
trenddjakarta.com – Surabaya bukan hanya di kenal sebagai kota metropolitan yang sibuk dan modern, tetapi juga sebagai Kota Pahlawan, tempat sejarah perjuangan bangsa terukir. Di tengah hiruk-pikuk kota, berdiri sebuah monumen megah yang menjadi saksi bisu pertempuran besar 10 November 1945. Tepat di sampingnya, tersembunyi di bawah permukaan tanah, terdapat sebuah museum bersejarah yang menyimpan kisah heroik arek-arek Suroboyo: Museum Sepuluh November.
Bentuk Penghormatan atas Keberanian Rakyat
Didirikan pada 10 November 1991 dan di resmikan oleh Presiden Abdurrahman Wahid. Museum ini di bangun sebagai bentuk penghormatan atas keberanian rakyat Surabaya melawan penjajah. Lokasinya berada di kompleks Tugu Pahlawan, Jalan Pahlawan, Kecamatan Bubutan, Surabaya, Jawa Timur.
Dari luar, hanya atapnya yang tampak—seolah melambangkan kesederhanaan para pejuang yang jasanya begitu besar bagi bangsa. Kini, museum ini di kelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya melalui UPTD Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh November.
Ikon Bersejarah Warga Surabaya
Mengunjungi museum ini sangat mudah. Dari Bandara Juanda, perjalanan dapat di tempuh sekitar 27 kilometer. Dari Stasiun Gubeng hanya 4,5 kilometer, sementara dari Stasiun Surabaya Kota bahkan lebih dekat, sekitar 1,7 kilometer saja.
Museum ini juga di lalui berbagai angkutan umum, bus kota, hingga layanan transportasi daring. Sebelum memasuki area museum, pengunjung akan di sambut oleh Tugu Pahlawan yang berdiri megah di tengah halaman luas. Yaitu ikon bersejarah kebanggaan warga Surabaya. Momen berfoto di sini tentu menjadi bagian wajib dari setiap kunjungan.
Apa yang Bisa Di nikmati di Sini?
Museum Sepuluh November terdiri dari dua lantai yang di rancang untuk memberikan pengalaman sejarah yang mendalam. Di lantai dasar, pengunjung akan menemukan sebuah hall besar yang menampilkan patung diorama perjuangan, menggambarkan suasana gugurnya para pahlawan di medan pertempuran.
Di sini juga di pamerkan berbagai koleksi bersejarah, seperti senjata-senjata peninggalan tentara Jepang (pistol isyarat Pirophonix-MK, mesin Browning model 41.30, dan senjata Hotchkiss kaliber 7.7 mm), seragam tentara, serta replika surat-surat penting masa perjuangan.
Sementara itu, lantai dua menyajikan suasana edukatif dengan ruang sinema mini dan area pamer foto-foto dokumentasi pertempuran 10 November. Pengunjung juga dapat menyaksikan film dokumenter sejarah yang di tampilkan melalui diorama statis dan elektronik.
Fasilitas dan Kenyamanan
Suasana museum terasa tenang, bersih, dan tertata rapi. Setiap ruang seakan mengajak pengunjung untuk merenung dan menghargai pengorbanan para pahlawan. Bagi pelajar, mahasiswa, maupun wisatawan, tempat ini bukan sekadar lokasi wisata, tetapi juga ruang belajar sejarah yang hidup.
Untuk kenyamanan pengunjung, tiket masuk kini dapat di pesan secara daring melalui laman resmi https://tiketwisata.surabaya.go.id/destination/museum-sepuluh-nopember. Harga tiket cukup terjangkau, sekitar Rp8.000, dan dapat di bayar tunai maupun melalui QRIS. Museum buka setiap Selasa hingga Minggu, pukul 08.00–15.00 WIB, dan tutup setiap Senin. Beberapa aturan sederhana wajib di patuhi. Seperti menjaga kebersihan, tidak membawa makanan atau minuman ke dalam ruangan, serta mengikuti arahan petugas.







