
British Council dan Kemenag Perkuat 6.000 Guru Jelang Bahasa Inggris Wajib di MI Tahun 2027 Melalui Program STEPS-CoP
trenddjakarta.com, Jakarta – Menjelang Bahasa Inggris wajib untuk kelas 3-6 di Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada Juli 2027, British Council dan Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program STEPS-CoP.
Program ini akan memperkuat 6.000 guru di 34 kabupaten/kota. Selain itu, British Council menyiapkan 68 pemimpin komunitas untuk mendampingi guru secara langsung di lapangan.
Apa Itu Program STEPS-CoP?
STEPS-CoP adalah Strengthening the Teaching of English in Primary Schools through Communities of Practice. Program ini tidak hanya mengejar jumlah peserta.
Tim British Council ingin guru punya ruang untuk belajar bersama. Tim juga ingin guru mendapat dukungan untuk terus berkembang. Model ini mendorong guru untuk saling berbagi praktik baik di madrasah masing-masing.
Aturan Baru Bahasa Inggris Wajib 2027
Aturan ini sesuai Permendikbudristek No.12 Tahun 2024. Saat ini Bahasa Inggris masih menjadi mata pelajaran pilihan hingga tahun ajaran 2026/2027.
Setelah itu, mata pelajaran ini akan menjadi wajib mulai tahun ajaran 2027/2028. Oleh karena itu, Kemenag menyiapkan guru sejak sekarang agar siap menghadapi perubahan kurikulum tersebut. Persiapan dini ini sangat penting untuk menjaga kualitas pembelajaran di MI.
Dukungan untuk Guru Madrasah
Country Director Indonesia British Council, Summer Xia, menjelaskan pentingnya kolaborasi ini. Ia menyebut program ini sebagai peluang untuk memperkuat pendidikan Bahasa Inggris sejak dini.
“Mempersiapkan Bahasa Inggris wajib di madrasah bukan hanya soal kurikulum. Kami ingin membekali guru untuk membuka peluang baru bagi jutaan anak,” ujar Summer Xia.
Ia menambahkan, British Council menggabungkan keahlian global dengan pengalaman pendidik Indonesia. Dengan cara ini, model pengembangan profesional bisa tumbuh dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Melalui STEPS-CoP, guru bisa saling belajar dan memimpin perubahan di komunitasnya. Hasilnya, pendidikan Bahasa Inggris berkualitas bisa menjangkau lebih banyak anak di seluruh Indonesia.
(Ju)







