Riset FedEx: Faktor Keberlanjutan Menjadi Pertimbangan Penting dalam Belanja Online

Trenddjakarta.com, Jakarta, Indonesia, 17 November 2022 – Penelitian terbaru yang dilakukan oleh FedEx Express, salah satu perusahaan transportasi ekspres terbesar di dunia, menunjukkan bahwa usaha kecil dan menengah (UKM) yang memanfaatkan platform e-commerce selama pandemi COVID, meremehkan pentingnya faktor keberlanjutan saat konsumen melakukan transaksi pembelian.

Tujuh puluh lima persen UKM yang telah disurvei mengatakan pelanggan mereka lebih tertarik untuk menerima barang secepat mungkin ketimbang berbelanja secara berkelanjutan. Jumlah yang sama, 73%, berpendapat bahwa barang dengan harga semurah mungkin lebih penting bagi pelanggan. Namun, pendapat dari konsumen menunjukkan kenyataan yang sangat berbeda.

Survei What’s Next in E-Commerce meninjau UKM dan konsumen di 11 pasar di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika (AMEA) pada Juli 2022. Jajak pendapat tersebut mengeksplorasi perubahan secara terus-menerus pada e-commerce di kawasan tersebut dan mengidentifikasi tren yang dapat mendorong pertumbuhan mereka di masa depan.

Temuan Utama: Konsumen menginginkan keberlanjutan dan kecepatan
Percepatan pertumbuhan e-commerce selama pandemi COVID-19 membuat kekhawatiran konsumen terhadap lingkungan juga terus tumbuh. Untuk sejumlah besar konsumen, masa depan planet ini adalah yang utama, dan mereka tidak ingin berkompromi – mereka menginginkan prouduk yang keberlanjutan dan pengiriman yang cepat. Di seluruh wilayah, 67% dari mereka yang disurvei menyatakan minat yang sama untuk menerima barang mereka dengan cepat seperti halnya keberlanjutan pada proses belanja online.

Konsumen di Vietnam, Thailand, dan Korea Selatan menempatkan prioritas terbesar pada keberlanjutan daripada kecepatan pengiriman. Sebaliknya, konsumen di Taiwan, Hong Kong, dan Malaysia lebih cenderung fokus pada waktu pengiriman. Sementara itu, sekitar 6 dari 10 (58%) orang Indonesia setuju bahwa mereka memilih sebuah produk atas dasar berkelanjutan atau ramah lingkungan.

Penelitian menunjukkan bahwa delapan dari 10 konsumen di AMEA mengharapkan perusahaan e-commerce yang menjadi tempat belanja mereka dapat mengejar model bisnis yang berkelanjutan. Tujuh dari 10 memilih untuk membeli dari perusahaan dengan strategi lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang efektif – tetapi hanya 29% UKM yang benar-benar menerapkannya. UKM mengakui bahwa konsumen mengharapkan mereka untuk menjalankan bisnis yang berkelanjutan, akan tetapi banyak (68%) yang takut akan modal atau tidak yakin bahwa investasi apa pun di bidang ini akan menghasilkan keuntungan.

“Preferensi konsumen bergeser dari harga ke nilai. Saat ini, produk yang diproduksi secara bertanggung jawab dan berasal dari bahan dasar yang berkelanjutan menjadi prioritas saat berbelanja. UKM Indonesia perlu memanfaatkan temuan dari penelitian ini dan memperhatikan perubahan perilaku pelanggan mereka di seluruh dunia,” ujar Garrick Thompson, Managing Director FedEx Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.