
trenddjakarta.com, 14 September 2026 – Sampoerna Academy memperingati Hari Literasi Internasional ke-60 melalui Literacy Day 2026 dengan mengusung tema “Literacy for People, the Planet, and Prosperity.” Berlangsung di Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya. Kegiatan ini mengajak siswa melihat literasi tidak hanya sebagai kemampuan membaca, tetapi juga sebagai proses untuk memahami berbagai perspektif. Mengeksplorasi ide & mengubah apa yang di pelajari menjadi karya. Hal tersebut di wujudkan melalui peluncuran tiga buku karya siswa yang terinspirasi dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Ketika Literasi Lebih dari Sekadar Membaca
Memaknai literasi tidak berhenti pada kemampuan memahami apa yang di baca, tetapi juga bagaimana pengetahuan tersebut dapat membantu siswa melihat dunia dari berbagai sisi. Semangat inilah yang di angkat dalam Literacy Day 2026 melalui tema “Literacy for People, the Planet, and Prosperity”. Yang mengajak siswa menghubungkan literasi dengan kehidupan manusia, kepedulian terhadap lingkungan. Serta peluang untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
Salah satu hasil dari proses pembelajaran tersebut adalah tiga buku karya siswa Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya. Dan yang di luncurkan dalam Literacy Day 2026. Buku-buku ini merupakan hasil Writing Competition. Yang di selenggarakan dalam melalui pembelajaran Bahasa Indonesia dan Projek Co-Curricular. Karya terpilih kemudian di kembangkan bersama guru melalui proses pengembangan ide, penulisan, dan revisi hingga menjadi buku.
Tiga karya yang di luncurkan dalam momentum Literacy Festival 2026 adalah:
Primary Level: Minggu yang Menyenangkan karya Alicia Georgia Marcia Oscar, dengan ilustrasi oleh Gwyneth Allison Supiyan dan Frances Eunice B.B.
Secondary Level: Panen Kekuatan Rahasia karya Aireen Angelie Effendy, dengan ilustrasi oleh Cherish Annabelle Utomo dan Sumiko Nicoline Pricendra.
Secondary Level: Di antara Ombak & Bisikan karya Annabel Gladys Tjipto, dengan ilustrasi oleh Eugene Poh, Miranda, dan Jennifer.
Komitmen menumbuhkan budaya literasi ini tidak berhenti di dalam kelas. Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya. Yang melalui penyerahan buku karya siswa ke Perpustakaan Umum Surabaya dan Taman Baca Masyarakat (TBM) Surabaya. Langkah ini di ambil untuk memperluas akses bacaan anak sekaligus mendukung penguatan ekosistem literasi masyarakat di Surabaya.
(***)







