Trenddjakarta.com – Apa yang ada di benak kamu ketika mendengar kata magang? Identik dengan setelan hitam-putih? Atau lekat dengan “asisten” karyawan tetap di suatu perusahaan, mulai dari menyiapkan data atau bahan presentasi, sampai dimintai tolong print atau fotocopy? Padahal magang sejatinya adalah kawah candradimuka yang menjadi ajang latihan buat mahasiswa tingkat akhir sebelum memasuki dunia kerja.
Magang jadi ajang pemanasan dan merasakan suasana dunia kerja yang sebenarnya, sehingga lulusan perguruan tinggi bisa memiliki gambaran dan siap memasuki dunia kerja. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata magang adalah calon pegawai, yang belum diangkat secara tetap serta belum menerima gaji atau upah karena dianggap masih dalam taraf belajar.
Ngobrolin soal magang, kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) saat ini tengah membuka program magang kampus merdeka yang menggandeng sejumlah institusi terutama perusahaan rintisan. Berbagai posisi magang tersedia dengan kriteria latar belakang pendidikan yang beragam. Terdapat sekitar 36 ribu lowongan dari 128 mitra yang dalam program Magang Kampus Merdeka, yang kali ini memasuki angkatan atau batch ke-3.
Mengutip dari situs Kemendikbud, Haryo Kusuma Wibawa, Ketua program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) menerangkan bahwa program ini bukanlah magang biasa, karena mahasiswa dapat belajar dan berinteraksi langsung dengan dunia kerja di bawah bimbingan mentor-mentor profesional, serta ditempatkan di perusahaan mitra yang kredibel dan telah diseleksi sebelumnya.
“Program ini bertujuan untuk dapat membentuk mahasiswa yang siap kerja serta memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dari Industri dan dunia kerja, serta di akhir program nantinya mereka akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang dapat mereka gunakan ketika mereka lulus dari perguruan tinggi,” papar pria yang kerap disapa Tutus ini.
Edtech Cakap menjadi salah satu yang berpartisipasi dalam program ini, dengan membuka hingga 60 lowongan/posisi magang. Posisi yang tersedia diantaranya curriculum and content developer, learning experience designer, upskill partnership acquisition hingga retention. Jonathan Dharmasoeka, Chief of Business Cakap menyambut baik program magang kampus merdeka.
“Dengan hadirnya program magang bersertifikat di Cakap, kami berharap dapat membuka peluang dan kesempatan bagi para pelajar untuk mendapatkan pengalaman bekerja di perusahaan teknologi edukasi dan menjadi bagian dari transformasi pendidikan di Indonesia. Kami berkomitmen untuk mempersiapkan dan mengembangkan SDM khususnya mahasiswa di Indonesia melalui kolaborasi program magang bersertifikat Kampus Merdeka yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.” Ungkap Jonathan.
Beberapa manfaat yang bisa didapatkan dengan menjadi peserta magang di Cakap diantaranya mendapat fasilitas pelatihan formal dan teknologi secara berkala, mendapat mentor selama magang, hingga sertifikat. Selain itu yang pasti program Magang Kampus Merdeka di Cakap telah terkonversi menjadi 20 Satuan Kredit Semester (SKS). Peserta magang nantinya juga punya kesempatan untuk berkarir di Cakap setelah program pemagangan dan penyelesaian studi dari kampus masing-masing.
Pendaftaran bisa diakses melalui laman bit.ly/CakapKampusMerdeka, hingga tanggal 25 Juli ini. Program magang rencananya akan dimulai pada pekan pertama bulan Agustus. Adapun sebelum akhirnya diterima magang, calon peserta akan melalui beberapa tahapan seleksi.
Tahapan tersebut diantaranya seleksi berkas, tes kemampuan bahasa Inggris, hingga tes studi kasus. So, bagi mahasiswa tingkat akhir yang tertarik magang di perusahaan rintisan terutama bidang edtech, siapkan dokumen, dan daftarkan dirimu dalam program Magang Kampus Merdeka.
(Red)







