
trenddjakarta.com, BAJAWA, NUSA TENGGARA TIMUR: Astra kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian ekonomi desa. Yaitu melalui pelepasan ekspor perdana komoditas kopi sebanyak 15 ton green bean dari Desa Sejahtera Astra Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Yang menuju Thailand dengan nilai ekspor mencapai lebih dari Rp1,65 miliar yang di lakukan pada Senin (13/10/25).
Pelepasan ekspor ini di resmikan oleh Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa dan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal RI Yusra. Di dampingi oleh Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu. Serta Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Agromaritim IPB University Ernan Rustiadi. Dan Head of Environment and Social Responsibility Astra Diah Suran Febrianti. Turut hadir pula perwakilan Pemerintah Kecamatan Bajawa dan Pemerintah Desa Mukuvoka, tokoh Kampung Adat Ekoheto.
“Sebagai bagian dari semangat Astra untuk sejahtera bersama bangsa. Kegiatan ini mencerminkan komitmen kami dalam mendampingi masyarakat desa agar dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Sinergi antara masyarakat, perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha menjadi kunci dalam menghadirkan produk bernilai tambah dari desa. Melalui inisiatif ekspor komoditas kopi ini, kami berharap dapat membuka akses pasar yang lebih luas dan memperkuat rantai nilai pertanian dari hulu ke hilir,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto.
Program Desa Sejahtera Astra Bajawa merupakan hasil kolaborasi Astra dan IPB University sejak tahun 2024 untuk mengembangkan ekosistem bisnis kopi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah timur Indonesia. Melalui program ini, Astra berupaya memperkuat kapasitas petani, mendorong regenerasi pelaku usaha tani, serta memperluas akses pasar bagi komoditas unggulan lokal.
Hingga saat ini, sebanyak 204 masyarakat desa telah terlibat dalam program dengan peningkatan pendapatan petani kopi mencapai 72%, penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 54 orang, serta 100% produk kopi terserap pasar. Program ini juga melahirkan dua sosok penggerak muda, Bernard Suryanto Langoday dan Philipus Donnie Kabe yang menjadi contoh nyata regenerasi petani muda di Bajawa.
Langkah ekspor ke Thailand ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Desa Sejahtera Astra Bajawa. Guna menembus pasar Internasional dan memperkuat posisi kopi Bajawa sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia. Melalui penerapan standar Good Agricultural Handling Practices (GAHP) serta dukungan pelatihan dari IPB University. Para petani mampu menghasilkan kopi berkualitas tinggi dengan cita rasa khas dataran tinggi Flores.
Pada kesempatan ini juga di lakukan peresmian rumah pengering kopi (greenhouse). Yang di harapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi kopi Bajawa. Fasilitas ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem bisnis kopi berkelanjutan. Yang sekaligus mendorong masyarakat desa untuk mengembangkan inovasi produk turunan kopi.
Sejak di luncurkan pada tahun 2018, program Desa Sejahtera Astra telah menjangkau 1.280 desa di 35 provinsi di Indonesia. Dengan 468 desa berhasil melakukan ekspor dan total valuasi ekspor mencapai Rp349 miliar (2020–2024). Selain program Desa Sejahtera Astra, Astra juga telah membina lebih dari 19.000 UMKM melalui Yayasan Astra dan Grup Bisnis Astra.
Semangat Astra untuk memperkuat kolaborasi multipihak dalam memperluas akses pasar bagi produk unggulan desa. Dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan cita-cita Sejahtera Bersama Bangsa. Serta komitmen mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.(***)





