
trenddjakarta.com, Jakarta, 22 Mei 2026 — Setelah merayakan 1 Dekade perjalanan Palari Films, rumah produksi yang telah banyak memenangkan penghargaan dan judul-judul yang banyak di minati penonton Indonesia, kini Palari Films memperkenalkan judul film terbarunya, Desember Jani (Jani Be Good). Film ini semakin menarik karena menjadi All Women Project yang di tulis, di produseri, di sutradarai Dan yang juga di perankan oleh semuanya perempuan.
Film Desember Jani di sutradarai oleh sutradara dan seniman visual Ariani Darmawan, sekaligus menjadikan film ini sebagai debut feature-nya. Naskah film ini di tulis oleh Cyntha Hariadi, novelis dan penyair pemenang penghargaan yang juga untuk pertama kalinya menulis naskah film.
Sementara itu, Meiske Taurisia, menjadi produser di film ini, yang semakin memperkuat jajaran suara perempuan dalam ceritanya. Meiske memproduseri film ini bersama Muhammad Zaidy.
Film Desember Jani juga menggabungkan jajaran ansambel aktris yang unik dan kuat, berasal dari pemeran perempuan lintas generasi. Film ini di bintangi oleh Chempa Puteri, Sigi Wimala, Tutie Kirana, dan debut layar lebar Hyori Mika.
“Ini adalah film pertama Palari Films yang sangat perempuan. Seluruh pembuatnya hingga pemerannya adalah perempuan. Dengan cerita yang juga sangat dekat dengan
perempuan, terutama untuk seorang ibu dan anak perempuan,” ujar produser Meiske Taurisia.
Film Desember Jani berkisah tentang tiga generasi perempuan dalam satu rumah yang hampir kehilangan cara untuk saling bicara, hingga yang paling muda, Jani (13
tahun). Memilih menjadi jembatan yang menyambungkan kembali. Film ini mengangkat tema yang dekat dengan keseharian keluarga Indonesia. Yaitu jarak emosional antargenerasi, cinta yang hadir dalam diam, dan keberanian untuk memulai kembali.
“Ini adalah proyek yang luar biasa, bersama Palari Films, saya mengeksplorasi gagasan kreatif dengan lebih leluasa. Memanfaatkan Bandung sebagai sepenuhnya latar di film ini, yang juga punya nilai sentimental tersendiri untuk saya. Bersama jajaran pemeran perempuan di film ini kami meramu kisah yang akan menghangatkan menjelang akhir tahun nanti,” ujar sutradara Ariani Darmawan.
Empat pemeran perempuan di film ini masing-masing membawa lapisan emosi yang berbeda. Tutie Kirana memerankan Oma, perempuan berusia 75 tahun yang mengungkapkan cinta lewat tindakan, bukan kata-kata. Sigi Wimala memerankan Winnie. Yang seorang ibu yang menyimpan rasa bersalah yang tak pernah terucapkan.
Hyori Mika memerankan Julia, anak yang pergi dan belum tahu cara pulang. Chempa Puteri memerankan Jani, anak 13 tahun yang melihat retaknya keluarga lebih jelas dari siapapun, dan memilih untuk menjadi yang pertama bergerak.
Bagi aktris Sigi Wimala, yang cukup lama menepi dari layar lebar, bergabung dengan film Desember Jani seperti menemukan keluarga baru.
“Kami di beri waktu untuk berkumpul bersama sebagai keluarga itu cukup lama. Jadi semuanya di bangun secara organik. Tanpa di buru-buru dan di paksakan. Jadi pas kami syuting sudah sangat nyaman,” ujar Sigi Wimala.
Desember Jani adalah film kesekian bagi Chempa Puteri, namun untuk pertama kalinya Chempa di percaya sebagai pemeran utama.
“Untuk persiapannya, aku latihan chemistry dengan Mama Sigi, Oma Tutie, Ibu Rani sebagai sutradara, dan Bu Dede sebagai produser. Aku belajar banyak dari orang-orang hebat di film ini dan mendapatkan ilmu yang berharga,” ujar Chempa Puteri.
Sementara itu, ada kisah menarik di balik pemilihan Hyori Mika. Mulanya, sang sutradara melihat akting Hyori dalam sebuah iklan di kereta api. Saat itu, ia pun meminta tim casting untuk mencari Hyori Mika dan akhirnya ia memerankan Julia di film panjang debutnya.
“Senang rasanya di percaya untuk memerankan karakter Julia di film ini. Anak sulung yang memutuskan pergi dari rumah karena tidak di dengar. Film ini jadi perjalanan awalku di dunia film, dan semoga karakterku juga bisa mewakili penonton yang merasakan keresahan sama tentang boundaries dan mereka yang lagi mencari jati diri,” ujar Hyori Mika.
Tutie Kirana, legenda perfilman Indonesia yang telah mewarnai perfilman sejak era ‘70-an dan telah meraih 5 nominasi Piala Citra FFI. Bergabung menjadi karakter yang menguatkan dinamika keluarga di film ini. Bagi Tutie, film ini adalah gambaran tentang perempuan-perempuan yang berdaya.
“Saya memerankan Oma Peggy, sosok yang sudah lanjut usia tapi masih bikin usaha lumpia. Sebagai perempuan memang harus berdaya, bahkan di saat sudah lanjut usia. Di film ini, bersama perempuan-perempuan yang sangat berdaya. Menjadikan semuanya satu kesatuan di dalam ceritanya,” ujar Tutie Kirana.
Desember, Jani akan hadir di bioskop tepat menjelang Hari Ibu, 22 Desember 2026. Yang sebuah momen yang terasa pas untuk sebuah film tentang perempuan, keluarga, dan
cinta. Dan yang butuh waktu untuk menemukan suaranya.(***)






