Koinpack, bersama Gerakan Guna Ulang Jakarta Kurangi Sampah Saset Secara Drastis!

Trenddjakarta.com, Koinpack – salah satu startup yang dibangun ZWLL by Enviu Indonesia, yang berupa sistem guna ulang kemasan untuk produk harian- turut menjadi bagian dari upaya ini melalui sistem penggunaan kemasan produk yang dapat digunakan kembali dan didukung dengan sistem
model deposit untuk para konsumen. “Sistem Koinpack sangat mudah, layaknya galon air
minum. Dengan Koinpack, yang di isi ulang adalah sabun, detergen, minyak dan produk kebutuhan rumah tangga – semua kemasan dapat dikembalikan dan Koinpack bersihkan,
dengan harga bersaing, kita bisa kurangi sampah plastik dan saset secara drastis!” ujar Bintang Ekananda, Direktur Koinpack.

Sebagai dari bagian Gerakan Guna Ulang Jakarta, Koinpack juga mengadakan program
sosilasisasi bersama UMKM lokal dan bank sampah untuk berkolaborasi. Koinpack
mengadakan “Pelatihan dan Diskusi Kemasan Guna Ulang” setiap minggu yang bertujuan
untuk mengajarkan pemahaman lebih lanjut mengenai model guna ulang dan alternatif wadah guna ulang yang dapat digunakan oleh pelaku usaha, khususnya jasa makanan dan minuman, serta kelebihan yang didapatkan dari penerapan model tersebut. Hingga saat ini, lebih dari 700 warga, yang terdiri dari kumpulan anggota PKK dan bank sampah, yang mayoritas adalah wanita, telah berpartisipasi dalam pelatihan sistem kemasan guna ulang dengan Koinpack,
dimana 20 bank sampah baru dari Jakarta Selatan telah ikut serta menjadi titik penjualan kemasan guna ulang dengan Koinpack.

Pelatihan ini memperkuat narasi dan disambut baik oleh masyarakat, dan kini Koinpack sudah mencapai 100+ poin di komunitas dengan return rate sebesar 65-70%.

“Lewat inisiatif ini, kami ingin menunjukkan bahwa gaya hidup guna ulang dapat menjadi pilihan nyata dan mudah bagi semua orang dan pemangku kepentingan terkait, seperti produsen, ritel dan masyarakat sebagai pengguna. Gerakan Guna Ulang Jakarta akan dipantau secara berkala dengan harapan, implementasinya dapat diperluas ke wilayah sekitar Jakarta bersama dengan lebih banyak lagi pemangku kepentingan di dalamnya,” sebut Darina Maulana – Progam Lead ZWLL Enviu Indonesia.

Progam Koinpack memiliki potensi besar sebagai inovasi dalam menurunkan jumlah pemakaian kemasan sekali pakai. Hal ini memperkuat narasi mengenai tingginya permintaan konsumen terhadap konsep guna ulang Koinpack. Harapannya, kegiatan oleh Koinpack menjadi salah satu gerakan yang masif dan dapat menjadi program percontohan agar dapat diberlakukan di seluruh Indonesia.

Boiler plate:
Enviu adalah studio start-up yang berfokus pada ekonomi sirkular. Dengan kantor di Indonesia, Belanda, India, Kenya dan Malaysia, kami mengembangkan solusi yang layak secara komersial untuk mengatasi masalah lingkungan dan sosial. Di Indonesia, kami memulai program Zero Waste Living Lab (ZWLL) pada tahun 2019. ZWLL berfokus pada pengurangan sampah plastik dengan membangun solusi guna ulang dan isi ulang. Sejauh ini ZWLL telah membangun tujuh startup, termasuk Koinpack, ALLAS, Econesia, dan Qyos, yang secara langsung mengurangi plastik sekali pakai dan mendorong konsumen Indonesia untuk mengadopsi solusi guna ulang.

Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) merupakan lembaga non-profit berbadan hukum perkumpulan yang telah memperoleh berbagai penghargaan atas upayanya mewujudkan Indonesia Bebas Plastik Sekali Pakai. Dengan melakukan pendekatan advokasi, kolaborasi, dan edukasi, GIDKP berhasil mendorong lebih dari 70 kota/kabupaten untuk melarang penggunaan plastik sekali pakai. GIDKP merupakan inisiator uji coba “Kantong Plastik Tidak Gratis” (#Pay4Plastic) pada tahun 2016 di seluruh Indonesia bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang berhasil mengurangi konsumsi kantong
plastik hingga 55%. Berbagai penghargaan yang berhasil diperoleh GIDKP antara lain
Anugerah Revolusi Mental dari Pemerintah Indonesia (2019) dan apresiasi UN Ocean Hero
2018 dari PBB. Kegiatan GIDKP juga diliput dalam dua film dokumenter, yaitu The Story of Plastic (2019) yang telah memenangkan Emmy Awards dan Pulau Plastik (2021).(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *