trenddjakarta.com, Karawang – Ketua Dewan Pembina (Wanbin) Perkumpulan Kelompok Masyarakat Tani Teluk Jambe Bersatu (PKTHMTB) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, H. M. Abdul Syakur hadir memberikan masukan dan arahan saat Konsolidasi dan Follow-up Panen Perdana Sorgum, Sabtu (15/3/2025) lalu. Haji Taufiq atau Kyai Taufiq terus mendorong masyarakat tergabung PKTHMTB terus berkembang dengan adanya Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS).
“Kami selaku Ketua Wanbin PKTHMTB Karawang hadir pada Konsolidasi ini untuk mem-follow-up Panen Perdana Sorgum 15 Maret 2025 lalu. Program Swasembada Pangan ini akan memastikan penanaman 100 hektar Sorgum dan 100 hektar Jagung untuk kesejahteraan masyarakat hutan sosial”. Kata Abdul Syakur saat di wawancarai wartawan senior Syafrudin Budiman, Senin (31/3/2025).
Sebelumnya, Panen Perdana Sorgum ini di resmikan oleh Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Fadli Zon yang juga Menteri Kebudayaan. Di mana di saksikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Ketua Dewan Pembina PKTHMTB Karawang H.M. Taufiq R. Abdul Syakur, Sabtu, (15/3/2025) lalu.
Menurut Ketua Wanbin PKTHMTB Karawang ini, ada 9 poin-poin yang ingin di sampaikan pada Konsolidasi Follow-up Paska Panen Perdana Sorgum. Pertama, adanya pembentukan kepengurusan yang terakhir kali.
Kedua, kehadiran Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada acara Panan Perdana Sorgum menjadi bukti legal formal organisasi PKTHMTB Karawang. Ketiga, dengan kehadiran Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI menjadi bukti legal formalnya ada yang sudah kami PKTHMTB Karawang.
“Karena itulah komunikasi dengan pihak eksternal maupun internal pemerintah daerah, maupun Kelembagaan atau Kementerian mempunyai landasan hukum untuk bergerak. Sehingga, Kemenhut RI secara tertulis mengakui PKTHMTB Karawang adalah bagian daripada pengelolaan Ijin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) ini,” ujar Haji Taufiq.
Kemudian Keempat, PKTHMTB Karawang juga pernah menjalin hubungan dengan Pangkostrad TNI, untuk menanam pisang di sini (red-hutan Teluk Jambe). Akan tetapi karena sesuatu hal belum terlaksana kerjasama dengan Pangkostrad TNI.
“Selanjutnya adalah kita menanam Sorgum dengan Ibu Diana Widyawati Pengurus HKTI. Menanam Sorgum sampai Panen Perdana, Sabtu (13/3/2025) lalu,” ucap Haji Taufiq.
Kelima, PKTHMTB Karawang bekerjasama dengan HKTI untuk penanaman 100 hektar Sorgum. Yaitu dengan melibatkan Koperasi Konsumen Lestari Hutan Indonesia Raya (Koperasi KLHIR) dan PKTHMTB Karawang bersama HKTI.
Keenam, PKTHMTB Karawang bekerjasama dengan mitra usaha PT. Putratama Agro Indo yang di pimpin Ibu Susi Andrianis, untuk menanam jagung 100 hektar.
“Koperasi kita tentu juga bekerjasama dengan HKTI, untuk menindaklanjuti penanaman Sorgum bersama 1127 warga petani penggarap Hutan Sosial. Di mana petani tersebut sudah tergabung atau terdaftar menjadi anggota operasi,” jelas Haji Taufiq.
Sehingga kata dia, secara ekonomi kami bukan perusahaan, tapi kami berkoperasi dengan masyarakat. Yang kemudian masyarakat kita menjadi perhatian dari pengurus koperasi dan H. Wardi selaku Ketua PKTHMTB Karawang.
“H. Wardi ini kalau turun dari kampung ke kampung selalu memperhatikan masyarakat yang menjadi anggota PKTHMTB dan anggota koperasi. Terutama seperti jembatan yang rusak, beliau (red-H. Wardi) ini bersama pengurus PKTHMTB Karawang betul-betul memikirkan masyarakat yang miskin ekstrim,” puji Haji Taufiq ke H. Wardi Ketua PKTHMTB Karawang ini.
Ketujuh, sebelumnya PKTHMTB Karawang juga mencoba bekerjasama dengan DKNI KS. Yang di pimpin Bapak Tantyo Sudarmono dari Jakarta. Menurutnya, alhamdulillah memang apa yang menjadi pikiran beliau, kita tindaklanjuti. Dan Insya Allah juga ada mesin-mesin yang di hibahkan kepada PKTHMTB Karawang.
“Untuk menindaklanjuti apa yang menjadi program beliau (red-Tantyo Sudarmono). Kita akan menanam Sorgum dengan menggunakan SOP dari Pupuk yang di tawarkan Ibu Diana. Di ketahui Ibu Diana juga Bendahara Bapak Tantyo Sudarmono,” jelas Haji Taufiq.
Kedelapan, PKTHMTB Karawang dalam melaksanakan program penanaman Sorgum ini mengikuti aturan dan mekanisme SOP dari Ibu Diana dan Bapak Tantyo Sudarmono. Yang mana sejauh ini mereka berperan dalam menghadirkan dua menteri pada Panen Perdana Sorgum, Sabtu (15/3/2025) lalu.
“Kehadiran Menhut Raja Juli Antoni dan Menbud Fadli Zon yang juga Ketua HKTI adalah buah dari kerjasama Ibu Diana HKTI dan Tantyo Sudarmono. Dukungan Ketua HKTI Fadli Zon kepada kami sangat nyata. Di dalam ikatan kerjasama dengan Koperasi dan PKTHMTB Karawang,” tukas Haji Taufiq berterimakasih.
Terakhir Kesembilan, rencana Follow-up Penanaman 100 hektar Sorgum yang sudah panen 2 hektar ini, menjadi Program Presiden Prabowo Subianto dalam menguatkan ketahanan pangan dan swasembada pangan.
“Penanaman Sorgum untuk ketahanan pangan ini di lakukan mandiri, dengan usaha-usaha bersama dengan pengurus PKTHMTB dan petani penggarap IPHPS Karawang. Semoga langkah ini membantu pemerintah menguatkan swasembada pangan dan penyerapan tenaga kerja produktif,” pungkas Haji Taufiq Ketua Alumni Mahasiswa Penerima Beasiswa Supersemar di Jaman Presiden Soeharto, sejak tahun 1994 ini. (red)





