
trenddjakarta.com, Bandung, 22 Agustus 2025 – MarkPlus Institute memperkenalkan buku terbarunya, “Jurus Jitu Jualan,” di panggung Bandung Marketing Week 2025. Menggabungkan taktik lapangan dan strategi penjualan modern. Buku ini di tujukan bagi pelaku bisnis yang ingin mempercepat pertumbuhan di tengah dinamika pasar. Acara di hadiri oleh para profesional lintas sektor dari perbankan, F&B, hingga pariwisata yang hadir mencari inspirasi dan wawasan praktis.
Mengadaptasi filosofi Jiu Jitsu, seni bela diri yang mengandalkan ketepatan teknik, bukan kekuatan. Jurus Jitu Jualan menegaskan bahwa penjualan modern bukan soal memaksa, namun menyelaraskan solusi dengan kebutuhan pelanggan secara efektif dan berkelanjutan.
CEO MarkPlus Institute, Yosanova Savitry, dalam sesinya menjelaskan bahwa. “Tenaga penjual masa kini harus mampu menjadi problem solver, bukan sekadar product seller. ‘Jurus
Jitu Jualan’ di rancang untuk membekali mereka dengan mindset, keterampilan dan alat yang relevan di era digital. Termasuk pemanfaatan AI, agar tetap kompetitif sekaligus memberi nilai tambah nyata bagi pelanggan.”
Yosanova juga menegaskan bahwa keterlibatan langsung, terutama saat krisis, dapat memperkuat hubungan dan mengubah masalah menjadi peluang. Ia juga menyoroti bahwa pelanggan membeli nilai bukan sekadar harga. Sehingga berfokus pada keunikan nilai agar terhindar dari perang harga. Dan menjangkau pelanggan yang benar-benar menghargai nilai dari produk atau jasa yang di tawarkan.
Dalam paparannya, Yosanova memaparkan tiga prinsip dasar penjualan modern sebagai fondasi bagi tenaga pemasar berdaya saing. Di mana untuk memahami pemasaran dengan kerangka 4C (Change, Competitor, Customer, Company). Menguasai literasi finansial untuk mendukung profitabilitas. Serta menjadi kolaborator lintas divisi melalui prinsip QCDS (Quality, Cost, Delivery, Service) untuk menyelaraskan aktivitas bisnis dengan kebutuhan pasar.
Tiga prinsip ini menjadi pijakan bagi lima jurus penjualan efektif dan adaptif yang di bahas dalam buku “Jurus Jitu Jualan”. Jurus pertama, menjual dengan fleksibilitas berarti membangun hubungan bertahap mulai dari berkenalan, menjadi dekat, hingga akrab. Kedua, mengubah cara pandang dengan metode SPIN Selling yang di perkaya teknologi AI untuk memahami kebutuhan pelanggan secara lebih akurat. Ketiga, penawaran kecil menuju deal besar sebagai strategi membangun kepercayaan melalui uji coba atau penawaran awal. Keempat, mengarahkan percakapan layaknya teknik kuncian dan lemparan dalam Jiu Jitsu untuk menjaga kendali negosiasi. Terakhir, memulai langkah kecil yang tepat sasaran dengan memanfaatkan siklus Get, Keep, Grow, Win-Back. Serta teknologi CRM untuk mengelola hubungan pelanggan secara berkelanjutan.
Pengenalan buku Jurus Jitu Jualan di Bandung Marketing Week 2025 menegaskan kembali komitmen MarkPlus Institute. Yaitu untuk membentuk tenaga penjual yang adaptif, inovatif, dan berakar pada kearifan lokal. Dengan memadukan tradisi, budaya setempat dan teknologi modern. Rangkaian Bandung Marketing Week 2025 ini menjadi titik lahirnya generasi pemasar yang siap bersaing, berinovasi. Dan memberi dampak positif bagi perekonomian daerah maupun Nasional.
(***)






