
trenddjakarta.com, Palembang, 14 Agustus 2025 – Memasuki hari kedua Palembang Marketing Festival (JMF) 2025, rangkaian kegiatan berlangsung meriah dan penuh inspirasi. Acara yang menjadi bagian dari Indonesia Marketing Festival (IMF) 2025 ini di buka dengan tarian pembuka persembahan Universitas Muhammadiyah. Yang merepresentasikan kekayaan budaya Palembang sekaligus menegaskan pentingnya identitas lokal dalam strategi pemasaran daerah.
Drs. H. Sutoko, M.Si, Staf Ahli Gubernur Sumatera Selatan Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, membuka acara dengan menyampaikan. “Festival ini menjadi momentum
strategis untuk menggerakkan roda perekonomian daerah. Membangun kemampuan adaptasi di tengah dinamika global, serta mengoptimalkan potensi yang di miliki Sumatera Selatan. Melalui kolaborasi antar pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat, kegiatan ini di harapkan memperkuat posisi Sumatera Selatan di kancah pemasaran Nasional dan global.”
Selanjutnya dalam sesi paparan City Branding, Sukmanata Imam, S.STP., M.Si., Kepala Bidang SDM dan Kelembagaan Dinas Pariwisata Kota Palembang, menekankan bahwa. “Palembang tidak hanya kaya akan sejarah dan budaya, tetapi juga terus berbenah menjadi kota pariwisata berkelas dunia. Dengan mempercantik wajah kota, memperkuat akses, amenitas dan atraksi. Kami optimistis Palembang akan menjadi destinasi unggulan yang membanggakan Indonesia di mata dunia.”
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi luar biasa. Palembang Marketing Festival 2025 menghadirkan Industry Marketing Champion Palembang dan Public Service Awards Palembang bagi tokoh. Juga institusi yang di nilai berhasil memajukan pemasaran daerah.
Panel “New Customer Management: Membangun Loyalitas dengan Teknologi Cerdas” menghadirkan Reza Rhamadany, Manager Marketing Strategy Bank Sumsel Babel. Menekankan pentingnya kolaborasi antara perbankan dan pelaku usaha lokal. Ia menyatakan bahwa AI dapat di optimalkan untuk memahami perilaku pelanggan, meningkatkan pengalaman nasabah dan menciptakan layanan yang lebih personal. Sehingga keunggulan tidak hanya pada produk, tetapi juga pada interaksi yang relevan dan bernilai.
Selaras, Carolina Ardelia, Founder & CEO COLORE Art & Crafts, serta anggota dari Diplomat Entrepreneurs Network yang menegaskan. Bahwa menekankan teknologi, termasuk AI, hanyalah alat, sementara sentuhan emosional dan kepedulian tulus tetap hanya bisa di berikan oleh manusia. Ia mengingatkan agar dalam pemasaran, pelaku usaha tidak sekadar mengikuti tren, tetapi memastikan strategi yang di jalankan selaras dengan nilai brand. Dan mampu membangun koneksi emosional yang nyata dengan pelanggan.
Panel diskusi “New Product & Brand Management: Memperkuat Inovasi dan Reputasi dengan AI” menampilkan Sapta Yuliandri, S.T., GM Corporate Secretary PT PETRO MUBA
(Perseroda) yang menegaskan. “Penguatan inovasi dan reputasi tidak hanya di topang oleh teknologi. Seperti AI, tetapi juga oleh tata kelola perusahaan yang baik, kemitraan strategis dan komitmen untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.”
Sementara itu, Wira Bhakti Darma, Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UID S2JB memaparkan. Bahwa AI membuka peluang besar bagi perusahaan untuk
menghadirkan layanan yang lebih andal, personal dan efisien. Inovasi ini bukan hanya memperkuat brand, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap transformasi energi
bersih dan berkelanjutan.
Selaras, Iwan Sofyansory, General Manager PLN Icon Plus Regional Sumbagsel menambahkan. “Integrasi AI terbukti meningkatkan efisiensi dan kualitas kerja di semua lini, baik di level tim maupun organisasi. Pendekatan ini bukan sekadar transformasi teknologi, tetapi juga penguatan budaya kerja yang kolaboratif dan berorientasi pada hasil yang optimal.”
Sebagai wujud komitmen terhadap pengembangan talenta muda dan kolaborasi lintas sektor. Palembang Marketing Festival 2025 menganugerahkan Entrepreneurial Marketing – Campus for Impact 2025 dan Corporate for Impact 2025 kepada universitas, pelaku industri. Dan juga pemerintah yang aktif membangun ekosistem berkelanjutan. Dalam Palembang Marketing Festival 2025, Dinas Pariwisata Kota Palembang menggelar fashion show karya UKM binaan. Yang di mana sebagai katalisator pertumbuhan industri kreatif lokal di Palembang dan sekitarnya.
Puncak inspirasi acara ini berlanjut melalui sesi bertajuk “Tech War or Trade War: Memahami Tantangan Baru Pemasaran”. Yang di bawakan oleh Hermawan Kartajaya, Founder & Chair of MCorp. Dalam pemaparannya, Hermawan membedah dinamika geopolitik dan persaingan global di tengah percepatan kemajuan teknologi. Yang sekaligus menawarkan strategi adaptif yang dapat di implementasikan oleh pelaku usaha agar tetap relevan dan kompetitif.
Riza Pahlevi, M.A, Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Investasi, memberikan sepatah kata penutup. Meninggalkan pesan kepada peserta untuk
bersinergi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah tantangan yang datang di era AI ini.
“Semangat dan kolaborasi yang di bangun hari ini menjadi modal penting bagi Palembang untuk terus maju. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan akademisi adalah kunci menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Yang berkelanjutan dan siap menghadapi tantangan era AI. Mari kita jadikan Palembang sebagai contoh kota yang adaptif, kreatif, dan penuh energi positif.”
(***)




