
trenddjakarta.com, Jakarta, 3 Februari 2026 – Sampoerna Academy, pionir pendidikan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, & Mathematics) di Indonesia, kembali menggelar STEAM Expo 2026 dengan tema “Inventing Tomorrow” dan berkolaborasi dengan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) sebagai juri. Di adakan secara serentak di seluruh kampus Sampoerna Academy (L’Avenue, BSD, Sentul, Medan, dan Surabaya). Acara ini menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan hasil pembelajaran STEAM. Dan sekaligus menegaskan pentingnya transformasi pendidikan yang berpusat pada siswa, bersifat eksploratif, serta berorientasi pada solusi nyata.
Mustafa Guvercin selaku School Director Sampoerna Academy mengatakan. “Kami percaya bahwa siswa adalah pemimpin solusi masa depan. Ini di buktikan secara nyata melalui kegiatan seperti STEAM Expo. Di mana inovasi lahir ketika mereka memiliki proses belajar untuk mengatasi masalah dunia nyata dengan pendekatan yang terintegrasi. Esensinya adalah membentuk pola pikir adaptif dan integratif, yang merupakan bekal fundamental untuk tantangan kompleks di masa depan.”
Setiap tahunnya, para siswa Sampoerna Academy di tantang untuk berinovasi. Yaitu dengan menerapkan ilmu yang di dapatkan selama pembelajaran di sekolah dan beberapa karya terpilih akan di pamerkan saat penyelenggaraan STEAM Expo. Tahun ini, sebanyak 707 proyek STEAM yang di tampilkan di Sampoerna Academy. Di Sampoerna Academy Sentul terdapat 73 proyek, Sampoerna Academy BSD terdapat 129 proyek, dan Sampoerna Academy L’Avenue terdapat 171 proyek. Sementara di Sampoerna Academy Surabaya dan Sampoerna Academy Medan, total proyek STEAM yang di tampilkan mencapai 151 proyek dan 183 proyek. Proyek-proyek yang di tampilkan ini mencerminkan komitmen Sampoerna Academy untuk mendorong siswa. Bukan sekadar memamerkan karyanya, tapi juga menjadi solusi yang lahir dari proses belajar. Yang di gagas dan di gerakkan oleh siswa sendiri. Sehingga, membentuk mereka sebagai inovator dan pemecah masalah di masa depan.
Dari Sampoerna Academy Sentul, salah satu proyek STEAM yang di sorot adalah Earthquake Detector karya Raevand Muhammad Arsha Rayendra, Reyansh Dhaka, Rudransh Dhaka, dan Azka Raqilla Mawardi dari Grade 5. Menggunakan sensor berbasis getaran, proyek ini di rancang untuk memperingatkan orang-orang saat gempa bumi terjadi. Terutama, saat mereka sedang tidur atau tidak yakin dengan apa yang sedang terjadi. Kemudian, getaran yang terjadi akan memberikan sinyal kepada alarm bunyi. Tingkat getaran yang berbeda memicu peringatan yang berbeda pula. Yang di mana bunyi alarm ringan untuk gerakan kecil hingga jelas untuk peringatan gempa bumi besar.
Kemudian, dari Sampoerna Academy BSD ada From Waste to Light karya Myla Vanita Lie, Giana Letisha Ho, Shafa Farha Jasmine, Alessa Rachel Lazuardi, dan James Christian Chandra dari Grade 4 juga menjadi sorotan tahun ini. Proyek ini mengubah air kotor yang berasal dari sungai sehingga menghasilkan listrik untuk desa. Kemudian, air kotor tersebut di saring menjadi air bersih yang dapat di gunakan untuk mandi, mencuci tangan, atau bahkan minum untuk penduduk desa.
Di Sampoerna Academy L’Avenue, El Barack Alexander, Dastan Keenanda Irawan, Darrell Revandya Susatyo, Satriawangsa Purnayudha Haryadi, dan Alifiandra Gavriel Mujiono dari Grade 6 menampilkan proyek Search and Rescue Truck, karya STEAM lainnya yang juga di sorot.
Sebagai rangkaian dari STEAM Expo 2026, Sampoerna Academy juga kembali menghadirkan STEAM Competition 2026 pada 7 Maret 2026 di Sampoerna Academy L’Avenue, Jakarta. Pada ajang kompetisi ini, Sampoerna Academy membuka partisipasi bagi siswa dari sekolah lain untuk berkompetisi dan berinovasi melalui pendekatan STEAM. Dengan mencerminkan semangat “Inventing Tomorrow”. Di harapkan ajang kompetisi ini dapat melahirkan inovasi dari ide siswa yang di uji, di sempurnakan & di wujudkan. Yang melalui pengalaman belajar yang bermakna.
Informasi selengkapnya mengenai rangkaian STEAM Expo 2026 dapat di cek di tautan https://program.sampoernaacademy.sch.id/steamcompetition/.
(***)







