Trenddjakarta.com, 19 Mei 2022 – Cakap, salah satu perusahaan edtech terbesar di Indonesia, terus memberikan
kontribusinya sebagai perusahaan terdepan dengan berpartisipasi dalam pertemuan tahunan World
Economic Forum 2022, yang akan diselenggarakan di Davos, Swiss, pada tanggal 22 – 26 Mei 2022.
World Economic Forum (WEF), sebuah organisasi internasional independen yang berkomitmen untuk melibatkan sektor bisnis, politik global dan regional, serta sektor industri tertentu. Mengingat WEF
adalah pertemuan sektor ekonomi dan bisnis bergengsi dunia, Cakap membawa misi untuk memperkuat posisi sebagai platform edtech terkemuka tanah air, yang memberikan solusi pendidikan upskilling berupa bahasa asing dan vokasi melalui teknologi, yang selaras dengan misi pemerintah dalam
pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.
Di bidang pendidikan, WEF berkomitmen mengadaptasi perubahan teknologi dengan sistem pendidikan dan pelatihan yang bertujuan untuk mempersiapkan individu menjadi tenaga kerja yang handal. WEF
juga menyatakan bahwa lebih dari 50% tenaga kerja saat ini akan membutuhkan pelatihan tambahan pada tahun 2025.
Akan tetapi, muncul tantangan lagi terkait dengan bagaimana individu dituntut untuk
beradaptasi dalam menghadapi disrupsi teknologi dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, hal ini sangat selaras dengan agenda Cakap dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia Indonesia
melalui program upskilling.
Tomy Yunus, CEO & Co-Founder Cakap mengungkapkan rasa syukurnya karena menjadi representasi Indonesia, yang menunjukkan kesuksesan platform edtech dalam memberikan dampak kepada individu maupun ekonomi. “Misi World Economic Forum di bidang pendidikan adalah menutup kesenjangan keterampilan global yang mana ini telah diterapkan pada misi Cakap melalui kelas pembelajaran bahasa
asing dan vokasi. Kami ingin meningkatkan sumber daya manusia Indonesia dengan keterampilan tersebut untuk meningkatkan daya saing global mereka.
Pada pertemuan pendahuluan WEF 2022 yang diselenggarakan di awal tahun ini, Presiden Joko Widodo menyebut tiga fokus pemulihan ekonomi di bawah Presidensi G20 Indonesia, salah satunya yakni mengoptimalkan teknologi digital untuk transformasi ekonomi yang lebih cepat. Di sektor pariwisata
yang cukup terpukul karena pandemi Covid-19, Cakap memberikan pelatihan pada pekerja dan pegiat pariwisata, dengan menggandeng kementerian maupun entitas bisnis terkait. “Di Labuan Bajo, kami meluncurkan program kursus Bahasa Inggris secara daring kepada 5.000 pekerja sektor pariwisata.
Labuan Bajo dipilih karena merupakan salah satu destinasi prioritas yang akan mendukung pemulihan ekonomi di sektor pariwisata.” pungkas Tomy.
Dalam sisi perkembangan teknologi, edtech Cakap bekerjasama dengan WIR Group mengembangkan metode pembelajaran immersive yakni Metacourse yang menggabungkan AR dengan VR dalam proses pembelajaran. Metode yang saat ini masih berupa purwarupa, diharapkan dapat menjadi kunci utama
bagi peserta didik menyerap materi lebih baik dan terus menjaga minatnya hingga pembelajaran dapat tuntas lebih cepat. “Alasan memilih Metacourse, karena Cakap ingin mengajak dan memberitahu lebih
banyak orang bahwa teknologi Augmented & Virtual Reality juga dapat diterapkan dalam dunia pendidikan, serta dengan adanya pengembangan ini, Cakap dapat lebih berkontribusi untuk bangsa utamanya di industri edtech Indonesia. Hal ini juga membuktikan bahwa di bidang edukasi teknologi pun, Indonesia tidak kalah dengan pemain global lainnya” Ujar Yohan Limerta CTO & Co-Founder Cakap.
Sementara itu, usai menyaksikan penandatanganan MoU antara WIR Group dan Cakap sebelum menuju Davos, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM pun menyambut baik kolaborasi kedua
perusahaan teknologi yang akan tampil di WEF. “Ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menampilkan brand image yang baik, apalagi WEF akan dihadiri pemangku kebijakan dan pebisnis handal dunia. Harapannya perusahaan rintisan yang kami ajak ke Davos seperti Cakap, mampu menampilkan contoh konkret bahwa teknologi mampu menjadi bagian pemulihan dan membangun keberlanjutan ekonomi.” ujar Nurul Ichwan Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal
Kementerian Investasi/BKPM.
Hingga kuartal satu 2022, Cakap telah diunduh oleh lebih dari 1,5 juta pengguna, dan menjangkau 95 kota di 34 provinsi, serta merekrut lebih dari 1.400 tenaga ahli sebagai pengajar, yang tersebar di seluruh
penjuru tanah air serta beberapa negara Asia-Pasifik. Upaya Cakap dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas di Indonesia juga didukung oleh pengembangan kurikulum mutakhir. Sebagai pemain terdepan di industri, Cakap akan meningkatkan adopsi teknologi dalam hal pengalaman belajar yang
dapat memperluas akses dan kesempatan ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dengan menjalin kemitraan publik-swasta melalui berbagai program dampak
sosial bagi masyarakat di daerah tersebut.
(Red)







