
trenddjakarta.com, Pontianak, 1-2 Oktober 2026 — Saat kebakaran hutan dan lahan mengancam warga, relawan bergerak menangani api, sementara petugas PMI menyalurkan air bersih. Di tengah upaya menjaga masyarakat, kesehatan mereka sendiri juga perlu mendapat perhatian. PT iNova Pharmaceuticals Indonesia melalui Betadine Indonesia bersama Palang Merah Indonesia Provinsi Kalimantan Barat (PMI Kalbar) mengadakan pertemuan, edukasi, dan pemeriksaan kesehatan di Pontianak bagi sedikitnya 100 relawan dan 50 masyarakat di daerah Pontianak dan Kubu Baru.
Pertemuan di PMI Kalbar pada Kamis (1/10) mempertemukan relawan gabungan pemadam karhutla Pray for Kalimantan dan petugas distribusi air bersih PMI Kalbar dengan petugas kesehatan dan tim Betadine. Setelah sambutan dari PMI dan Betadine, agenda mencakup kolaborasi antara Betadine dan PMI Kalbar sebagai wujud kepedulian dan dukungan terhadap kegiatan PMI Kalbar, yang melibatkan perwakilan relawan, petugas kesehatan, dan masyarakat.
Dalam sesi berbagi, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kalbar Asrul Putra Nanda membahas pengalaman relawan dalam penanganan karhutla, sedangkan Kepala Markas PMI Kalbar Budiman Very menjelaskan kerja distribusi dan inovasi air bersih. Dua bidang kerja itu memperlihatkan bagaimana kesiapsiagaan tidak berhenti pada respons terhadap api, tetapi juga menyangkut kebutuhan sehari-hari warga. dr. Firdaus memberikan edukasi kesiapsiagaan kesehatan dan, bersama PMI serta tim medis, melakukan pemeriksaan kesehatan bagi relawan. Materi mencakup pertolongan pertama pada luka ringan, kebersihan kulit setelah berkegiatan dengan potensi paparan kuman yang lebih tinggi, serta edukasi mengenai langkah umum dalam merespons keluhan tenggorokan sesuai kebutuhan. Setiap relawan yang memerlukan tindak lanjut akan mendapat arahan berdasarkan penilaian klinis.
Benyamin Wuisan, Country Head, PT iNova Pharmaceuticals Indonesia, menyampaikan, “Relawan hadir saat masyarakat membutuhkan bantuan. Kita juga perlu memperhatikan kesehatan mereka. Selama lebih dari 50 tahun, Betadine mendampingi keluarga Indonesia dalam merawat kesehatan. Di Kalimantan Barat, kami melanjutkan kolaborasi dengan PMI untuk mendengarkan langsung tantangan yang di hadapi relawan. Masukan mereka akan membantu kami mengembangkan edukasi kesiapsiagaan kesehatan dan pertolongan pertama, termasuk penanganan awal luka, agar sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan. Mari saling mendukung dan menjaga sesama. Setiap dukungan berarti, termasuk berbagi informasi pertolongan pertama yang tepat agar lebih banyak orang siap membantu saat di butuhkan.”
Hj. Lismaryani Sutarmidji, Ketua PMI Provinsi Kalimantan Barat, menyampaikan.
“Dalam penanganan karhutla, PMI dan relawan gabungan bekerja bersama membantu warga melalui layanan medis, dukungan logistik, dan penyediaan air bersih. Keselamatan serta kesehatan petugas dan relawan juga perlu menjadi perhatian. Kemanusiaan tidak pernah bisa berdiri sendiri. Karena itu, kami menyambut baik pertukaran pengetahuan bersama Betadine. Pengalaman dan tantangan yang di sampaikan relawan di lapangan di harapkan menjadi masukan bagi pengembangan materi edukasi kesiapsiagaan. Dan pertolongan pertama yang lebih relevan, praktis, dan bermanfaat bagi masyarakat.”
dr. Firdaus, Dokter dan Edukator Kesehatan, menjelaskan. Bahwa pemeriksaan kesehatan perlu di sertai kesempatan bagi relawan untuk menceritakan kondisi dan pengalaman mereka.
“Keluhan setiap orang berbeda, sehingga langkah pertama adalah mendengarkan dan menilai apakah mereka memerlukan tindak lanjut. Untuk luka ringan, relawan dan warga dapat mengingat langkah sederhana. Yaitu tetap tenang, bersihkan luka dengan air bersih , gunakan antiseptik yang sesuai, lalu tutup luka dengan balutan bersih. Kami juga membahas kebersihan kulit terutama pada kondisi yang dapat meningkatkan paparan terhadap kuman setelah berkegiatan dan cara merespons keluhan tenggorokan. Penting bagi masyarakat untuk tahu kapan perawatan awal dapat di lakukan dan kapan perlu mendapatkan bantuan tenaga kesehatan.”
Selepas pertemuan di Pontianak. Rombongan di jadwalkan meninjau lokasi karhutla atau lahan gambut sesuai arahan keselamatan PMI. Kemudian mengunjungi instalasi pengolahan air bersih Air Penawar 81 (AP81) di Kubu Raya. Pada Jumat (2/10), PMI dan tim medis akan melanjutkan pemeriksaan kesehatan. Serta edukasi kesiapsiagaan bagi sekitar 50 warga di titik distribusi air bersih.
Kegiatan di Kalimantan Barat melanjutkan kerjasama edukasi Betadine dan PMI yang pada tahun 2025 lalu menggelar pelatihan pertolongan pertama bagi anggota PKK, pengemudi ojek online, dan wartawan di Jakarta Utara. Seusai Hari Pertolongan Pertama Sedunia pada 12 September. Fokus edukasi kini di arahkan pada kebutuhan relawan karhutla, petugas distribusi air bersih, dan warga sekitar di kalimantan barat. Pengalaman serta pertanyaan mereka akan menjadi masukan bagi materi kesiapsiagaan kesehatan dan pertolongan pertama bagi masyarakat.
Untuk informasi mengenai kegiatan PMI terkait karhutla dan penyediaan air bersih di Kalimantan Barat, masyarakat dapat mengikuti Instagram resmi @pmiprovkalbar.
Untuk informasi dan edukasi seputar perawatan luka, masyarakat dapat mengikuti kanal media sosial resmi @BetadineIndonesia . Dan seputar perawatan khusus kewanitaan di @betadineforher. Dapat juga mengunjungi website Betadine Indonesia [https://id.betadine.global/].





