
trenddjakarta.com – Unit post-hardcore asal Karawang, People Sweet, baru saja menuntaskan rangkaian tour hearing session untuk single terbaru mereka bertajuk “Final Destination” lewat cara yang tidak biasa, menginvasi berbagai map gigs event virtual di game ROBLOX.
Fenomena ini menjadi warna baru dalam skena, di mana pengenalan karya tidak lagi terbatas pada panggung fisik. People Sweet menjelajahi ruang digital lewat beberapa event di Synerblox, Stout and Stone, virtual charity 7 map bersama Digital Hands Collective, Underground Hysteria v2, hingga Selasar Collective dengan mendapat reaksi positif, antuasias yang tinggi dan mengesankan.
“Seru pokoknya gigs Roblox, ketemu bareng band-band keren dari kota manapun. Yang tadinya kita nggak tahu, jadi tahu ada band ini itu,” ujar Almah, bassist People Sweet, menggambarkan pengalaman unik tampil di gigs virtual.
Rilisan ini memang di rancang eksklusif lebih dulu untuk komunitas musik virtual Roblox di bawah naungan Bvckle Smiggle Synthesis, hingga akhirnya resmi merilis music video lirik di kanal YouTube mereka pada 13 April 2026 pukul 13:00 WIB. Dengan visual yang tetap mempertahankan identitas People Sweet. Garang namun di balut pattern “sweet”. Dan mereka berhasil menerjemahkan energi dan pesan-pesan liarnya.
Refleksi Kematian dalam “Final Destination”
“Final Destination” sendiri merupakan sebuah refleksi mendalam yang terinspirasi dari gambaran kematian dan hari kiamat dalam kitab suci Al-Qur’an. Lagu ini lahir
dari perenungan tentang satu hal yang pasti di hadapi setiap manusia. Akhir dari kehidupan, kematian, kebangkitan, dan pertanggungjawaban. Dengan pendekatan emosional, lagu ini menggambarkan rasa takut sekaligus kesadaran. Takut karena manusia sering merasa belum siap, dan sadar karena waktu terus berjalan tanpa bisa di hentikan. Dalam narasinya, kiamat di gambarkan sebagai peristiwa dahsyat. Bumi terguncang, langit terbelah, manusia di bangkitkan, dan seluruh amal di perlihatkan tanpa ada yang tersembunyi.
“Final Destination” menangkap kondisi mental seseorang yang mulai menyadari hal tersebut. Perasaan gelisah, merasa kecil, penuh rasa bersalah, dan takut menghadapi akhir. Lagu ini justru menjadi pengingat bahwa hidup hanyalah persinggahan.
“Banyak orang mikir ini cuma soal kematian. Buat aku, yang lebih serem adalah hidup tanpa benar-benar hidup. Lagu ini lahir dari fase di mana aku stuck ngejar validasi, nahan yang harusnya pergi, dan nunda mimpi seolah waktu nggak terbatas,” ungkap Ekal, sang vokalis.
“Padahal kita semua tahu akhirnya pasti ada. ‘Final Destination’ mengingatkan bahwa waktu kita terbatas, jadi pastikan kita benar-benar hidup.” Tutupnya menambahkan Produksi “Final Destination”
Secara musikal, “Final Destination” menawarkan kombinasi riff-riff agresif dengan aransemen strings khas post-hardcore yang megah dan part yang seru hingga sulit di tebak. Hasil produksinya terdengar jauh lebih matang, dengan proses recording, mixing, dan mastering yang di garap di JFHPRODS.
Lirik di tulis langsung oleh Ekal bersama Muhammad Taufik Maulana, sementara komposisi musik di garap oleh Trisna dan Muhammad Taufik Maulana. Visual artwork yang kuat dan tetap mempertahankan identitas “sweet” dalam balutan gelap. Dan yang berhasil di interpretasikan oleh Anggar Menyan. Sesi foto untuk rilisan ini juga di garap secara khusus oleh Dikri Assidiqi. Adapun dia yang dikenal dengan nama Mamangco.
Perjalanan Panjang People Sweet
Sejak terbentuk pada 2015 di Karawang, People Sweet berangkat dari keresahan personal karena merasa hanya menjadi penonton tanpa suara. Meski memiliki akar post-hardcore, mereka sempat merilis karya awal. Seperti “Memori Kelam” dengan pendekatan pop punk karena belum sepenuhnya percaya diri dengan identitas asli mereka. Hingga akhirnya, titik balik datang di tahun 2024 lewat lagu “Trauma”. Dan di susul “Parade Ego” yang viral di 2025 dan di terima luas oleh publik.
Memasuki 2026, People Sweet kini berdiri dengan formasi yang mereka yakini sebagai bentuk paling solid Sadekala Putra Sidik ‘Ekal’ (vokal), Trisna Rajah ‘Trisna’ (gitar), Almah Subekti ‘Almah’ (bass), dan Riski Agung ‘Doyok’ (drum).
Selain menjadi penanda fase baru bagi People Sweet, “Final Destination” tercipta sebagai gaung pengingat. Tentang waktu menua yang terus berjalan, tentang hari akhir yang pasti datang, dan tentang pentingnya benar-benar hidup sebelum semuanya berakhir. “Final Destination” sudah bisa di nikmati melalui Bandcamp dan music video lirik lewat kanal resmi Youtube mereka. Selamat menyelami perjalanan batin bersama sajian garang People Sweet tanpa menahan anggukan kepala.
(***)







