatkan pada menentukan sifat dasar masing-masing karakter NPC agar bisa berjalan beriringan dengan karakter pemain.

Di akhir diskusi Geoffary mengharapkan VAHSS2 bisa sukses, terus diterima dengan respons positif dari para pemain, dan mendapatkan hal IP yang oke, jadi kami bisa membuat sekuel-sekuel selanjutnya. Fingers-cross. Insan juga mengharapkan akan kesempatan untuk membuat konten setelah peluncuran resminya nanti yang akan menyatukan jagat VAHSS2.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.