


trenddjakarta.com, Jakarta, 25 Juni 2026 – Monash University, Indonesia resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Muhammadiyah dalam rapat bulanan Majelis Umum Muhammadiyah pada Rabu, 10 Juni 2026. Penandatanganan ini menjadi tonggak baru yang memperkuat kerja sama antara Monash University, Indonesia sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di dunia dengan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia.
MoU ini di tandatangani oleh Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Umum Muhammadiyah, dan Prof. Matthew Nicholson, President sekaligus Pro Vice-Chancellor Monash University, Indonesia. Momen tersebut turut di saksikan oleh para pimpinan senior kedua institusi, termasuk perwakilan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang), dan para rektor universitas di bawah naungan Muhammadiyah dari berbagai wilayah Indonesia.
Kesepakatan ini merupakan hasil dari enam bulan pembahasan intensif dan menjadi bukti komitmen bersama Monash University, Indonesia dan Muhammadiyah dalam memajukan pendidikan tinggi, memperkuat kolaborasi penelitian, serta mendorong pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas di Indonesia.
Dalam sambutannya pada acara tersebut, Prof. Matthew Nicholson menegaskan komitmen Monash University untuk mendukung ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia melalui kemitraan yang bermakna.
Salah satu fokus utama dari kemitraan ini adalah rencana penyelenggaraan Muhammadiyah–Monash Talent Accelerator PhD Program (MTAP). Yaitu sebuah inisiatif pendidikan doktoral yang di kembangkan bersama oleh Monash University, Indonesia dan Di ktilitbang Muhammadiyah.
Program MTAP merupakan skema pelatihan doktoral dengan sistem bimbingan bersama yang melibatkan universitas-universitas Muhammadiyah, Monash University, Indonesia, dan Monash University, Australia. Pada tahap awal (pilot), lima universitas di bawah naungan Muhammadiyah akan berpartisipasi, masing-masing mengajukan sepuluh kandidat doktor, sehingga terbentuk angkatan perdana berjumlah 50 mahasiswa program PhD.
Program ini bertujuan memperkuat kapasitas akademik di seluruh institusi peserta. Yaitu dengan memberikan akses yang lebih luas ke jaringan riset internasional, jurnal akademik, peluang penelitian kolaboratif, serta ekosistem pendanaan global.
Sementara itu, menyambut baik kolaborasi dengan Monash University, Indonesia, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Umum Muhammadiyah, menegaskan. Bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan mutu dan daya saing global pendidikan tinggi di lingkungan Muhammadiyah. Ia berharap kemitraan strategis ini memberi nilai jangka panjang bagi pengembangan institusi, memperluas jejaring riset internasional. Dan melahirkan pemimpin akademik masa depan yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Penandatanganan MoU di lanjutkan dengan pemaparan proposal dan diskusi strategis bersama pimpinan Muhammadiyah serta perwakilan universitas-universitas terkait. Sesi ini membahas langkah-langkah penerapan program MTAP dan upaya memperoleh dukungan jangka panjang. Termasuk peluang pendanaan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Seluruh inisiatif tersebut mencerminkan visi bersama untuk membina generasi baru akademisi yang mampu menjawab tantangan kompleks masyarakat. Dan melalui riset dan inovasi yang berdampak.
Sejak hadir di Indonesia pada 2021. Monash University, Indonesia secara aktif membangun kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan tinggi di seluruh negeri. Setelah berkolaborasi dengan perguruan tinggi swasta pada 2024 dan perguruan tinggi negeri pada 2025. Kemitraan dengan Muhammadiyah menjadi perluasan penting dari keterlibatan Monash University, Indonesia dalam sektor pendidikan tinggi nasional. Yang kini mencakup organisasi berbasis keagamaan terkemuka di Tanah Air.
Adapun kedua organisasi optimistis. Bahwasanya kolaborasi ini akan menjadi fondasi bagi pengembangan inisiatif akademik dan penelitian yang lebih luas di masa depan. Serta berkontribusi pada terwujudnya lanskap pendidikan tinggi Indonesia yang semakin inklusif, beragam, dan terhubung secara global.
(***)
