
trenddjakarta.com, Jakarta, 2 November 2026 – Dataiku, Platform untuk Kesuksesan AI, hari ini mengumumkan peluncuran dataiku agent management, produk mandiri yang membantu perusahaan mendeteksi setiap agen AI yang beroperasi di lingkungan mereka. Dan terlepas dari platform apa yang tergunakan untuk membangunnya, mengukur kinerja bisnis dan teknisnya. Serta menandai agen-agen yang memiliki tingkat risiko terbesar. Produk ini dikenalkan di acara Dataiku Succeed. Yaitu konferensi tahunan unggulan perusahaan yang menyoroti bagaimana para CIO mengelola populasi agen yang berkembang pesat. Dan semakin terintegrasi ke dalam bisnis, dengan kecepatan yang melampaui kemampuan proses internal untuk melacak dan mengelolanya.
Peluncuran ini menjawab kesenjangan antara pesatnya pengembangan dan adopsi agen AI dengan kemampuan organisasi untuk memantau dan mengelolanya. Setiap perusahaan besar umumnya sudah memiliki catatan mengenai perangkat lunak yang mereka operasikan. Siapa pemiliknya, berapa biayanya, dan kapan masa berlaku perlu memperbarui. Namun, hampir tidak ada perusahaan yang memiliki catatan serupa untuk agen AI mereka. Salah satu penyebabnya adalah sebagian besar platform agen hanya dapat memantau agen yang terbangun di platform tersebut. Akibatnya, sebagian besar agen AI yang tergunakan perusahaan tidak memiliki kejelasan mengenai kepemilikan, tujuan, tingkat risiko, maupun hasil bisnisnya.
“Jika bertanya kepada sebuah bank berapa banyak server yang mereka operasikan, mereka mungkin dapat memberikan jawaban hingga angka desimalnya. Namun, jika bertanya berapa banyak agen AI yang sedang berjalan, jawabannya mungkin hanya berupa anggukan bahu atau sekadar perkiraan,” kata Florian Douetteau, Co-Founder dan CEO Dataiku. “Tidak ada yang sejak awal berniat membangun sistem seperti ini. Tim TI mengembangkan agen AI lebih cepat daripada kemampuan organisasi untuk menginventarisasinya. Dataiku Agent Management membantu perusahaan memahami apa saja yang sebenarnya sudah tergunakan dan seberapa besar nilai dari agen-agen tersebut.”
Dataiku Agent Management terhubung ke berbagai platform yang telah menggunakan tim perusahaan untuk menjalankan agen AInya, termasuk AWS Bedrock, Databricks Agents, Google Vertex, Microsoft Copilot Studio, dan Azure Foundry, Salesforce Agentforce, Snowflake Cortex, serta dengan platform Dataiku sendiri, dengan dukungan OpenTelemetry untuk lingkungan kustom dan mengintegrasikannya ke dalam satu inventaris terpusat. Sistem ini secara otomatis mengidentifikasi struktur setiap agen, termasuk alat dan model yang tergunakan, sehingga memberikan visibilitas menyeluruh mengenai cara setiap agen bekerja, bukan sekadar menunjukkan keberadaannya. Untuk agen berisiko tertinggi, yaitu agen yang menangani pelanggan, data sensitif, atau transaksi secara langsung, sistem ini menyimpan catatan berkelanjutan mengenai status sertifikasi, risiko yang teridentifikasi, dan hasil pengujian yang terjalankan secara berkala, sehingga dokumentasi dan bukti yang ada telah tersedia ketika manajer, auditor, maupun regulator membutuhkannya.
Berbeda dengan kemampuan pemantauan agen tradisional yang umumnya berada dalam ekosistem satu vendor yang terancang untuk mengutamakan agen milik vendor tersebut, Dataiku Agent Management secara sengaja terancang agar bersifat agnostik. Solusi ini dapat bekerja di berbagai platform, sehingga memungkinkan perusahaan menjawab pertanyaan yang tidak dapat terjawab oleh satu platform saja, seperti agen mana yang belum terpantau, di mana risiko terkonsentrasi, dan agen mana yang memberikan nilai sebanding dengan biayanya. Tim dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam bahasa yang lugas dan mendapatkan jawaban yang mencakup keseluruhan portofolio agen.
Ketersediaan
Dataiku Agent Management mulai tersedia secara umum pada bulan Oktober 2026. Akses produk menawarkan dengan skema biaya tahunan per instans dengan pemantauan yang terhitung berdasarkan jumlah agen. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi dataiku.com/product/agent-management.
(***)






