
trenddjakarta.com – Tim Indonesia yang di perkuat Ashanty, Aurel Hermansyah, Louisse Scarlett, dan Ibnu Wardani tampil percaya diri dalam ajang X THE LEAGUE Round 1 yang berlangsung pada 23 Maret hingga 11 April 2026. Mengusung semangat “Let’s Go, Team Indonesia”, mereka menjadi ujung tombak strategi pemasaran berbasis live commerce melalui Shopee Live.
Pendekatan live streaming di pilih sebagai strategi utama untuk menjangkau pasar lebih luas sekaligus membangun interaksi langsung dengan konsumen. Melalui program Shopee Live Super Star. Tim tidak hanya mempromosikan produk, tetapi juga menghadirkan pengalaman belanja interaktif, real-time, dan berbasis kepercayaan publik terhadap figur yang terlibat.
Momentum ini di manfaatkan PT Nutrione Indonesia Jaya untuk memperkenalkan brand K-Wellness seperti BBLAB dan Tecateca. Peluncuran ini mendapat respons positif, seiring tingginya antusiasme audiens dalam sesi live yang menggabungkan edukasi produk dan hiburan.
Perwakilan perusahaan, Grace Han, mengapresiasi kemampuan para influencer Indonesia dalam menjelaskan produk secara detail. Sementara itu, owner Nutrione, Hur Young Soon atau Ms Ayu, menegaskan optimisme terhadap pasar Indonesia yang di nilai solid dan potensial.
Nutrione menargetkan penjualan hingga Rp120 miliar dalam satu tahun melalui kolaborasi lintas negara ini. Yaitu dengan seluruh produk telah bersertifikasi halal di Korea dan tengah di proses di Indonesia.
Target Juara Lewat Live Shopping Global
Dalam pengembangan terbaru, Ashanty memimpin langsung Tim Indonesia dalam kompetisi X THE LEAGUE yang mempertemukan peserta dari sembilan negara, termasuk Amerika Serikat, China, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Singapura.
Kompetisi ini berlangsung selama enam bulan dengan sistem penilaian berbasis jumlah penonton (viewers) dan nilai transaksi atau gross merchandise value (GMV). Model ini menempatkan live shopping sebagai indikator utama keberhasilan, bukan sekadar popularitas.
Dalam konferensi pers, Jum’at (27/3/2026) jelang ronde pertama, Ashanty menyatakan optimisme terhadap kekuatan tim Indonesia. Ia menilai engagement tinggi dengan audiens menjadi keunggulan utama.
“Indonesia punya engagement yang sangat kuat. Kita ingin membuktikan bahwa kita bisa bersaing secara global, bukan hanya dari sisi penjualan, tapi juga kreativitas dalam live streaming,” ujarnya.
Strategi Kreatif dan Identitas Budaya
Tim Indonesia sebelumnya telah bertolak ke Korea Selatan untuk mengikuti rangkaian pembukaan. Mereka tampil mengenakan jaket merah berlambang Indonesia sebagai simbol identitas nasional sekaligus mempertegas misi membawa nama Indonesia ke panggung global.
Dalam praktiknya, konsep live commerce yang di usung tidak hanya berfokus pada penjualan. Para peserta juga di tuntut membangun storytelling, karakter personal, serta strategi pemasaran kreatif selama siaran langsung.
Di Indonesia, pendekatan ini di perkuat dengan program promosi agresif, mulai dari penjualan produk dengan harga terjangkau hingga Rp1.000 hingga pemberian hadiah kepada penonton. Selain itu, sesi live juga di sisipi unsur budaya lokal, seperti penggunaan busana adat, yang menjadi daya tarik tersendiri.
Indonesia Berpotensi Jadi Kekuatan Baru Live Commerce
Perwakilan penyelenggara global dari Korea Selatan bahkan menyebut Indonesia sebagai salah satu kandidat terkuat dalam kompetisi ini. Tingginya antusiasme audiens dan kekompakan tim menjadi faktor utama yang di nilai mampu mengantarkan Indonesia ke posisi puncak.
Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga wadah untuk menciptakan “global hero” dari Indonesia figur influencer yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Dengan di mulainya ronde pertama, dukungan publik menjadi faktor krusial dalam meningkatkan jumlah penonton dan transaksi. Partisipasi dalam X THE LEAGUE sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain potensial dalam industri live commerce global yang terus berkembang pesat.
(***)




