
trenddjakarta.com – Sebanyak 1.000 bibit mangrove di tanam di Arboretum Mangrove Park, Pedungan, Denpasar, Bali, melalui kolaborasi POLRI dan Seasoldier, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Environmental Concern: Penanaman 1.000 bibit Mangrove POLRI x Seasoldier”. Dan menjadi bagian dari The International Association of Women Police (IAWP) Training Conference Bali 2026.
Berbeda dari kegiatan penanaman yang hanya berfokus pada hari pelaksanaan. Program ini di lanjutkan dengan monitoring dan perawatan mangrove setiap dua bulan selama satu tahun.
Hasil pemantauan akan di susun dalam bentuk laporan analisis dan data yang dapat di akses melalui Dashboard Seasoldier.
Mangrove dan Perlindungan Pesisir
Penanaman mangrove menjadi salah satu upaya untuk menjaga kawasan pesisir Bali dari berbagai tekanan lingkungan, termasuk abrasi.
Penelitian berjudul “Spatiotemporal analysis of shoreline change trends and adaptation in Bali Province, Indonesia” pada 2024 mencatat perubahan garis pantai Bali selama periode 2016–2021.
Panjang garis pantai dalam penelitian tersebut tercatat berkurang dari 668,64 kilometer menjadi 662,59 kilometer. Yang dengan rata-rata penyusutan sekitar 1,21 meter per tahun.
Mangrove memiliki fungsi ekologis penting bagi wilayah pesisir. Akar mangrove membantu menahan sedimen dan meredam energi gelombang. Dan sekaligus menjadi tempat hidup berbagai organisme.
Upaya perlindungan ekosistem mangrove di Bali sendiri telah di atur dalam Perda Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kawasan Ekosistem Mangrove.
Ada Monitoring Selama Satu Tahun
Founder dan COO Seasoldier, Dinni Septianingrum, menekankan pentingnya memastikan penanaman mangrove berjalan bersama proses pemantauan.
“Penanaman mangrove di Indonesia harus konsisten dan masif serta berjalan beriringan dengan perkembangan ilmu pengetahuannya agar tidak sia-sia,” ujar Dinni.
Menurutnya, rehabilitasi mangrove penting di lakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kawasan pesisir di tengah tekanan alih fungsi lahan.
Sementara itu, POLRI menjadikan kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk implementasi Green Policing.
Ketua Seksi Environmental Concern, KBP Siwi Erma, S.I.K., mengatakan penanaman 1.000 mangrove menjadi bentuk kepedulian Polisi Wanita Republik Indonesia terhadap ekosistem pesisir.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari IAWP 63rd Annual Training Conference 2026 yang mengangkat tema “Women Leading Global Change”.
Libatkan Peserta dari Berbagai Negara
Agenda penanaman turut di hadiri President IAWP Julia Jaeger, Polwan RI, Bhayangkari, Bendesa Desa Pedungan, serta Mangrove Ranger sebagai kolaborator lokal.
Peserta konferensi IAWP dari berbagai negara juga di libatkan dalam aksi tersebut.
Seasoldier berharap kolaborasi ini dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas untuk menjaga kawasan pesisir di Indonesia.
Dengan adanya penanaman yang di sertai monitoring dan perawatan, 1.000 mangrove yang di tanam di Pedungan di harapkan dapat terus di pantau perkembangannya dan memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir dalam jangka panjang.
(Td/Hnd)







