Resta Pendopo KM 456 Kembali Raih Penghargaan sebagai Rest Area Tipe B Terbaik dari Kementerian PUPR

Trenddjakarta.com, Jakarta, (16/12/22) – Hadir dengan konsep arsitektur yang unik dengan mengangkat perpaduan antara arsitektur modern dan tradisional, Resta Pendopo KM 456 yang dilengkapi dengan berbagai sarana dan fasilitas publik yang lengkap, kembali meraih penghargaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau Rest Area Tipe B terbaik di Indonesia tahun 2022. Resta Pendopo KM 456 merupakan TIP yang dikelola oleh PT Astari Marga Sarana, salah satu anak perusahaan Astra Property yang bekerjasama dengan Astra Infra dan Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT).

Penghargaan ini menunjukkan komitmen Resta Pendopo KM 456 dalam menghadirkan TIP dengan layananan yang terbaik bagi masyarakat. Selama tiga tahun berturut-turut, Resta Pendopo KM 456 sukses mendapatkan penghargaan untuk kategori yang sama.

Beberapa hal yang menjadi dasar penilaian Kementerian PUPR dalam memberikan penghargaan yaitu, dalam pengelolaan Resta Pendopo KM 456, senantiasa memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pengunjung, memenuhi regulasi pemerintah yang ditetapkan meliputi standard dan kebersihan fasilitas umum, pemenuhan area untuk UMKM serta pemberdayaan masyarakat, UMKM, dan komunitas sekitar Resta Pendopo KM 456 melalui pelaksanaan program pengelolaan sampah dan kegiatan komunitas yang dilaksanakan secara berkala.

“Kami sebagai pengelola Resta Pendopo KM 456 senantiasa konsisten dalam memenuhi regulasi pemerintah, serta dalam menjaga kebersihan dan keindahan fasilitas umum. Selain itu, Resta Pendopo juga terus melakukan inovasi dengan pendekatan teknologi dalam mengembangkan UMKM seperti penggunaan aplikasi mobile ordering untuk memperluas pasar UMKM. Sedang dari sisi pengelolaan sampah, di antaranya kami menghadirkan teknologi eco enzyme dan penggunaan maggot/Black Soldier Fly untuk pengelolaan sampah organik,” papar Michael Atmoko selaku Presiden Direktur PT Astari Marga Sarana.

Dibangun di ruas tol Trans Jawa, tepatnya di ruas tol Semarang-Solo KM 456, Resta Pendopo KM 456 dibangun di dua sisi jalan tol dan dihubungkan dengan sebuah skybridge yang melintang di atas jalan tol. Selain sky bridge, rest area ini menyediakan sky deck dengan pemandangan hamparan sawah dan gunung yang bisa dijadikan spot foto yang Instagramable.

Mengusung konsep one stop service one roof, kedua sisi Resta Pendopo KM 456 memiliki fasilitas dan sarana yang lengkap, sehingga pengunjung tidak hanya sekadar beristirahat namun dapat sekaligus berwisata dan berbelanja.

“Kami tentu sangat berterima kasih atas apresiasi yang telah diberikan Kementerian PUPR. Semoga dengan penghargaan ini dapat menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi, memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi para pengunjung Resta Pendopo KM 456,” tambah Michael.

Pranaraksa Center di Resta Pendopo Km 456
Resta Pendopo KM 456 terus berinovasi untuk dapat memberi nilai lebih bukan hanya dalam hal layanan untuk pengunjung, tapi juga kontribusi untuk lingkungan hidup. Tidak hanya berkomitmen dalam pengolaan sampah, Resta Pendopo KM 456 juga menjalankan program pelestarian lingkungan hidup melalui Program Konservasi Keanekaragaman Buah Langka Nusantara atau yang disebut Pranaraksa. Pranaraksa berasal dari bahasa sanksekerta yang memiliki arti pelindung kehidupan. Program ini merupakan inisiasi Astra bersama grup yang bertujuan untuk konservasi atau pelestarian buah langka nusantara melalui pengumpulan, pendataan, pembibitan, dan penyebarluasan kembali ke masyarakat.

Pada hari Rabu, 14 Desember 2022, di area Pranaraksa Center di Resta Pendopo KM 456 telah dilakukan penanaman sembilan jenis bibit tanaman buah langka di area seluas 712,5 m2. Tanaman tersebut terdiri dari Garcinia mangostana (manggis), Myristica Frograns (pala), Annona Mucicata (sirsak madu), Annona Squamosa (srikaya), Averhoa carambola (belimbing dewi), Averhoa bilimbi (belimbing wuluh) Punica Granatum (delima), Psidium Guajava (jambu kristal) dan Nephelium Lappaceum (rambutan rapiah).

Jumlah bibit yang ditanam di Kawasan Resta sebanyak 120 pohon dari ke sembilan jenis tanaman tersebut. Selain sebagai langkah konservasi buah endemik, melalui pelaksanaan Pranaraksa Center Resta Pendopo KM 456 ini juga diharapkan untuk selanjutnya lokasi konservasi dapat menjadi pusat pengenalan dan pembelajaran kepada seluruh elemen masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh tentang buah-buah asli Indonesia yang saat ini sudah mulai langka.

Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:
Nama : Demmy Indranugroho
Jabatan : Head of Corporate Communications Division – Astra Property
Email : demmy.indranugroho@menara-astra.co.id

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *