Kaki Sehat dengan Sepatu yang Tepat

Trenddjakarta.com – Kaki merupakan anggota tubuh yang penting dalam kehidupan manusia. Selain bertugas menopang beban tubuh ketika berdiri, kaki juga menjadi anggota gerak yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Pada kondisi normal, manusia dapat berjalan hingga 10.000 langkah setiap hari atau 3 juta langkah per tahun. Angka ini sempat menurun pada kondisi pandemi, di mana rata-rata manusia berjalan tidak lebih dari 3.000 langkah per hari. Meski memiliki peranan yang teramat penting, sayangnya, seringkali kenyamanan dan kesehatan kaki dianggap remeh, bahkan terabaikan, sampai masalah yang timbul menjadi serius.

Menjaga kenyamanan dan kesehatan kaki dapat dimulai dengan mengenali terlebih dahulu bentuk telapak kaki Anda. Telapak kaki memiliki pengaruh yang besar terhadap anggota tubuh lainnya seperti lutut, panggul, dan tulang belakang. Identifikasi dini dapat membantu Anda yang memiliki telapak kaki tidak normal untuk mendapatkan penanganan tepat sehingga dapat mencegah dampak buruk yang mungkin terjadi di kemudian hari.

Jenis telapak kaki

*Normal Arch*
Normal Arch merupakan jenis kaki yang paling umum dimiliki manusia. Jenis ini ditandai dengan adanya kelengkungan yang wajar antara jempol kaki dan tumit. Posisi tripod yang diciptakan oleh ibu jari, tumit, dan lengkung kaki yang normal akan memberikan bentuk cetakan kaki seperti gambar kaki nomor 1 pada ilustrasi. Pada umumnya, kaki dengan normal arch dapat menggunakan jenis sepatu yang umum ditemukan di pasaran.

*Flat Foot*
Flat foot (kaki rata/kaki teplek) atau pes planus merupakan jenis telapak kaki yang tidak memiliki lengkungan atau dengan lengkung yang sangat rendah dari ibu jari hingga ke tumit. Pemilik kaki rata hanya memerlukan terapi apabila merasakan gangguan seperti rasa tidak nyaman pada bagian tubuh lainnya. Sepatu yang cocok bagi pemilik kaki flat foot adalah sepatu yang dapat memberikan dukungan ekstra pada lengkung kaki. Apabila ada keluhan, Anda dapat menambahkan sisipan sepatu atau insole yang dibuat dengan cetakan khusus.

*High Arch*
High arch atau pes cavus adalah lengkungan kaki yang naik atau memiliki lengkung lebih tinggi dari lengkung normal. Lengkungan pada kaki dengan high arch membentang dari jari kaki ke tumit di bagian bawah kaki. Kondisi ini lebih jarang terjadi dibandingkan flat foot. Kaki yang sangat melengkung ini biasanya juga dapat disertai dengan kelainan bentuk yang lain. Apabila tidak disertai keluhan, tidak diperlukan terapi khusus bagi kaki jenis ini.

Perubahan kaki seiring waktu
Mengetahui jenis telapak kaki dapat membantu Anda menentukan alas kaki yang sesuai dengan kondisi masing-masing kaki. Hal ini tentu dapat memberikan kenyamanan ketika beraktivitas sehari-hari. Perlu diketahui bahwa lebih dari 80 persen permasalahan pada kaki dapat dicegah dengan memakai footwear yang baik. Jangan lupa, pemilihan alas kaki, terutama sepatu, harus selalu dievaluasi seiring dengan pertambahan usia karena bentuk kaki juga dapat mengalami perubahan akibat aktivitas sehari-hari. Perubahan yang dapat terjadi, antara lain:
Ligamen dan tendon di kaki semakin longgar sehingga menyebabkan kaki semakin lebar dan meregang. Keadaan ini juga dipengaruhi oleh gravitasi dan peningkatan berat badan
Lengkung telapak kaki semakin datar, sehingga kaki menjadi lebih panjang
Heel pad atau lapisan lemak di area tumit menjadi lebih tipis. Bentuk jari kaki berubah karena penggunaan sepatu dengan bentuk yang bervariasi. Kandungan air di dalam urat, otot, dan ligamen berkurang. Hal ini meningkatkan risiko cedera, robek, atau kekakuan sendi

Risiko salah pilih sepatu
Memaksakan kaki untuk menggunakan sepatu yang kurang sesuai dengan jenis dan ukuran kaki dapat meningkatkan risiko terjadinya luka atau cedera. Kendati demikian, masih banyak orang yang hanya mengutamakan estetika dibandingkan kenyamanan dalam memilih sepatu. Tidak sedikit yang akhirnya membutuhkan terapi hingga operasi untuk menangani masalah pada kaki yang terjadi akibat penggunaan sepatu yang tidak tepat.
Tak hanya menimbulkan rasa nyeri pada kaki, sepatu yang tidak tepat dapat menimbulkan beberapa masalah, antara lain:

*Bunion*
Bunion merupakan benjolan tulang yang terbentuk pada sendi di pangkal jempol kaki. Pada kondisi ini, ujung jempol kaki akan tertarik ke arah jari-jari kaki yang lebih kecil dan memaksa sendi di pangkal jempol kaki untuk menonjol. Selain faktor genetik atau kondisi medis, bunion juga dapat disebabkan oleh penggunaan sepatu yang terlalu ketat dan sempit. Kondisi bunion yang semakin parah dapat menyebabkan penderita sulit berjalan dan menggunakan alas kaki karena benjolan menjadi lebih besar dan terasa menyakitkan.

*Hammer Toe*
Hammer toe merupakan kelainan bentuk yang menyebabkan jari kaki menekuk atau melengkung ke bawah. Kelainan bentuk ini paling sering memengaruhi jari kaki telunjuk atau tengah. Meskipun kondisi ini bisa jadi bawaan saat lahir, hammer toe juga dapat disebabkan oleh radang sendi atau pemakaian sepatu yang tidak pas.

*Kapalan*
Kapalan adalah lapisan kulit yang tebal dan mengeras yang terjadi saat kulit mencoba melindungi diri dari gesekan dan tekanan secara konstan. Meskipun terasa sakit dan tidak enak dilihat, kapalan umumnya bukan merupakan kondisi medis serius. Salah satu penyebab berkembangnya kapalan adalah pemakaian sepatu yang terlalu ketat.

*Kuku Tumbuh ke Dalam*
Kuku yang tumbuh ke ke dalam daging ditandai dengan nyeri, bengkak, dan kemerahan. Hal ini sering terjadi pada ibu jari kaki karena kuku dipotong terlalu pendek. Selain itu, kondisi ini juga bisa disebabkan karena tersandung, tertimpa benda berat, atau menerima tekanan berulang pada area ibu jari kaki. Cedera ini dapat semakin parah jika penderita menggunakan sepatu yang terlalu sempit.

*Keseleo*
Keseleo merupakan kondisi ketika ligamen di pergelangan kaki tertarik atau robek, sehingga menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan di area cedera. Sepatu dengan hak tinggi dan lancip adalah jenis sepatu yang paling berisiko menyebabkan cedera. Hal ini disebabkan oleh tumpuan berat tubuh pada ujung hak berbentuk lancip yang meningkatkan risiko terjatuh.

Tips memilih sepatu yang tepat
Sepatu digunakan untuk melindungi kaki sekaligus mengoptimalkan aktivitas penggunanya. Saat ini, terdapat beragam jenis sepatu yang disesuaikan dengan tujuan para pengguna. Misalnya, sepatu olahraga dapat terbagi lagi berdasarkan jenis olahraganya seperti lari, basket, bulu tangkis, futsal, dan banyak lainnya. Bahkan sepatu khusus untuk berlari pun memiliki berbagai variasi, seperti road-running shoes, trail-running shoes, dan cross-training shoes. Biasakan untuk menggunakan sepatu yang tepat untuk aktivitas yang tepat. Karenanya, penting untuk mengetahui tujuan penggunaan sepatu sebelum membelinya.

Selain itu, hal yang sering diremehkan oleh pengguna adalah masa kedaluwarsa sepatu. Misalnya, seorang pelari akan berisiko mengalami cedera kaki apabila sepatu yang digunakan sudah tidak berfungsi sebagai alat proteksi yang benar karena outer sole-nya sudah menipis dimakan waktu. Sepatu lari yang sudah digunakan lebih dari 450 kilometer sebaiknya diganti untuk mencegah terjadinya sakit pada tumit atau telapak kaki.

Hal yang tidak kalah penting adalah memilih sepatu yang sesuai dengan ukuran kaki. Sepatu yang baik adalah sepatu yang terasa nyaman sejak pertama kali digunakan. Untuk mendapatkan sepatu yang tepat, simak beberapa tips berikut sebelum membeli sepatu:
#Kenali bentuk dan karakteristik kaki Anda, dan lakukan pengukuran panjang dan lebar kaki. Jangan hanya mengandalkan ukuran sepatu yang biasa digunakan karena setiap merek dan jenis sepatu bisa berbeda ukuran hingga 2 sentimeter. Paling tepat jika melihat ukuran panjang kaki (dalam sentimeter) pada bagian luar kotak sepatu dan menyesuaikannya dengan panjang kaki Anda. Anda dapat mengukur panjang kaki secara manual dengan meteran biasa, alat ukur kaki yang ada di toko sepatu, atau secara komputerisasi dengan alat bernama foot scanner.
#Lakukanlah pengukuran kaki pada sore atau malam hari. Pada waktu tersebut, kaki berada di ukuran terbesar, terpanjang, dan terlebar
Cobalah sepatu dalam posisi berdiri, kemudian periksa ruang jari depan dan ruang tumit di belakang. Sepatu yang sesuai seharusnya masih memiliki ruang sekitar 1 jari tangan.
#Selalu berjalan dan berdiri ketika mencoba sepatu. Pastikan ujung sepatu pada bagian tumit tidak terlepas, dan tidak ada jari kaki yang terjepit saat berjalan. Prinsipnya, sepatu yang menyesuaikan dengan bentuk kaki bukan kaki yang menyesuaikan dengan bentuk sepatu

Jika Anda mengalami cedera akibat penggunaan sepatu yang kurang tepat dan keluhannya tidak membaik dalam beberapa waktu, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter spesialis bedah ortopedi konsultan foot and ankle. Penanganan segera dan tepat pada cedera kaki dapat mencegah terjadinya kondisi yang lebih parah.

Yuk, jaga kaki sehat dengan mengenakan sepatu yang tepat!

Sumber : dr. Astuti Pitarini, Sp.OT (K)
Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Foot & Ankle Jakarta Knee & Shoulder Orthopedic Sport Centre (JKOSC)
RS Pondok Indah – Pondok Indah. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *