
trenddjakarta.com – Momentum Idul Fitri tak hanya menjadi tradisi pulang kampung, tetapi juga di manfaatkan sebagai ruang edukatif untuk menumbuhkan budaya membaca sejak dini. Majalah CIA mengambil peran aktif dalam mendukung program Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026. Dan yang di inisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Sebagai mitra resmi sejak 2024, Majalah CIA bersama Majalah ISO membagikan 1.000 eksemplar majalah anak secara gratis di berbagai titik keberangkatan mudik Lebaran 2026.
Distribusi di Berbagai Titik Transportasi
Distribusi majalah di lakukan di sejumlah lokasi strategis yang menjadi simpul transportasi utama. Seperti Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, hingga Pelabuhan Tanjung Priok.
Selain itu, pembagian juga di lakukan di berbagai terminal dan agen bus, termasuk kawasan Terminal Kramat Jati serta sejumlah operator bus antarkota.
Langkah ini memungkinkan anak-anak yang melakukan perjalanan dengan moda transportasi kereta, kapal, maupun bus tetap mendapatkan akses bacaan yang menarik dan sesuai usia.
Komitmen Wujudkan Hak Baca Anak
Pendiri Majalah CIA, Stefanie Augustin, menegaskan. Bahwa keterlibatan dalam program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam memperjuangkan hak baca anak di Indonesia.
“Membaca bukan sekadar aktivitas, tetapi hak dasar setiap anak. Kami ingin memastikan buku hadir di mana pun anak berada,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemudahan akses terhadap bahan bacaan akan mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca secara alami, sekaligus memperkuat gerakan literasi nasional.
Kampanye Literasi Libatkan Keluarga
Tak hanya membagikan majalah, Majalah CIA juga mengajak keluarga untuk berpartisipasi dalam kampanye literasi selama libur Lebaran 2026.
Melalui media sosial seperti Instagram @hakbacaanak, @majalahcia, dan @majalahiso, orang tua diajak membagikan momen membaca bersama anak. Kampanye ini mengusung pesan bahwa membaca dapat menjadi aktivitas menyenangkan yang mempererat hubungan keluarga.
Gerakan ini mendorong keluarga untuk membiasakan anak membawa buku ke mana saja dan membaca di mana saja, termasuk saat perjalanan mudik.
Literasi Jadi Bagian dari Perjalanan
Inisiatif ini menjadi bukti bahwa perjalanan mudik tidak hanya soal mobilitas, tetapi juga dapat di manfaatkan sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi anak.
Melalui kolaborasi antara media dan pemerintah. Program ini di harapkan mampu memperluas akses literasi serta menanamkan kebiasaan membaca sebagai bagian dari gaya hidup keluarga Indonesia.
(Td/Hen)







