
trenddjakarta.com – Soekarno atau yang lebih di kenal dengan Bung Karno merupakan salah satu Pahlawan Nasional yang di miliki bangsa Indonesia. Selama masa perjuangan, beliau kerap di asingkan di beberapa daerah. Salah satu tempat pengasingan beliau ini ada di Provinsi Bengkulu. Bengkulu merupakan salah satu provinsi yang ada di pulau Sumatera dengan ibu kotanya Bengkulu. Di Bengkulu, Bung Karno juga bertemu dengan Fatmawati, yang kemudian menjadi istrinya.
Objek Wisata Sejarah di Tengah Kota
Rumah Pengasingan Soekarno ini merupakan salah satu Cagar Budaya berperingkat nasional yang ada di Provinsi Bengkulu. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata dengan SK. KM.10/PW.007/MKP/2004. Rumah ini di tempati oleh Bung Karno selama lebih kurang empat tahun saat di asingkan ke Bengkulu, yaitu pada tahun 1938–1942.
Rumah kuno yang juga di fungsikan sebagai objek wisata sejarah. Lokasi ini berjarak kurang lebih 14 kilometer dari Bandara Fatmawati Soekarno Hatta.
Bangunan Tua yang Menyimpan Sejarah
Menurut sejarah, dulunya rumah ini milik seorang pedagang Tionghoa bernama Lion Bwe Seng. Pemerintah Belanda pada waktu itu mengambilnya dan di jadikan tempat tinggal Bung Karno sekeluarga selama pengasingan.
Rumah dengan luas bangunan 162 meter persegi ini sendiri di bangun pada awal abad ke-20 di areal seluas 4.813 meter persegi. Dan yang di kelilingi pagar dan halaman yang luas. Bentuk rumah pengasingan ini memiliki arsitektur lokal yang di padu dengan gaya Eropa dan Cina. Bangunan rumah induk berada di tengah areal yang di lengkapi dengan bagian paviliun di bagian belakang rumah utama. Bagian dalam rumah utama terdiri dari kamar tidur, ruang kerja, ruang tamu, ruang diskusi, kamar mandi, dapur dan gudang.
Koleksi Sejarah di Rumah Pengasingan Soekarno
Di bagian dalam rumah pengasingan ini hingga sekarang masih terdapat berbagai barang peninggalan Bung Karno selama masa pengasingannya. Barang-barang tersebut antara lain seperti sepeda ontel dan baju atau kostum grup Monte Carlo yang terdapat di ruang tamu.
Di bagian ruang kerja masih terdapat meja kerja dan kursi asli, buku-buku bacaan berbahasa Belanda. Sementara pada bagian dinding juga terdapat informasi-informasi seputar perjuangan beliau selama di masa pengasingan. Selain itu, juga terdapat ranjang besi, lukisan, alat rumah tangga sederhana, surat cinta dengan Fatmawati, dan foto-foto.
Mitos, Sejarah, dan Pelestarian
Semua peninggalan ini masih terjaga dan terawat hingga sekarang. Pada bagian belakang terdapat sebuah sumur timba tua yang menyimpan mitos unik. Konon sumur tua itu diyakini dapat mendatangkan jodoh dan membuat seseorang awet muda dengan mencuci muka. Menurut informasi, air dari sumur ini yang dibawa oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu ke Ibu Kota Negara (IKN) saat acara penyatuan tanah dan air sebagai simbol daerah dan tempat bersejarah.
Hingga sekarang rumah pengasingan Soekarno ini menjadi tempat wisata sejarah sekaligus museum sejarah yang tetap terawat dengan baik di bawah pengelolaan pemerintah Provinsi Bengkulu. Rumah pengasingan Soekarno di Bengkulu ini bukan hanya sekedar bangunan bersejarah saja tetapi juga merupakan salah satu bagian penting dari perjalanan kemedekaan bangsa kita. Tempat ini terbuka untuk umum terutama yang memerlukan informasi edukatif tentang peninggalan bersejarah Soekarno di Provinsi Bengkulu.
Ditulis oleh:
Apriani, S.Pd. lahir di Taba Penanjung pada 14 April 1975, dan sejak 2005 bekerja sebagai pendidik di MAN 1 Bengkulu Utara. Ia hobi musik dan film, serta telah menghasilkan berbagai karya.
(***)






