
trenddjakarta.com, Jakarta, 6 April 2026 — Ketua Umum BRN, Relly Reagen, mengecam keras pernyataan yang di sampaikan oleh Saiful Mujani yang di nilai mengandung unsur hate speech, provokatif, serta berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Menurut Relly, pernyataan tersebut tidak hanya menyerang secara tidak proporsional, tetapi juga berpotensi merusak tatanan demokrasi yang sehat. Serta melemahkan kepercayaan publik terhadap kepemimpinan nasional, termasuk terhadap Presiden Prabowo Subianto.
“Kami menilai pernyataan tersebut sudah melampaui batas kebebasan berpendapat dan masuk ke ranah ujaran yang tidak mencerminkan etika demokrasi. Ini berbahaya karena dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat,” tegas Relly.
Lebih lanjut, Relly juga mempertanyakan kapasitas dan dasar pernyataan yang di sampaikan oleh Saiful Mujani.
“Kapasitasnya sebagai apa dalam menyampaikan pernyataan tersebut? Jika dalam konteks kompetisi demokrasi jagoannya kalah, maka seharusnya di sikapi dengan kedewasaan. Silakan maju kembali di kontestasi berikutnya, bukan dengan membangun narasi yang provokatif,” ujarnya.
Relly menegaskan bahwa kebebasan berpendapat tetap di jamin dalam demokrasi, namun harus di sampaikan secara santun, bertanggung jawab, dan tidak menimbulkan kegaduhan publik.
“Kami menghormati setiap saran dan pendapat, itu sah-sah saja. Namun, harus di sampaikan dalam koridor etika, norma, dan semangat menjaga persatuan bangsa,” tambahnya.
BRN juga menegaskan bahwa pihaknya tengah mengkaji langkah hukum atas pernyataan tersebut. Jika di temukan adanya unsur pelanggaran hukum, tidak menutup kemungkinan akan di tempuh jalur hukum melalui laporan polisi (LP) kepada pihak berwenang. Langkah ini di nilai penting sebagai upaya menjaga ruang publik tetap sehat. Serta memberikan efek jera terhadap praktik komunikasi yang di nilai melanggar hukum dan etika.
BRN mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk tokoh politik, akademisi, dan masyarakat luas, untuk bersama-sama menjaga stabilitas nasional, menahan diri dari narasi yang memecah belah. Serta mengedepankan dialog yang konstruktif.
“Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang menjunjung tinggi adab, bukan yang di penuhi provokasi. Mari kita jaga persatuan demi kepentingan bangsa dan negara,” tutup Relly Reagen.
(Red)
Sumber : Gus







