
trenddjakarta.com, JAKARTA, 7 Oktober 2026 – Rimini Street, Inc. (Nasdaq: RMNI), perusahaan Dukungan Perangkat Lunak dan Agentic AI ERP™. Dan sekaligus penyedia layanan dukungan pihak ketiga terkemuka untuk perangkat lunak Oracle, SAP, dan VMware mengumumkan hasil survei global terbaru berjudul “2026 IT Virtualization Survey – What’s Next for VMware Users”. Survei ini di lakukan pada hampir 300 organisasi pengguna VMware oleh Unisphere Research atas nama Rimini Street.
“Organisasi menginginkan lebih banyak pilihan, fleksibilitas, dan kendali atas strategi virtualisasi TI mereka,” ujar Keith Costello, EVP and chief operating officer, Rimini Street.
“Rangkaian layanan kami untuk VMware membantu klien mengurangi biaya, memperkuat keamanan, meningkatkan kualitas dukungan, dan memperpanjang nilai investasi VMware yang sudah ada. Tanpa harus terikat jadwal yang berpotensi mengganggu operasional atau peta jalan vendor yang seragam. Temuan survei ini menegaskan kebutuhan bisnis akan strategi praktis dan independen dari vendor. Yang di mana prioritas bisnis kembali berada dalam kendali klien.”
Biaya Tetap Menjadi Faktor Utama dalam Mencari Solusi Alternatif VMware
Temuan utama: 90% responden mengatakan mereka mempertimbangkan pilihan alternatif VMware karena biaya lisensi yang lebih tinggi. Sementara 54% menyebut berakhirnya dukungan lisensi perpetual sebagai alasan lain untuk mengevaluasi opsi alternatif.
Survei ini menunjukkan biaya tetap menjadi faktor utama bisnis dalam menentukan arah strategi virtualisasi TI. Yang dengan hampir tiga perempat responden (73%) menyebut penghematan biaya sebagai prioritas utama. Pada saat yang sama, organisasi melaporkan berbagai hambatan yang signifikan dalam mencapai kemajuan yang mencakup kompleksitas operasional (40%), tantangan dalam mengelola berbagai vendor (38%), mengamankan permukaan serangan yang semakin luas (37%), serta kebutuhan akan keterampilan tim (37%).
Temuan survei ini menunjukkan bahwa meskipun organisasi secara aktif melakukan perubahan. Mereka juga perlu mencari cara mengurangi risiko dan menghindari gangguan yang tidak di perlukan.
Pimpinan TI Pilih Strategi Multi-Hypervisor dan Hibrida untuk Kendali dan Fleksibilitas yang Lebih Besar
Temuan utama: 60% responden mempertimbangkan strategi multi-hypervisor, yang mencerminkan meningkatnya minat terhadap lingkungan TI campuran yang lebih fleksibel dan mampu mendukung tujuan operasional dan keuangan. Selanjutnya, 47% memilih strategi virtualisasi TI hibrida yang terdiri dari hypervisor dan container demi manfaat terbaik dari keduanya dalam penempatan beban kerja.
Temuan survei ini juga menunjukkan semakin banyak organisasi yang mempertimbangkan berbagai pilihan di luar VMware Cloud Foundation (VCF). Hampir setengah responden (48%) mengatakan saat ini mereka tidak berencana memindahkan aset mereka ke VCF. Temuan ini menunjukkan bahwa banyak perusahaan mengambil pendekatan lebih terukur dengan memprioritaskan strategi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, investasi yang sudah ada, dan model operasional mereka.
Tren ini menunjukkan semakin beragamnya strategi virtualisasi TI perusahaan dengan peralihan jangka panjang. Yang menuju lingkungan virtualisasi yang lebih di sesuaikan dan menggunakan berbagai platform. Seiring organisasi mengevaluasi kembali langkah mereka menuju modernisasi. Mereka semakin mengadopsi pendekatan yang menggabungkan infrastruktur on-premises, private cloud, public cloud. Dan hypervisor alternatif untuk mendukung fleksibilitas beban kerja, efisiensi operasional, dan pengendalian biaya yang lebih baik.
Mayoritas Pelanggan VMware Pertimbangkan Dukungan Pihak Ketiga guna Melindungi dan Memperpanjang Masa Manfaat Investasi VMware
Temuan utama: 66% responden saat ini menggunakan atau sedang mempertimbangkan dukungan pihak ketiga. Beberapa alasan utama yang di sebutkan ialah keamanan (60%), dukungan instalasi dan implementasi (57%), dan kekhawatiran terkait layanan dan dukungan (54%).
Para pemimpin keamanan TI mengaku kewalahan menghadapi “vulnerability treadmill” atau siklus kerentanan TI yang terus berulang. Dalam lingkungan TI yang tervitualisasi, satu mesin virtual yang berhasil di susupi dapat mengekspos ratusan mesin virtual lainnya. Di mana meningkatkan risiko gangguan layanan dan potensi kebocoran data. Hal ini kemudian menjadikan hypervisor sebagai target bernilai tinggi bagi serangan ransomware dan advanced persistent threats.
Seiring pelanggan VMware mengevaluasi kembali strategi virtualisasi mereka. Dan banyak yang mulai mempertimbangkan dukungan pihak ketiga untuk memperkuat cakupan layanan, menjaga kelangsungan operasional, dan memperpanjang nilai investasi yang sudah ada. Temuan ini menunjukkan bahwa organisasi menginginkan kendali yang lebih besar atas cara mereka mengamankan, mendukung, dan mengembangkan lingkungan TI mereka.
Lebih lanjut, 77% pemimpin keamanan virtualisasi TI menilai solusi keamanan yang menyediakan visibilitas ancaman secara real-time dan perlindungan proaktif terhadap kerentanan akan memberikan manfaat. Di mana alih-alih hanya mengandalkan program patching dari Broadcom. Secara keseluruhan, survei ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan akan strategi virtualisasi yang lebih tangguh dengan pendekatan keamanan yang terintegrasi sejak awal.
“Perubahan arah yang terjadi di kalangan pengguna VMware saat ini bukan sekadar tentang mengganti satu vendor dengan vendor lainnya. Hal ini mencerminkan upaya yang lebih luas dari perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada satu penyedia. Menjaga keberlangsungan sistem yang sangat penting bagi operasional, dan melakukan modernisasi sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.” Kata Joe McKendrick, lead analyst, Unisphere Research.
“Bagi banyak bisnis, hal ini berarti menyeimbangkan dukungan untuk lingkungan yang sudah ada dengan investasi baru. Dan yang di rancang untuk meningkatkan ketahanan, keamanan, dan skalabilitas dari waktu ke waktu.”
Akses laporan lengkap 2026 IT Virtualization Survey – What’s Next for VMware Users yang dapat di unduh di tautan tersebut.
Metodologi Survei
Survei ini di lakukan oleh Unisphere Research bekerja sama dengan Rimini Street. Unisphere Research merupakan unit bisnis riset pasar dari Unisphere Media yang merupakan bagian dari Information Today, Inc., penerbit majalah Database Trends and Applications dan buletin 5 Minute Briefing. Survei ini melibatkan 269 eksekutif, manajer, dan profesional dari berbagai organisasi pengguna VMware. Antara Desember 2025 dan Februari 2026 untuk mengetahui penggunaan saat ini, rencana ke depan, dan persepsi terhadap VMware di bawah Broadcom. Serta minat terhadap solusi alternatif. Seluruh responden merupakan pengguna solusi VMware pada saat survei di lakukan.
(***)




