Maithreyi Sosok Pemimpin Perempuan di P&G Indonesia

Trenddjakarta.com – Jakarta, Selama lebih dari 16 tahun, Maithreyi telah memegang berbagai posisi kepemimpinan di industri kecantikan dan kesehatan konsumen terbesar di Asia, Afrika, dan Amerika Utara bersama Procter & Gamble (P&G). Maithreyi adalah seorang pemimpin bisnis dan brand builder dengan rekam jejak yang solid dalam memimpin berbagai merek ternama seperti Vicks, Metamucil, Pantene, Olay dan Clairol di berbagai negara, seperti Asia, Amerika Utara, Australia dan Selandia Baru, serta Afrika.

Maithreyi mengawali karirnya sebagai Assistant Brand Manager untuk Pantene dan Olay di India pada tahun 2005. Tidak hanya memimpin berbagai proyek untuk kategori haircare dan skincare, pada tahun 2010 Maithreyi juga mendapat kesempatan untuk memimpin merek pada kategori Healthcare dengan meraih segudang prestasi. Salah satunya pencapaiannya adalah dimana Maithreyi berhasil memimpin kampanye Vicks Vaporub dan Vicks Drop yang mampu mendorong pertumbuhan penjualan hingga dua digit serta meraih pangsa pasar terkuat di beberapa negara. Saat ini, Maithreyi menduduki posisi sebagai General Manager, Consumer Health Care, untuk P&G Indonesia.

Maithreyi percaya bahwa untuk mengembangkan sebuah merek menjadi versi terbaiknya, produsen harus mampu terus-menerus memikat konsumen dengan terobosan inovasi produk serta kampanye yang berbasis insight yang kuat. Hal ini terbukti lewat “Touch of Care”, yakni sebuah kampanye yang dipimpin Maithreyi untuk Vicks, dimana kampanye tersebut berhasil memenangkan Cannes Award dan juga sejalan dengan misi P&G sebagai Force for Growth and Force for Good di Asia.

Tidak hanya itu, Maithreyi juga memiliki minat yang besar dalam pengembangan sumber daya manusia (people development), dimana selama ini dia juga terlibat secara aktif dalam berbagai program internal P&G untuk mentoring dan pengembangan karyawan. Di samping pekerjaannya, Maithreyi adalah seorang advokat yang vokal untuk program-program kemasyarakatan (community impact) serta aktif memimpin berbagai program kerelawanan yang berbasis keahlian dan keterampilan, seperti sekolah pro-bono, konsultasi proyek-proyek sosial jangka pendek, serta program mentoring untuk LSM dan organisasi lainnya dengan misi sosial. Melalui program-program yang dipimpinnya, Maithreyi telah melatih lebih dari 200 LSM dan organisasi sosial selama beberapa tahun belakangan.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.