
trenddjakarta.com, Tangerang, 2 April 2026 – Ketegangan geopolitik global yang berdampak pada fluktuasi pasokan dan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai di rasakan sektor logistik di Indonesia yang memiliki kebutuhan distribusi tinggi. Kondisi ini mendorong sejumlah pelaku industri untuk segera berpindah ke solusi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Salah satu langkah tersebut di lakukan oleh industri tekstil PT Primarajuli Sukses (PRS), anak perusahaan PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI). Dan yang mulai mengimplementasi penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) untuk operasional distribusinya. Implementasi ini di fasilitasi oleh penyedia ekosistem kendaraan listrik komersial komprehensif, KALISTA.
Transisi Menuju Logistik Rendah Emisi
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Ever Shine Group dalam meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung target nasional menuju net zero emission pada 2060. Hingga saat ini, sekitar 70% kebutuhan energi perusahaan akan di penuhi dari sumber energi terbarukan. Termasuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 1,34 MWp dan pembangkit berbasis gas sebesar 1 MW yang sudah terpasang dan PLTS fase 2 berkapasitas 2.1 MWp yang akan operasional di Juli 2026.
Dalam implementasinya, PRS menggunakan skema fleet-as-a-service KALISTA dengan model operating lease. Yang memungkinkan perusahaan melakukan transisi tanpa investasi awal pada aset kendaraan. Kepemilikan unit berada di KALISTA, sehingga seluruh aspek risiko dan tanggung jawab operasional, termasuk pemeliharaan, layanan purna jual, pengelolaan fitur, hingga integrasi IoT. Dan yang sepenuhnya merupakan tanggung jawab KALISTA di dukung oleh brand. Dengan ini, PRS dapat lebih fokus pada operasional logistik dan distribusi produk kepada pelanggan. Inisiatif ini merupakan yang pertama di implementasikan pada sektor industri tekstil. Menjadikannya referensi baru bagi perusahaan tekstil lainnya untuk memulai transisi menuju EV.
Direktur Ever Shine Group, Michael Sung, menyatakan. “Kami menjawab tantangan kelangkaan BBM dengan mengambil langkah strategis untuk memulai adopsi EV sebagai kendaraan operasional kami. Penggunaan 6 (enam) truk listrik akan di gunakan untuk distribusi produk di area Jakarta dan Bandung kepada end customer kami. Seperti Uniqlo, Atalon, Shopee, Gojek, Grab, Torch dan Eiger. Sebelumnya, kami sudah melakukan uji coba bersama KALISTA untuk dua tipe truk yang di gunakan, dengan hasil yang sangat positif. Dan tercatat, kami bisa menghemat biaya bahan bakar hingga 40%. Selain itu, dalam mendukung pengembangan mobilitas berbasis EV secara menyeluruh, kami juga menghadirkan satu unit minibus untuk shuttle karyawan. Yang juga di optimalkan untuk pengiriman barang saat tidak di gunakan.”
Pemilihan truk listrik di lakukan berdasarkan survei komprehensif oleh KALISTA terhadap pola operasional PRS. Di mana guna memastikan unit yang di gunakan mampu memberikan performa optimal. Sebagai penyedia ekosistem EV yang komprehensif, KALISTA juga berperan merancang strategi pengisian daya termasuk pembangunan infrastruktur charger maupun pemanfaatan SPKLU KALISTA yang tersebar di sepanjang rute operasional Jakarta – Bandung. KALISTA juga turut memfasilitasi uji coba operasional, sehingga PRS dapat mengevaluasi kinerja unit secara objektif dalam kondisi operasional nyata.
Dalam implementasinya, KALISTA juga mengintegrasikan seluruh armada dengan Fleet Management System (FMS) KALISTA, K-Move Dashboard. Yang memungkinkan pemantauan operasional secara real-time serta memberikan visibilitas menyeluruh terhadap pola penggunaan kendaraan.
Yoga Adiwinarto, Direktur Pengembangan Bisnis KALISTA, menambahkan. “Kolaborasi dengan PRS mencerminkan komitmen KALISTA dalam menghadirkan solusi mobilitas logistik yang efisien, nyata dan berkelanjutan di tengah dinamika pasokan BBM. Selain lebih efisien secara energi, EV juga mampu menekan emisi serta biaya operasional secara keseluruhan. Hasil uji coba dalam kondisi operasional nyata menunjukkan adanya efisiensi biaya operasional hingga 27% per bulan. Dengan hasil yang positif ini, kami juga turut mengajak perusahaan logistik lainya untuk memulai transisi ke EV bersama KALISTA melalui dukungan ekosistem terintegrasi dari perencanaan hingga operasional.”
Tekan Biaya Bahan Bakar Hingga 40% di tengah Gejolak Pasokan BBM
Adapun armada yang di gunakan untuk operasional logistik PRS terdiri dari 4-unit Foton E-Miller dengan kapasitas baterai 81,14 kWh dan daya angkut hingga 4 ton. Serta 2-unit Foton E-Aumark dengan kapasitas baterai 63,75 kWh dan daya angkut hingga 2,5 ton. Hasil uji coba menunjukkan bahwa pada satu kali pengisian, kedua unit dapat menempuh jarak hingga 200 km. Pada rute Tangerang-Bandung, proses pengisian daya di lakukan saat waktu istirahat sehingga tidak menggangu operasional, dengan durasi pengisian sekitar 40 menit (20%-80%). Sebelum memulai operasionalnya, seluruh armada akan melakukan pengisian pertama pada SPKLU PRS yang berlokasi di fasilitas manufaktur PRS, Tigaraksa. Secara keseluruhan, hasil uji coba menunjukkan performa yang positif. Penghematan biaya energi mencapai 40% per bulan dan pengurangan emisi mencapai 30%. Sementara efisiensi biaya operasional secara keseluruhan tercatat hingga 27% per bulan.
Potensi Replikasi di Industri
Penggunaan kendaraan listrik dalam distribusi logistik tekstil ini di nilai dapat menjadi referensi awal bagi sektor industri lain yang memiliki kebutuhan distribusi serupa. Meski masih dalam tahap implementasi awal. Hasil uji coba menunjukkan adanya peluang efisiensi sekaligus pengurangan emisi untuk implementasi jangka panjang.
Seiring meningkatnya tekanan terhadap biaya energi dan tuntutan keberlanjutan. Pendekatan seperti ini di perkirakan akan semakin banyak di adopsi oleh pelaku industri logistik di Indonesia.
(***)







