
trenddjakarta.com, Jakarta, 11 Agustus 2026 — Memasuki 30 tahun perjalanannya di Indonesia, ESMOD Jakarta menghadirkan Global Mobility Pathway. Yaitu sebuah inisiatif yang membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar dan eksposur internasional. Yang melalui jaringan ESMOD di negara Prancis, serta kota Tokyo, Dubai, dan Seoul.
Melalui program ini, mahasiswa ESMOD Jakarta dapat memulai perjalanan pendidikan di Jakarta sebelum melanjutkan studi di salah satu kampus ESMOD dalam jaringan internasional. Kesempatan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar di lingkungan fashion yang berbeda, memperluas perspektif kreatif, memahami dinamika industri global. Serta membangun koneksi internasional yang dapat mendukung perjalanan karier di masa depan.
Ekosistem Belajar Global yang Membawa Dampak Kembali ke Indonesia
Perkembangan industri fashion yang semakin terhubung secara global menuntut talenta untuk memiliki kemampuan beradaptasi, wawasan lintas budaya. Serta pemahaman terhadap berbagai perspektif industri. Melalui Global Mobility Pathway, ESMOD Jakarta ingin memberikan pengalaman tersebut secara langsung kepada generasi talenta berikutnya.
Lebih dari sekadar pengalaman belajar di luar negeri. Program ini di harapkan menjadi jembatan yang memungkinkan mahasiswa membawa kembali pengetahuan, koneksi, dan perspektif baru untuk berkontribusi bagi industri fashion dan ekosistem kreatif Indonesia. Global Mobility Pathway juga membuka kesempatan bagi mahasiswa dari jaringan ESMOD International untuk belajar di ESMOD Jakarta.
Pertukaran dua arah ini di harapkan menciptakan lingkungan belajar yang lebih beragam. Yang sekaligus memperkenalkan Indonesia sebagai bagian dari ekosistem pendidikan fashion global. Melalui pengalaman belajar di Jakarta, mahasiswa internasional juga dapat mengenal lebih dekat kekayaan Indonesia. Termasuk kain tradisional, teknik kerajinan, budaya, serta potensi kreatif lokal yang dapat menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan karya.
30 Tahun Perjalanan dan Kontribusi ESMOD Jakarta
Sejak hadir pada 1996, ESMOD Jakarta telah menghasilkan kurang lebih 1.000 lulusan yang mengambil berbagai peran di industri fashion dan kreatif. Mulai dari desainer, entrepreneur, profesional industri, hingga berbagai bidang kreatif lainnya.
Suryo Danuwinoto selaku Chief Marketing Officer menyampaikan.
“Global Mobility Pathway merupakan langkah lanjutan dari perjalanan ESMOD Jakarta selama 30 tahun dalam mempersiapkan talenta fashion Indonesia. Kami ingin mahasiswa tidak hanya siap memasuki industri global, tetapi juga mampu membawa perspektif, kreativitas, dan identitas Indonesia ke dalam ekosistem fashion internasional.”
Dampak tersebut dapat terlihat dari perjalanan sejumlah alumni ESMOD Jakarta yang terus berkembang dan berkontribusi di industri. Sapto Djojokartiko dan Ria Miranda, misalnya, telah membangun brand yang di kenal luas dengan jaringan store di berbagai wilayah Indonesia. Hian Tjen, desainer ternama Indonesia yang karyanya kerap di kenakan figur publik Indonesia. Sementara itu, Yogie Pratama telah membawa karyanya ke panggung internasional. Termasuk melalui karya custom yang di kenakan oleh penyanyi dan entertainer dunia, Christina Aguilera.
Kontribusi tersebut juga terus berlanjut melalui generasi alumni terbaru. Beatrice Angelica dan Gabriel Marcella menjadi contoh bagaimana talenta lulusan ESMOD Jakarta mulai membangun koneksi dan kolaborasi di tingkat internasional melalui kerja sama dengan desainer dari Prancis.
Beragam perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana pendidikan ESMOD Jakarta dapat berkembang menjadi karya, brand, kolaborasi. Dan kontribusi yang memberikan dampak bagi industri kreatif Indonesia.
Bagi ESMOD Jakarta, pengalaman internasional bukan berarti meninggalkan identitas lokal. Sebaliknya, wawasan global di harapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk melihat potensi Indonesia dari perspektif yang lebih luas dan membawanya ke tingkat internasional.
Melalui Global Mobility Pathway, ESMOD Jakarta ingin melanjutkan kontribusi tersebut dengan memberikan akses yang lebih luas kepada generasi berikutnya untuk belajar dari berbagai lingkungan fashion dunia, membangun koneksi internasional dan membawa kembali pengalaman tersebut untuk berkontribusi bagi industri kreatif Indonesia.
“Ketika mahasiswa berpindah lingkungan, mereka juga di paksa untuk keluar dari cara berpikir yang familiar. Di situlah pembelajaran terjadi. Mereka belajar membaca budaya, beradaptasi dengan cara kerja yang berbeda. Dan menemukan bagaimana identitas kreatif Indonesia dapat di terjemahkan dalam konteks internasional.” Ungkap Guillaume Oger selaku Deputy Director of Academic Programs.
Bagi mahasiswa, kesempatan tersebut juga menjadi ruang untuk melihat perkembangan diri dan memperluas cara pandang terhadap dunia fashion. Maica Arjun, mahasiswa ESMOD Jakarta jurusan Fashion Design 2024 mengatakan.
“Saya melihat program ini bukan hanya sebagai kesempatan untuk belajar di luar Indonesia, tetapi sebagai kesempatan untuk melihat sejauh mana kreativitas saya dapat berkembang ketika berada di lingkungan yang berbeda. Saya ingin kembali dengan perspektif yang lebih luas, tanpa kehilangan apa yang membuat saya sebagai talenta Indonesia.”
Memasuki babak baru setelah tiga dekade perjalanan, ESMOD Jakarta berkomitmen untuk terus memperluas akses pendidikan, memperkuat koneksi internasional. Dan mempersiapkan talenta fashion Indonesia yang mampu berkarya di tingkat global dengan tetap membawa identitas lokal.
(***)





