Ufuk – Madani International Film Festival 2022

Trenddjakarta.com, Jakarta, 15 Oktober 2022 – Madani International Film Festival yang diselenggarakan sejak tanggal 8-15
Oktober berupa penayangan film, diskusi-diskusi, peluncuran buku dan kompetisi film pendek telah selesai digelar.

Pada gelaran tahun kelima Madani International Film Festival kali ini, mengangkat tema Ufuk. Ufuk dipahami sebagai batas terjauh pandangan mata kita, batas antara bumi dan langit. Imaji paling umum jika kita membaca kata ufuk” (dalam bahasa Inggris, horizon) adalah batas langit dan bumi yang kita pandang dari pantai. Dalam banyak karya sastra, ufuk seringkali identik pikiran yang terbuka, imajinasi sekaligus
harapan yang luas. Dalam konteks tematik dan programatik, ufuk diterjemahkan antara lain lewat fokus pada pikiran dan imajinasi.

Madani International Film Festival mengangkat tema ini dengan ikhtiar untuk
mewujudkan peradaban baru yang lebih adil dan welas asih, dengan segala konteks sosio-kultural, khususnya pasca pandemi Covid-19.
Madani International Film Festival menampilkan dan membuka ruang diskusi melalui kisah-kisah keberagaman masyarakat Muslim dunia. Lewat medium film sebagai media bercerita, Madani International
Film Festival mengajak masyarakat agar tidak hanya berpegang pada satu narasi tunggal melainkan lebih toleransi menyikapi keberagaman.

Selama satu minggu penyelenggaraan, sebanyak 70 film dari 22 negara, serta 15 diskusi dari 30 pembicara dalam dan luar negeri telah disaksikan secara langsung di ruang publik. Tahun ini Madani International
Film Festival juga bekerja sama dengan PickLock Films atas dukungan Direktorat Perfilman, Musik, Dan Media Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi Republik Indonesia, untuk memproduksi
seri dokumenter yang berjudul “The Quest” yang menelusuri peradaban Islam dan kehidupan masyarakat Muslim Nusantara, yaitu Aceh dan Bali.”

Di hari terakhir penyelenggaraan, Madani meluncurkan buku “99 Film Madani”, untuk “memudahkan” dan “memperkenalkan” film-film Madani. Suatu pemberian gambaran tentang kekayaan warna persoalan kemanusiaan dalam dunia Islam yang menjadi segi tematik festival, sebagai pemantik obrolan lebih jauh mengenai “film Madani” dan memancing pencandraan lebih luas tentang gambaran dunia Islam keseharian yang menjadi representasi permasalahan umat Islam.

Melalui program East Cinema dan Short Film Competition Madani International Film Festival menerima 2.214 peserta kompetisi film pendek dari dalam dan luar negeri. Penjurian finalis Short Film Competition
dilakukan oleh Salman Aristo (penulis), Sakdiyah Ma’aruf (komika dan peneliti di Islamic Culture), dan Nick Calpakdjian (creative producer). Juri sepakat memutuskan tiga pemenang film pendek, yakni film berjudul “Author” karya Saeid Zarei Tabar, sutradara asal negeri Iran sebagai pemenang pertama.

Film berjudul “Udin’s Inferno” karya Yogi S. Calam, sutradara asal Indonesia sebagai pemenang kedua. Dan film berjudul “Red Pen” karya Abdou El Mesnaoui sutradara asal Maroko sebagai pemenang ketiga. Para pemenang memperoleh hadiah sertifikat dan uang tunai masing-masing sebesar 15 juta rupiah untuk pemenang pertama, 10 juta rupiah untuk pemenang kedua dan lima juta rupiah untuk pemenang ketiga, dipotong
pajak.

Film Until Tomorrow (2022) dipilih sebagai penutup Madani International Film Festival kelima, tanggal 15 Oktober 2022 di Epicentrum XXI, Jakarta. Film ini disutradarai oleh Ali Asgari, dan dibintangi oleh Sadaf Asgari, Ghazal Shojaei, Babak Karimi, Amirreza Ranjbaran, Nahal Dashti, dan Mohammad Heidari. Film ini dinobatkan sebagai nominasi Panorama Audience Award, Berlin International Film Festival 2022, serta nominasi Golden Eye, Best International Feature Film, Zurich Film Festival 2022.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.