
trenddjakarta.com, Yogyakarta, 13 Agustus 2025 – MarkPlus Institute memperkenalkan buku terbaru berjudul “Jurus Jitu Jualan” dalam rangkaian Jogja Marketing Festival 2025. Buku ini menawarkan pendekatan taktis dan strategis untuk menjawab tantangan penjualan di era bisnis yang semakin dinamis. Acara ini menjadi salah satu sorotan, di hadiri oleh profesional, korporasi, dan pelaku industri dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, F&B, hingga pariwisata, yang hadir untuk mendapatkan inspirasi dan wawasan baru dalam menghadapi pasar yang terus berubah.
Mengadaptasi filosofi Ju Jitsu, seni bela diri yang mengandalkan ketepatan teknik, bukan kekuatan. Jurus Jitu Jualan menegaskan bahwa penjualan modern bukan soal memaksa, namun menyelaraskan solusi dengan kebutuhan pelanggan secara efektif dan berkelanjutan.
Deputy CEO MarkPlus Institute, Ardhi Ridwansyah, dalam sesinya menjelaskan. “Bahwa Tenaga penjual masa kini harus mampu menjadi problem solver, bukan sekadar product seller. ‘Jurus Jitu Jualan’ di rancang untuk membekali mereka dengan mindset, keterampilan dan alat yang relevan di era digital. Termasuk pemanfaatan AI, agar tetap kompetitif sekaligus memberi nilai tambah nyata bagi pelanggan.”
Ardhi juga menegaskan bahwa keterlibatan langsung, terutama saat krisis, dapat memperkuat hubungan dan mengubah masalah menjadi peluang. Ia juga menyoroti bahwa pelanggan membeli nilai bukan sekadar harga, sehingga berfokus pada keunikan nilai agar terhindar dari perang harga. Dan menjangkau pelanggan yang benar-benar menghargai nilai dari produk atau jasa yang di tawarkan.
Dalam paparannya, Ardhi memaparkan tiga prinsip dasar penjualan modern sebagai fondasi bagi sales berdaya saing untuk memahami pemasaran dengan kerangka 4C (Change, Competitor, Customer, Company). Menguasai literasi finansial seperti Balance Sheet dan Cash Flow untuk mendukung profitabilitas. Serta menjadi kolaborator lintas divisi melalui prinsip QCDS (Quality, Cost, Delivery, Service) agar aktivitas bisnis selaras dengan kebutuhan pasar.
Tiga prinsip ini menjadi pijakan bagi lima jurus penjualan efektif dan adaptif yang di bahas dalam Jurus Jitu Jualan. Jurus pertama, menjual dengan fleksibilitas berarti membangun hubungan bertahap mulai dari sekadar kenal, menjadi dekat, hingga akrab. Kedua, mengubah cara pandang dengan metode SPIN Selling yang di perkaya teknologi AI untuk memahami kebutuhan pelanggan secara lebih akurat. Ketiga, penawaran kecil menuju deal besar sebagai strategi membangun kepercayaan melalui uji coba atau penawaran awal. Keempat, mengarahkan percakapan layaknya teknik kuncian dan lemparan dalam Ju Jitsu untuk menjaga kendali negosiasi. Terakhir, memulai langkah kecil yang tepat sasaran dengan memanfaatkan siklus Get, Keep, Grow, Win-Back. Serta teknologi CRM untuk mengelola hubungan pelanggan secara berkelanjutan.
Pengenalan buku Jurus Jitu Jualan di Jogja Marketing Festival 2025 menegaskan kembali komitmen MarkPlus Institute untuk membentuk tenaga penjual yang adaptif, inovatif, dan
berakar pada kearifan lokal. Dengan memadukan tradisi Yogyakarta dan teknologi modern. Rangkaian festival ini menjadi titik lahirnya generasi sales yang siap bersaing, berinovasi, dan memberi dampak positif bagi perekonomian daerah maupun Nasional.
(***)




