
trenddjakarta.com, Jakarta, 3 Maret 2025 – Ramadan adalah bulan penuh berkah yang di nanti-nantikan umat Muslim di seluruh dunia. Selama bulan ini, umat Islam menjalani puasa dari fajar hingga maghrib, yang berarti tubuh harus beradaptasi dengan pola makan-minum yang berbeda. Saat memasuki hari-hari pertama puasa, tubuh mengalami perubahan signifikan dalam pola metabolisme. Tubuh mulai beradaptasi dengan asupan yang lebih terbatas, yang sering kali menyebabkan perasaan lemas dan dehidrasi. Hal ini di sebabkan oleh kekurangan cairan dan elektrolit, bukan hanya rasa lapar semata. Terlebih bagi mereka yang tetap menjalani gaya hidup aktif selama puasa, risiko dehidrasi semakin meningkat.
Banyak yang mengira bahwa rasa lemas saat puasa hanya di sebabkan oleh kurangnya asupan makanan. Namun, menurut dokter umum sekaligus influencer kesehatan dr. Saddam Ismail. Faktor utama dari kondisi ini justru adalah kekurangan cairan dan elektrolit. Dokter Saddam Ismail menyarankan untuk lebih mengutamakan asupan cairan dan elektrolit saat sahur dan berbuka.
“Jika tubuh terasa lemas saat berpuasa, penyebab utamanya bukan hanya rasa lapar, melainkan kekurangan cairan dan elektrolit. Terlebih bagi mereka yang tetap menjalani gaya hidup aktif selama puasa, risiko dehidrasi semakin meningkat. Dehidrasi tidak hanya membuat tubuh terasa lemah, tetapi juga bisa menyebabkan sakit kepala, sulit berkonsentrasi, hingga gangguan pencernaan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan tubuh mendapatkan asupan cairan dan elektrolit yang cukup saat sahur dan berbuka,” jelas dr. Saddam.
Inilah mengapa rehidrasi menjadi sangat penting, baik saat sahur maupun berbuka. Air putih memang bermanfaat, tetapi untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit secara optimal, minuman yang kaya elektrolit seperti air kelapa jauh lebih efektif. Kandungan alami kalium, natrium, dan magnesium dalam air kelapa membantu tubuh menyerap cairan dengan lebih baik. Sehingga proses rehidrasi lebih cepat dan efisien di bandingkan dengan minuman berkafein atau bersoda. Secara tidak langsung, masyarakat Indonesia seperti sudah paham hal ini, sehingga tak heran air kelapa sudah menjadi ikon takjil dan tradisi sehat favorit yang tak lekang oleh waktu. Hal ini berdampak juga pada minuman air kelapa dalam kemasan yang mulai di cari masyarakat. Karena memiliki kandungan kesegaran dan kesehatan yang setara dengan air kelapa asli.
Selain itu, air kelapa memiliki gula alami yang memberikan asupan tenaga secara bertahap tanpa menyebabkan lonjakan gula darah yang berlebihan. Sebuah penelitian yang dimuat di jurnal kesehatan Amerta Nutrition bahkan menyebutkan bahwa air kelapa dapat membantu meningkatkan metabolisme pada kondisi diabetes tipe 2 melalui aktivitas antioksidan fitokimia, mineral dan vitamin..
Dokter Saddam Ismail juga merekomendasikan air kelapa sebagai pilihan minuman saat berbuka. “Kandungan mineral air kelapa yang kaya membantu menjaga fungsi otot dan saraf tetap optimal, mendukung metabolisme tubuh. Serta meningkatkan daya tahan selama menjalani puasa keesokan harinya. Selain itu, air kelapa lebih ramah di lambung di bandingkan minuman berkafein atau minuman yang terlalu asam, sehingga aman di konsumsi saat perut masih kosong,” papar dr. Saddam.
Menurut berbagai sumber kesehatan, air kelapa memiliki indeks glikemik di bawah 54, yang tergolong rendah hingga sedang. Artinya, konsumsi air kelapa tidak akan menyebabkan lonjakan gula darah secara tiba-tiba, sehingga tetap aman di konsumsi, bahkan bagi mereka yang memiliki risiko diabetes. Namun, tetap di sarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar dan tanpa tambahan gula atau pemanis buatan.
Keseimbangan Nutrisi Selama Ramadan
Penting juga bagi umat yang berpuasa untuk tetap menjaga pola makan yang seimbang selama bulan Ramadan. Tubuh tetap membutuhkan nutrisi lain seperti protein, serat, dan vitamin agar tetap fit dan segar sepanjang hari. Oleh karena itu, konsumsi air kelapa sebaiknya di kombinasikan dengan makanan sehat lainnya agar manfaatnya semakin optimal.
Dengan segala manfaatnya, air kelapa adalah salah satu pilihan mumpuni untuk berbuka puasa. Saran dr. Saddam juga menjadikan air kelapa jadi salah satu sasaran takjil war ketika berburu kudapan buka puasa. “Minuman ini tidak hanya menyegarkan tetapi juga membantu tubuh tetap bertenaga dan sehat selama Ramadan. Tidak heran jika air kelapa selalu menjadi tradisi sehat favorit masyarakat Indonesia untuk berbuka puasa. Baik di konsumsi langsung maupun di olah menjadi berbagai kreasi minuman yang menyegarkan. Jadi, pertimbangkan untuk memasukkan air kelapa ke dalam menu berbuka dan sahur Anda, agar ibadah puasa tetap lancar dan tubuh tetap prima sepanjang bulan suci ini,” pungkas dr. Saddam.
(***)




