trenddjakarta.com – Tiga siswa sekolah menengah atas (SMA) asal dari Bina Bangsa School di Bandung memenangkan Change It Challenge dari Monash University, Indonesia. Prestasi ini mereka raih setelah membawakan presentasi yang memukau tentang inisiatif membersihkan sungai dan saluran air di Indonesia.
Change It Challenge adalah kompetisi internasional yang di selenggarakan oleh Monash University untuk mendorong siswa SMA mengidentifikasi masalah global atau lokal yang mendesak, menguji solusi inovatif dan praktis. Serta mempresentasikan hasil karya mereka kepada panel juri.
Muhammad Rafa Putra Rizky, Liemas Owen Sanjaya, dan Zafira Ivy dari Bina Bangsa School, Bandung. Yang memaparkan upaya mereka membersihkan saluran sungai di Indonesia dengan menyoroti polusi di Sungai Citarum dan sejumlah aliran air lainnya di seluruh Indonesia.
Sungai Citarum mengandung berbagai jenis polutan, termasuk logam berat dan sampah. Yang dapat membahayakan penduduk setempat yang bergantung pada sungai ini untuk mata pencaharian, rekreasi dan sebagai sumber air minum.
Melalui presentasinya, ketiga siswa SMA asal Bandung tersebut menampilkan kegiatan mereka dalam mengedukasi teman-teman sebaya mereka. Yaitu tentang pencemaran air, konservasi, dan pentingnya tanggung jawab bersama untuk melindungi ekosistem vital.
Beberapa inisiatif yang di lakukan para siswa SMA asal Bandung ini antara lain membuat filter air berbiaya rendah menggunakan arang, pasir dan kerikil. Mereka juga berkolaborasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan komunitas lokal dalam kegiatan gotong royong untuk mengangkat sampah secara manual dari sungai. Setelah itu, mereka memisahkan material yang bisa di daur ulang dan menyerahkannya kepada organisasi mitra untuk di olah kembali guna menutup siklus limbah
Tiga juri kompetisi, yaitu Mark Scherian, Associate Director of Growth Region; Robby Soeharto, Senior Manager of Student Recruitment. Dan Asisten Profesor Aichiro Suryo Prabowo mengaku terkesan dengan kedalaman pengetahuan, komitmen dan jiwa kepemimpinan yang di tunjukkan oleh seluruh peserta.
“Change It Challenge menginspirasi mahasiswa untuk mewujudkan masa depan dengan perubahan yang bermakna. Dengan membantu mereka memahami bahwa mereka dapat menjadi bagian dari perubahan yang ingin mereka lihat di dunia.” Ujar ketua juri, Mark Scherian.
“Monash berkomitmen untuk mendukung generasi muda, para pembuat perubahan.” Katanya lagi.
“Monash memiliki komitmen yang berkelanjutan terhadap Indonesia, dengan menyambut para mahasiswa di jaringan kampus kami yang berlokasi di Australia, Malaysia, dan Indonesia. Sungguh sebuah sebuah kehormatan dapat menyaksikan semangat para peserta berprestasi tinggi ini. Yang sekaligus memetik inspirasi dari mereka. Kami akan segera menghubungkan mereka dengan para akademisi dan tokoh-tokoh berprestasi dari jaringan global kami,” pungkas Mark.
Keterlibatan Monash dengan Indonesia meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tahun 2026 menjadi tonggak penting. Yaitu dengan di mulainya penerimaan mahasiswa sarjana pertama di Monash University, Indonesia. Berbagai proyek yang sedang berjalan. Seperti program RISE dan Citarum Action Research Program, mengkaji solusi sanitasi dan air bersih yang terjangkau serta ramah lingkungan di berbagai lokasi di Tanah. Indonesia juga menjadi destinasi utama bagi mahasiswa Monash yang mencari peluang mobilitas global. Dan yang merupakan bagian penting dari komitmen universitas untuk mencetak tenaga kerja yang terhubung secara global di masa depan.
Tim Bina Bangsa School mendapatkan hadiah berupa perjalanan ke Melbourne, Australia, untuk berkompetisi melawan para siswa pemenang dari seluruh dunia dalam babak final Change It Challenge oleh Monash University. Dan yang akan di gelar pada pertengahan tahun 2026.
Secara keseluruhan, enam tim mempresentasikan ide mereka pada babak final di Indonesia tentang cara mengatasi berbagai persoalan global. Tujuan mereka adalah untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai topik pilihan masing-masing. Dan yang sekaligus mendorong kolaborasi dari siswa lain di seluruh Indonesia. Lima sekolah lain yang turut berkompetisi antara lain: