
trenddjakarta.com, Surabaya, 27 Agustus 2025 – MarkPlus Institute resmi membuka Surabaya Marketing Week 2025 sebagai bagian dari rangkaian Indonesia Marketing Festival (IMF) 2025. IMF terus menjadi wadah strategis yang mempertemukan akademisi, pelaku bisnis, industri, dan pemerintah dalam menjawab tantangan pemasaran Nasional. Khususnya di era transformasi digital, inovasi bisnis, dan adopsi kecerdasan buatan (AI).
Surabaya di pilih sebagai salah satu kota utama penyelenggaraan karena posisinya sebagai pusat perekonomian Jawa Timur sekaligus kota pendidikan dan teknologi. Dengan semangat kolaborasi. Acara ini menghadirkan tokoh-tokoh penting dari dunia pendidikan, pemerintahan, hingga industri untuk berbagi wawasan dan inspirasi.
Hari pertama berlangsung di School of Interdisciplinary Management & Technology (SIMT) ITS dengan welcoming speech dari Reny Nadlifatin, S.Kom., MBA., Ph.D. Yang selaku Ketua Program Studi Magister Manajemen Teknologi SIMT ITS. Yang menekankan pentingnya kolaborasi kampus dan industri dalam menyiapkan mahasiswa agar siap menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
Di lanjutkan pembukaan oleh Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., Ketua LLDIKTI Wilayah VII. Yang menekankan bahwa sinergi antara akademisi, industri, dan pemerintah tidak hanya memperkuat ekosistem kewirausahaan Surabaya dan Jawa Timur, tetapi juga menjadi fondasi dalam menyiapkan generasi emas 2045. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa dan generasi muda di harapkan menjadi talenta unggul yang inovatif, adaptif, dan kompetitif di kancah global.
Sejumlah sesi inspiratif juga turut memeriahkan Surabaya Marketing Week 2025. Dari sektor kewirausahaan, Yessie Natasia, CEO YORRI sekaligus Grand Finalist Diplomat Success
Challenge (DSC) 2022, berbagi kisah perjalanan bisnisnya bersama Wismilak Foundation. Dan yang mengajak generasi muda untuk berani berinovasi dan membangun brand sendiri.
“Generasi muda harus berani menantang diri, memanfaatkan teknologi terbaru, termasuk AI dan menghadirkan solusi nyata dalam kehidupan sehari-hari maupun bisnis. Hanya dengan terus berinovasi kita bisa menciptakan nilai yang relevan dan berkelanjutan,” ujar Yessie.
Dari sektor kebutuhan pendidikan dan perkantoran, M. Wahyu Rahmawan, Branch Manager PT Bino Mitra Sejati (Bantex) menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung dunia pendidikan. Dan bisnis melalui produk-produk Bantex yang inovatif, fungsional, relevan dan ramah lingkungan dengan kebutuhan saat ini.
Sementara itu, dari sektor perbankan digital, Joshua Christopher Daniel, Growth & Acquisition blu by BCA Digital. Mengajak generasi muda untuk lebih cerdas dalam mengelola
keuangan. Di mana blu by BCA Digital hadir sebagai partner finansial yang sesuai dengan gaya hidup digital masyarakat urban.
Ferdy Herdi Hartanto, Chief Executive of Surabaya Branch MCorp, membawakan sesi “Jalan Ninja Mahasiswa: Cepet Lulus dan Kerja Pakai AI”. Ia menekankan empat kunci utama
bagi generasi muda di era digital. Yaitu Employability (daya tarik di mata perekrut), Machine (penguasaan AI dan digital), Character (personal branding yang konsisten). Serta Credibility (reputasi profesional). Kombinasi keempat hal ini di yakininya menjadi bekal penting untuk mencetak talenta unggul sekaligus agen perubahan di tengah disrupsi teknologi.
Menutup rangkaian kegiatan, di gelar Antam Logam Mulia Content Marketing Competition di MarkPlus Mini Campus Surabaya. Kompetisi ini menjadi ajang adu kreativitas mahasiswa dan generasi muda dalam merancang strategi pemasaran inovatif, sekaligus melatih kemampuan problem solving, teamwork, dan presentasi ide.
Hari pertama Surabaya Marketing Week 2025 di tutup dengan antusiasme tinggi. Menghadirkan semangat baru bagi pelaku usaha, mahasiswa dan pemasar di Surabaya serta sekitarnya untuk terus berinovasi, berkolaborasi dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah maupun Nasional.
(***)






