
trenddjakarta.com – Siapa yang tidak mengenal Kerajaan Majapahit cikal bakal Negara Indonesia? Kita masih bisa melihat peninggalan Kerajaan Majapahit di Situs Trowulan. Situs Trowulan terletak di Mojokerto, Jawa Timur. Penelitian pertama terhadap Situs Trowulan di lakukan oleh Wardenaar pada tahun 1815. Situs ini memiliki luas sekitar 11 km x 9 km dan mencakup wilayah Kecamatan Trowulan dan Sooko di Kabupaten Mojokerto.
Surya Majapahit: Simbol Kosmologi dan Keagungan
Salah satu simbol keagungan Majapahit adalah Surya Majapahit, sebuah ikon matahari bercahaya dengan delapan sudut dan lingkaran di tengahnya yang menggambarkan sembilan dewa Hindu atau Dewata Nawa Sanga.
Lambang ini tak sekadar ornamen; ia adalah representasi dari kosmologi Hindu yang mencerminkan filosofi dan sistem kepercayaan masyarakat Majapahit yang mendalam. Surya Majapahit sering di jumpai di langit-langit candi, stupa, batu nisan, dan berbagai artefak arkeologis lainnya.
Menjelajahi Candi-Candi Bersejarah
Situs Trowulan memiliki beberapa candi dan peninggalan lainnya yang dapat di jangkau dengan motor atau mobil di jalan raya Mojokerto menuju Jombang. Candi pertama yang dapat di temukan adalah Candi Bajang Ratu dan Candi Tikus.
Candi Bajang Ratu di bangun oleh Ratu Tribhuwana Wijaya Tungga Dewi untuk menghormati Raja Jayanegara. Dan yang terkait dengan upacara Sradha dalam agama Hindu. Candi Tikus, yang merupakan pemandian suci dari abad ke-13 atau ke-14, memiliki sekitar 46 pancuran. Dan dengan 19 yang masih ada dan sisanya di simpan di Museum Majapahit.
Kolam Segaran: Warisan Teknologi dan Rekreasi
Kita dapat berkunjung ke Kolam Segaran. Kolam ini merupakan salah satu dari 32 kolam kuno Majapahit yang masih dapat di saksikan hingga saat ini. Kolam Segaran memiliki ukuran sekitar 375 meter panjang dan 175 meter lebar. Yang dengan kedalaman kurang lebih 3 meter.
Kolam ini berfungsi sebagai waduk buatan untuk mengendalikan sumber dan jalur air, serta sebagai bagian dari sistem irigasi dan untuk berekreasi serta menjamu tamu dari luar negeri.
Sebagian besar peninggalan Kerajaan Majapahit dapat kita saksikan di Museum Majapahit yang berada dalam kawasan situs Trowulan. Museum yang menyajikan artefak peninggalan Kerajaan ini mulai dari kemampuan mengatur tata kota dengan bentuk kawasan berparit sampai prasasti dan arca keagungan Majapahit.
Menghidupkan Sejarah, Menggali Identitas Bangsa
Ada juga Candi Brahu, nama “Brahu” di duga berasal dari kata “wanaru” atau “warahu”. Yang berarti dan mempunyai arti bangunan suci. Candi Brahu memiliki denah bujur sangkar dengan ukuran sisi sekitar 20,7 meter dan tinggi mencapai 25,7 meter. Bangunan ini terbuat dari batu bata merah dan menghadap ke arah barat.
Di bagian tengah terdapat bilik utama berukuran 4 x 4 meter. Yang dulunya di gunakan sebagai tempat penyimpanan abu jenazah, meskipun tidak di temukan bukti fisik yang mendukung fungsi tersebut.
Ketiga candi di atas akan terlihat masih terjaga dengan baik dan dapat kita nikmati dengan retribusi masuk Rp. 3.000-Rp. 5.000. Sedangkan untuk masuk ke Museum Majapahit di kenakan biaya Rp. 10.000, namun untuk Kolam Segaran tidak di pungut biaya.
Di tulis oleh:
Taufik Pramudja, lahir 53 tahun lalu di Surabaya, berkarir di Pendidikan di Kepulauan Riau. Ia adalah penulis beberapa antologi bersama Jendela Puspita. Dan yang percaya bahwa karya akan di kenang meski jasad telah tiada.
(***)





