
trenddjakarta.com, 25 Juni 2026 – Film Indonesia ‘3 Hari untuk Selamanya’ karya sutradara Riri Riza dan produser Mira Lesmana merupakan salah satu film road movie paling berpengaruh dalam perfilman Indonesia modern. Di rilis pada tahun 2007. Film ini memiliki dampak yang cukup signifikan bagi perkembangan perfilman Indonesia, juga bagi grup musik Float. Berawal dari ketidaksengajaan, mini album Float sampai ke tangan Mira Lesmana dan Riri Riza pada tahun 2005. Yang bersamaan dengan persiapan penggarapan film 3 Hari Untuk Selamanya. Keduanya jatuh cinta dengan musik dan lirik dari mini album tersebut. Hingga akhirnya memutuskan menggandeng Float untuk mengisi latar musik film 3 Hari Untuk Selamanya.
Bagi banyak penonton, 3 Hari untuk Selamanya menjadi pintu pertama untuk mengenal Float. Sebaliknya, bagi para pendengar Float, film ini menjadi medium yang memperlihatkan bagaimana musik dapat memperluas makna sebuah cerita. Hubungan keduanya terasa sangat organik. Seolah film dan musik tersebut memang di ciptakan untuk saling melengkapi.
19 tahun setelah film ini di rilis, label musik demajors berinisiasi untuk merilis ulang album ini dalam format vinyl. Album yang bertajuk Music For 3 Hari Untuk Selamanya ini berisikan nomor-nomor popular seperti “3 Hari Untuk Selamanya”. Yang juga di jadikan judul film, “Pulang”, “Stupido Ritmo”, hingga “Sementara”. Bagi demajors album ini merupakan sebuah tonggak pencapaian kreatif dari era 2000-an. Tetapi yang masih relevan hingga ke generasi muda masa kini.
“Lebih dari sekadar soundtrack, musik Float telah menjadi bagian dari memori kolektif sebuah generasi. Hadirnya dalam bentuk piringan hitam di harapkan menjadi perpanjangan tangan narasi bagi generasi yang lebih muda.” Ujar David Tarigan selaku A&R label musik demajors.
Rilisnya album soundtrack film 3 Hari Untuk Selamanya dalam bentuk vinyl rupanya di sambut baik oleh Miles Films yang merupakan rumah produksi besutan Mira Lesmana & Riri Riza.
Riri Riza, sutradara film ini, menyampaikan. “Float berhasil menangkap semangat kebebasan, pencarian diri, dan kegelisahan zaman yang menjadi jiwa 3 Hari Untuk Selamanya. Musik mereka tidak hanya menemani gambar, tetapi juga memperpanjang pengalaman emosional yang ingin kami sampaikan kepada penonton.”
Mira Lesmana, produser film tersebut, menambahkan. “Soundtrack 3 Hari Untuk Selamanya adalah salah satu kolaborasi musik dan film yang asik, seru dan penuh kenangan manis. Kami senang musik yang begitu melekat dengan film ini kini dapat kembali di nikmati dalam format piringan hitam. Dan berharap karya tersebut dapat terus menemukan pendengar dan penikmat baru.”
Grup musik Float saat memproduksi album Music For 3 Hari Untuk Selamanya kala itu di punggawai oleh Meng (Hotma Roni Simamora, Vokalis/ Gitaris, Komposer), Bontel (W. Benyamin, Gitaris/ Sound Designer), dan Remon (Reymond Agus Saputra, Basis). Secara teknis di bantu oleh Wesley Jeremia, Yossie Adytiawarman pada keyboard, Hengky Alexander pada drum, Gatut Santoso pada trompet, Hendricus Wisnugroho pada perkusi, dan penampilan khusus oleh Riza Arshad pada akordion pada lagu “Surrender”, dan backing vocal oleh Leony Aurora pada lagu “Pulang”.
“Nasib baik nempel terus di album ini. Float udah bubar sebelum akhirnya Mbak Mira ngumpulin gue, Bontel, dan Remon lagi untuk menuhin janji kami ngerjain album ini. Bisa aja, Mbak Mira cari & dapetin band lain untuk gantiin Float yang waktu itu masih jadi anak bawang di skema musik Indonesia dalam segala skala. Kami beruntung, Mbak Mira sengotot itu.” ujar Meng mengenai album ini.
Album Music For 3 Hari Untuk Selamanya meraih penghargaan Abhinaya Trophy untuk Soundtrack Terbaik di ajang Jakarta Film Festival dan Best Theme Song di ajang MTV Indonesia Movie Award (2007).
“Buat gue pribadi, untuk dapetin predikat sebagai album soundtrack terbaik waktu itu, jadi beban yang lumayan berat. Karena kami bertiga tidak benar-benar mulai dari 0, tidak bikin ĺagu berdasarkan skripnya. Cuma “3 Hari Untuk Selamanya” doang yang di buat khusus untuk film itu. Itu pun hasil dari adaptasi lirik doang karena lagu orisinilnya udah gue bikin di awal 90an. Sangat jauh dari bayangan gue tentang kerjaan bikin original soundtrack buat film. Seinget gue, karena itu lah judul albumnya “Music for…”, bukan “OST…”. Lagi-lagi, karena nasib baik.” ujar Meng.
Album vinyl Music For 3 Hari Untuk Selamanya nantinya bisa di dapatkan dengan cara pre-order di situs resmi www.demajors.com . Yang +mulai tanggal 26 Juni 2026 pukul 10.00 WIB hingga 6 Juli 2026 pukul 23.59 WIB. Nantikan informasi selengkapnya melalui akun sosial media resmi demajors @demajorsrecs .
(***)







