
trenddjakarta.com – 9 September 2026, Kuala Lumpur: Seiring dengan percepatan ambisi ASEAN dalam ekonomi digital, AI, dan pemerintahan digital, kepercayaan digital menjadi faktor penting agar masyarakat, bisnis, dan pemerintah dapat menggunakan layanan digital dengan penuh keyakinan. Dua laporan baru GSMA yang di luncurkan hari ini di Digital Trust Summit di M360 ASEAN memperingatkan bahwa penipuan online, fraud, dan berbagai bentuk penipuan digital semakin menantang kepercayaan tersebut. Serta berpotensi menghambat kemajuan menuju ambisi digital yang lebih luas.
Laporan pertama, GSMA ASEAN Consumer Scam Report 2026, menemukan. Bahwa hampir separuh (45%) kasus penipuan yang di laporkan di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam masih belum terselesaikan. Yang meskipun konsumen telah melakukan lebih banyak langkah untuk melindungi diri. Konsumen dengan kasus yang belum terselesaikan melaporkan tingkat kepercayaan yang lebih rendah terhadap saluran komunikasi, platform digital, dan data sharing. Banyak di antaranya juga mengubah cara mereka menggunakan layanan digital dan menyikapi komunikasi yang mereka terima.
Laporan tersebut juga menemukan bahwa hampir satu dari sepuluh (8%) konsumen yang di survei melaporkan menjadi korban penipuan dalam 12 bulan sebelumnya. Di antara para korban penipuan, 68% mengalami kerugian finansial. Dan dari jumlah tersebut, 82% tidak berhasil memulihkan kerugian yang mereka alami. Hanya 10% yang berhasil memulihkan seluruh kerugian. Konsumen yang pernah mengalami penipuan juga memiliki kemungkinan lebih dari dua kali lipat untuk beralih ke rekening atau penyedia layanan lain di bandingkan mereka yang tidak pernah terdampak.
Laporan kedua, Digital Nations 2026: Building Trusted Digital Ecosystems in ASEAN, menegaskan bahwa kepercayaan telah menjadi faktor strategis yang memungkinkan terwujudnya masa depan digital ASEAN. Seiring negara-negara di kawasan ini mengembangkan strategi ekonomi digital, mengadopsi AI, menjalankan program pemerintahan digital, serta memperkuat integrasi digital lintas batas, laporan tersebut menyoroti bahwa kepercayaan terhadap infrastruktur, layanan, dan institusi digital semakin menentukan sejauh mana digitalisasi dapat mendorong adopsi dan inovasi, meningkatkan investasi, serta menghasilkan dampak sosial dan ekonomi.
Laporan tersebut mencatat bahwa teknologi yang berkembang turut mengubah sifat kepercayaan digital itu sendiri. AI memungkinkan serangan phishing, deepfake, kloning suara, dan pemalsuan identitas digital yang semakin canggih. Sehingga semakin sulit bagi individu maupun organisasi untuk membedakan interaksi yang sah dari yang bersifat penipuan. Oleh karena itu, kepercayaan digital semakin bergantung pada kemampuan ekosistem untuk memverifikasi identitas. Mengautentikasi komunikasi, memperkuat ketahanan, serta berbagi intelijen tepercaya guna mencegah kerugian sebelum terjadi.
Julian Gorman, Head of Asia Pacific, GSMA, mengatakan.
“Akses saja kini tidak lagi cukup. Seiring dengan semakin canggihnya ekonomi digital ASEAN. Masyarakat harus memiliki kepercayaan bahwa layanan digital aman, andal, dan dapat di pertanggungjawabkan. Temuan dari kedua laporan ini menunjukkan bahwa kepercayaan digital semakin menjadi prasyarat bagi partisipasi, inovasi, dan pertumbuhan digital. Negara-negara yang membangun kepercayaan terhadap infrastruktur, layanan, dan institusi digital akan memiliki posisi yang lebih baik untuk mewujudkan ambisi digital mereka. Hal ini memerlukan pemerintah, operator seluler, platform digital, institusi keuangan. Dan pemangku kepentingan lainnya untuk bekerja sama dalam memverifikasi identitas, mengautentikasi komunikasi juga mencegah fraud sebelum menimbulkan kerugian.”
Temuan Utama dari GSMA ASEAN Consumer Scam Report 2026
- 96% konsumen khawatir menjadi korban penipuan atau peretasan
- Hampir 9 dari 10 konsumen mengenali setidaknya satu bentuk AI yang digunakan dalam penipuan
- Meskipun 69% korban melaporkan penipuan, hampir separuh (45%) kasus yang dilaporkan masih belum terselesaikan
- messaging kini menjadi saluran yang paling umum bagi konsumen untuk menemukan penipuan, dengan 41% pengalaman penipuan terjadi melalui saluran tersebut
- Semakin banyak konsumen di seluruh kawasan yang mengaitkan platform digital utama dengan penipuan
- Aktivitas penipuan semakin bergeser ke modus penipuan investasi, mata uang kripto, belanja online. Dan pekerjaan, yang membujuk konsumen untuk mengirimkan uang mereka sendiri.
Operator Seluler Membantu Membangun Ekosistem Digital yang Tepercaya
Laporan Digital Nations 2026 mengidentifikasi empat fondasi kepercayaan digital yang saling berkaitan:
- Identitas: kemampuan untuk memverifikasi individu dan organisasi dalam lingkungan digital.
- Komunikasi: kepercayaan terhadap keaslian dan integritas interaksi digital.
- Jaringan yang Tangguh: infrastruktur dan kapabilitas keamanan siber yang menjaga layanan digital tetap tersedia dan aman.
- Intelijen Kolektif: penciptaan, pembagian, dan pemanfaatan informasi tepercaya untuk memperkuat keamanan, ketahanan, dan integritas sistem digital.
Yang tidak kalah penting, kolaborasi regional yang lebih erat dapat memperbesar dampak berbagai inisiatif nasional, dengan membantu negara-negara saling belajar, memperkuat ketahanan, dan membangun kepercayaan yang lebih besar terhadap transformasi digital ASEAN.
M360 ASEAN Digital Trust Summit di Kuala Lumpur
Digital Trust Summit di M360 ASEAN mempertemukan para pemimpin dari pemerintah, industri, dan organisasi internasional. Di mana untuk membahas bagaimana ASEAN dapat memperkuat kepercayaan dalam interaksi digital. Serta membangun ekosistem digital yang lebih aman, tangguh, dan inklusif. Para delegasi mendengarkan pembicara yang mewakili operator jaringan seluler, Google, Meta, International Telecommunication Union (ITU), Mastercard. Serta pemerintah dari berbagai negara di kawasan ASEAN.
M360 ASEAN akan berlanjut besok, Kamis, 10 September, dengan para pemimpin dari pemerintah, operator seluler, perusahaan teknologi, dan ekosistem digital yang lebih luas membahas bagaimana ASEAN dapat beralih dari ambisi digital menuju implementasi yang tepercaya. Hari tersebut akan dibuka dengan sambutan dari YB Dato’ Seri Fahmi Fadzil, Menteri Komunikasi Malaysia; Dr. Kao Kim Hourn, Sekretaris Jenderal ASEAN. Dan juga Vivek Badrinath, Director General GSMA.
(***)





