
trenddjakarta.com – Mengawali cerita di tahun 2026, The Cottons meluncurkan sebuah lagu terbaru berjudul “Dia Datang”. Di rilis terlebih dahulu dalam format video lirik pada 12 Maret 2026. Dan di susul dalam format digital sehari setelahnya. Sejatinya “Dia Datang” merupakan lagu pertama dari duo Yehezkiel Tambun dan Kaneko Pardede. Dan mereka bentuknya sudah ada sejak tahun 2014, namun baru resmi di perdengarkan secara luas di kuarter pertama 2026 ini.
Mengenai “Dia Datang” yang saat ini sudah berumur lebih dari sepuluh tahun. Yehezkiel merasa bahwa waktu perilisan sang lagu sudah tepat. Fun fact, “Dia Datang” pertama kali di bawakan oleh Yehezkiel dan Kaneko di hari pernikahan mereka dalam format yang minimalis.
“Di saat orang mungkin mengenal the Cottons melalui ‘Harapan’. Kami rasa sekarang waktu yang tepat untuk merilis lagu yang apa adanya, minim pretensi. Yang bahkan teman sebangkumu di sekolah ataupun teman sebelah di kubikal kantormu mungkin akan bertanya, ‘ini lagu siapa?’”, sambut Yehezkiel.
Sebagai informasi tambahan, materi pertama The Cottons yang dirilis adalah dua lagu berjudul “Yesterday Is Gone” dan “It’s Only a Day” yang hadir pada tahun 2016 silam.
Tema utama dari “Dia Datang” sendiri masih membawa ciri khas dari The Cottons, yakni cerita-cerita personal yang kerap menghampiri Yehezkiel dan Kaneko di perjalanannya. Spesifik untuk lagu ini, Yehezkiel dan Kaneko merasa bahwa nantinya para pendengar akan mengerti arti sebenarnya dari “Dia Datang”.
“Kurang lebih lagu ini menceritakan perasaan yang muncul karena sebuah kehadiran. Menggambarkan momen saat kita sadar, ternyata kehadiran seseorang bisa seistimewa itu,” terang Kaneko.
Karena sudah melewati sepuluh tahun lebih sejak awal kemunculannya yang terbilang minimalis, kini “Dia Datang” hadir dalam format yang menggambarkan pakem musik The Cottons saat ini, yakni unit pop dengan multi instrument layer yang saling berhamonisasi dengan tepat guna.
“Dari sisi rhythm, lagu ini kurang lebih sama dengan versi awalnya. Pada saat itu memang terbayangnya sih aransemen lengkapnya bertabur synthesizer seperti sekarang ini. Walaupun hanya bayangan, tapi arah musiknya sudah seperti ini. Jadi kurang lebih, ini adalah hasil yang memang sudah kami pikirkan 12 tahun lalu,” tambah Yehezkiel.
Sama seperti rilisan sebelumnya, Ini turut di bantu oleh Bagas Wisnu Wardhana (Tarrkam, ZIP, Morgensoll) untuk mengisi bagian drum. Keseluruhan proses rekamannya sendiri dilakukan di Studio Mawar, studio milik Yehezkiel dan Kaneko.
Bicara perihal video lirik, The Cottons dibantu oleh Robby Wahyudi Onggo sebagai sutradara, sosok yang sebelumnya juga pernah bekerja sama dengan The Jansen dan Bin Idris untuk urusan seputar visual lagu.
“Suatu hari setelah melihat video klip ‘Planetarium’ milik The Jansen, Jeskul nyeletuk, ‘bikin video lirik sama Bonggo, yuk!’. Karena kami juga cukup dekat dengan Bonggo, dalam bayangan gue rasanya kerja sama dengan beliau akan menyenangkan, dan ternyata benar,” ujar Kaneko mengenai kerja sama The Cottons dengan Robby Wahyudi Onggo.
Setelah perilisan “Dia Datang”, The Cottons sedang menyiapkan rencana besar, yakni sebuah rilisan penuh yang harapannya bisa rampung di tahun ini. “Lagu ini secara garis besar merupakan potongan dari sesuatu yang akan kami hadirkan nanti di format LP. Surprise!”, tutup The Cottons.
“Dia Datang”, lagu terbaru sudah bisa di simak melalui format video lirik pada 12 Maret 2026 melalui kanal YouTube The Cottons, di susul oleh perilisan di berbagai layanan streaming musik satu hari setelahnya.
“Dia Datang” merupakan rangkaian pembuka menuju rilisan penuh dari The Cottons
Klik di sini untuk menyaksikan video lirik dari “Dia Datang”.
(***)






