
trenddjakarta.com, JAKARTA, 21 OKTOBER 2026 – Bagi Amanda Caesa, sebuah karya tidak hanya soal apa yang terdengar, tapi bagaimana cerita di baliknya disampaikan. Musik dan seni visual bagi Amanda adalah dua medium yang berjalan beriringan untuk mengekspresikan ide, perasaan, dan perspektif personalnya.
Belajar Desain Grafis di Bristol Bukan Sekadar Warna
Berbekal pengalaman kuliah desain grafis di Bristol, Inggris, Amanda melihat kreativitas sebagai ruang untuk membangun konsep. Baginya, desain bukan hanya soal layout atau pilihan warna, tapi ada proses kreatif panjang di baliknya untuk membentuk karakter sebuah karya tanpa kehilangan kejujuran.
“Belajar graphic design bukan hanya belajar layout, gambar, atau milih-milih warna saja. Tapi ada proses kreatif di balik itu,” kata Amanda.
Dari Les Piano Hingga Karya Visual
Tumbuh di keluarga yang dekat dengan seni, Amanda sudah akrab dengan musik dan seni sejak kecil. Ia memulai dari les piano dan vokal, lalu belajar gitar secara otodidak. Ketertarikannya tidak berhenti di musik, tapi juga merambah seni gambar, lukis, merajut, hingga pottery.
“Apapun yang berhubungan dengan seni yang bisa aku tampilkan, dan pada akhirnya yang aku seriusin ada sisi seni musik aku. Lebih senangnya lagi, aku bisa menggunakan karya lagu aku untuk tetap tunjukin sisi artsy aku,” tuturnya.
Lagu pertamanya Even If You Aren’t There For Me (2019) menjadi titik awal. Dari yang awalnya penuh keraguan, Amanda kini mulai terlibat langsung dalam elemen visual karyanya, dari artwork hingga materi promosi.
Musik Menjadi Ruang untuk Mengenal Diri
Pengalaman di Inggris membentuk cara Amanda memahami proses berkarya. Setelah kembali ke Indonesia, ia menjadi lebih terbuka terhadap kolaborasi dan sudut pandang berbeda.
Perkembangan itu terasa saat proses rekaman. Amanda kini lebih percaya diri mencoba berbagai pendekatan vokal dan semakin mengenali karakter suaranya sendiri.
“Amanda yang dulu mungkin penuh dengan ragu dan khawatir, namun seiring berjalannya waktu aku belajar untuk berani menyuarakan pendapatku saat mengerjakan musik. Hasilnya ternyata terasa lebih baik, lebih jujur,” ujarnya.
Babak Baru: Let the World Meet the Real Me
Melalui karya terbarunya nanti, Amanda ingin memperlihatkan sisi dirinya yang selama ini belum sepenuhnya terungkap. Baginya, musik bukan cuma soal menghasilkan lagu yang enak didengar, tapi tentang menyampaikan sesuatu yang personal.
“Aku ingin lebih jujur dalam menyampaikan perasaan, cerita, dan perspektif aku lewat lagu,” ungkapnya.
Ia menyebut fase ini sebagai “let the world meet the real me”. Yaitu sebuah keinginan untuk tampil lebih utuh sebagai musisi, berdamai dengan diri sendiri, dan terus mengeksplorasi musik tanpa terpaku pada satu genre.
(JU)



