Trenddjakarta.com – Pdt. Yesaya Pariadji telah kembali ke Rumah Bapa di Sorga dikarenakan rumahnya di Sorga telah selesai dan siap ditempati, demikian ungkap Pdt. Gilbert Lumoimdong dalam kanal You tubenya sebagai ucapan Turut bela Sungkawa untuk sosok Pendeta Yesaya Pariadji yang merupakan Gembala Sidang sekaligus Ketua Sinode Gereja Tiberias Indonesia serta pendiri Sekolah Tinggi Teologi (STT) Tiberias.
Sebelum berdiri sendiri sebagai sebuah Sinode, Tiberias merupakan salah satu jemaat yang tergabung dalam wadah Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI), sehingga disebut sebagai GBI Tiberias.
Gereja Tiberias sendiri berdiri pada 17 Agustus 1990. Saat Pdt. DR. Yesaya Pariadji membangun Gereja Bethel Indonesia Jemaat Tiberias, dilansir sejumlah pengkotbah besar pernah menjadi pembicara di Gereja Tiberias diantaranya, Pdt. Erastus Sabdono, Pdt. John Hartmann, Pdt. Franky Pantouw, Pdt. Ara Siahaan, Pdt. Samuel Sie, Pdt. Gilbert Lumoindong, Pdt. Yuda D. Mailool, Pdt. Josua Tumakaka. Bahkan hingga ketika ini beberapa nama seperti Pdt. Petrus Octavianus, Pdt. Sudarmadji Said, Pdt. Dolf Mailangkay, Pdt. John Adhiguna masih tercatat sebagai pembicara tetap di Tiberias.
Hingga kini Gereja Tiberias berada di beberapa kota besar yaitu, Jakarta, Manado, Bandung, Surabaya, Batam, Bali, Makassar, Semarang. Gereja Tiberias juga sudah memiliki cabang di luar negeri, yaitu di Singapura[1] dan Australia.[2]
Adapun pelayanan ibadahnya meliputi,
Boanerges Kids (Sekolah Minggu), Boanerges Youth Ministry (Kaum Muda), KKR Kesembuhan Ilahi & Perjamuan Kudus, KKR Pelepasan, Pendalaman Alkitab Pria, Pendalaman Alkitab Wanita dan Pelepasan Resesi Ekonomi.
Gereja ini mengakui lima sakramen, yaitu baptisan selam, perjamuan kudus, minyak urapan, penyerahan anak, dan pernikahan.
Pendeta Yesaya Pariadji menghembuskan nafas terakhir setelah mengadakan Perjamuan Kudus Kamis (5/4/22) sekitar Pukul 15.00 sore di RS.SILOAM Jakarta. Dan dimakamkan di Sandiego Hills Memorial Park, Karawang , Jawa Barat Jumat siang (6/4/22). (Red)






