
trenddjakarta.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan atau reshuffle jajaran Kabinet Merah Putih, yang keempat kalinya. Hal ini bukti nyata dalam situasi ekonomi tidak menentu, negara hadir melakukan pembenahan.
Presiden Prabowo salah satunya melakukan yang adalah pergantian Kepala Badan KarantinaAbdul Kadir Karding. Figur asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini di harapkan dapat membangkitkan kembali integritas yang berpihak kepada pelaku usaha.
Hal ini di sampaikan Pembina Perkumpulan Petani Sarang Walet Nusantara (PPSWN) Benny Hutapea dalam keterangan persnya, Jumat (1/5/2026) di Jakarta. Benny sapaan akrabnya berharap pergantian Kepala Badan Karantina ini, dapat memperbaiki sistem kepemimpinan sebelumnya.
“Harapanya kepala badan karantina baru dapat memberikan kepastian regulasi tumpang tindih kewenangan sectoral kelembagaan pemerintahan,” ujarnya.
Benny saat ini sudah menyusun makalah terkait urgensi pembenahan Badan Karantina Nasional (Barantin) yang di sinyalir memberikan hambatan serius pada Industri Sarang Burung Walet (SBW) Indonesia. Pada makalahnya, dia menyampaikan Barantin cenderung lemah dan tidak berdaya menghadapi tekanan Badan Bea Cukai Negara lain, yang membatasi ekspor Sarang Burung Walet (SBW) Indonesia.
“Barantin juga di nilai memiliki ego sektoral yang tinggi, tercermin dengan tidak optimalnya koordinasi dan diplomasi dalam memperjuangkan fasilitasi ekspor SBW,” ucap Benny.
Kata Pengusaha SBW ini, praktek monopoli dalam internal kelembagaan Baramtin menjadi penghambat. Sehingga terjadi penurunan drastis nilai ekspor komoditas SBW dalam 5 tahun terakhir.
“Para pengusaha dan petani SBW mengalami penurunan kuantitas dan nilai ekspor. Kemudian terdapat kehilangan potensi devisa negara yang sangat besar di bisnis SBW ini,” tukas Benny.
Potensi Devisa Sarang Burung Walet Indonesia
Sarang Burung Walet (SBW) Indonesia yang seharusnya memiliki daya tawar dan nilai tinggi. Hal ini di karenakan pada abad 17 di era Dinasti Ming produk ini menjadi prodak unggulan indonesia, karena 80% hasil budidaya sarang burung walet dunia dari Indonesia.
“Bentuk pengalihan ekspor juga berdampak pada peningkatan volume ekspor SBW Ilegal. Di mana mencapai sekitar 2.000 ton per tahun, yang memberikan dampak kerugian terhadap negara 90 triliun pertahun,” ujar Benny.
Terkait dengan dominasi Barantin pada Sektor SBW dan lemahnya koordinasi dengan Kementerian lain. Para petani SBW Indonesia berharap Kepala Barantin yang baru di lantik Abdul Kadir Karding dapat memberikan secercah harapan kedepannya.
“Barantin akan mengedepankan koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga lain. Seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Imigrasi, dan lain-lain. Barantin tidak menjadi alat Ekonomi dan Diplomasi, untuk mendukung perekonomian nasional,” terang Benny.
Di ketahui Petani SBW Indonesia sangat merindukan perubahan dan kehadiran pemerintah, untuk sektor SBW. Benny menilai bahwa diplomasi yang di lakukan Barantin masih sangat lemah,
“Dengan ketegasan serta pengaruh Kepala Barantin yang baru, Saya optimis bahwa kedepan sektor SBW Indonesia akan semakin kuat dan berkontribusi pada perekonomian Indonesia,” tutupnya. (red)
Sumber : Gusdin






