trenddjakarta.com, Jakarta, 29 Mei 2023 – Belajar tidak melulu harus berhadapan dengan buku atau tugas berat. Mengambil contoh negara tetangga di Jepang, anak-anak sekolah taman kanak-kanak dikenalkan dengan bentuk-bentuk kemampuan sosial, berteman,
menumbuhkan empati bukan hanya sesama teman tetapi juga dengan hewan atau tanaman peliharaan. Dengan adanya dasar pendidikan tersebut termasuk kesenian, olahraga dan juga kemahiran bahasa Ibu, nantinya ilmu pengetahuan lainnya diharapkan lebih mudah diserap dan dicerna.
Contoh lain yang bisa dilakukan ketika mengajak anak usia dini dengan menggunakan
label perasaan untuk mendeskripsikan sesuatu. Metode ini pas untuk anak usia 3-5
tahun. Menurut jurnal Big Life Journal, ketika mengeksplorasi perasaan anak-anak
diajak untuk bisa mengekspresikan dirinya yang kadang direpresi dan justru membuat
tertekan di usia nanti mereka dewasa. Ajak anak-anak mengidentifikasi diri seperti,
takut, sedih atau gembira. Lewat hal sehari-hari, misalnya ketika anak takut berinteraksi dengan hewan seperti anjing atau kucing, atau suara petir kala hujan.
Pertanyaan sederhana seperti “Apa yang membuatmu takut dengan anjing?” atau “Mengapa kamu menutup telinga ketika ada petir?”, menjadi penting untuk mengembangkan rasa empati ketika melihat orang lain memiliki perasaan yang perlu divalidasi.
Metode berikutnya adalah menggunakan karakter dalam cerita untuk menelaah
perasaan atau situasi. Misalnya, dalam serial DOMIKADO yang menampilkan lima
karakter Bea, Beo, Cis-Cis, Cricket dan Astrobek di Taman Domikado muncul berbagai
situasi yang menampilkan bagaimana para karakter berinteraksi dengan lainnya.
Misalnya, ketika episode Astrobek sedih mengingat keluarganya dan dihibur oleh Kak
Rachel Amanda. Astrobek sedih karena ternyata keluarganya tidak seperti keluarga
teman-temannya yang menyiapkan makanan atau menuliskan pesan indah.
Menyaksikan bersama kisah tokoh DOMIKADO dan coba merealisasikannya dengan keseharian bisa menjadi cara untuk komunikasi antar keluarga. Tidak hanya ekspresi atau perasaan sedih, tetapi kebahagiaan juga menjadi hal yang perlu dipahami serta dicatat. Apa saja yang membuat seseorang senang atau gembira.
Ketika anak usia dini mulai berkembang, tentu saja hal-hal yang menyenangkan ikut
beradaptasi sesuai lingkungan dan kebutuhannya. Ambil contoh ketika anak menyukai sesuatu setelah sekian lama, tetapi tidak lagi menyukainya seiring berjalan waktu.
Hal ini juga bisa menjadi penemuan atas bakat baru atau hobi yang menyenangkan.
Cis-Cis, di salah satu episode DOMIKADO awalnya sempat menyembunyikan bakat
terpendamnya yang suka merajut. Bagi Cis-Cis, ia masih ragu menunjukan ke orang
lain. Jika diidentifikasi lebih jauh, perasaan-perasaan yang muncul juga merupakan
kesempatan untuk berbagi peran bagi orang tua atau guru di sekolah. Menjadi suportif
atau memfasilitasi perkembangan kemampuan sosial, pengetahuan baru atau sekadar
mendukung hal-hal kecil yang penting bagi anak.
Masih banyak kisah-kisah seru DOMIKADO yang bisa disimak sepanjang 24 episode yang sudah tayang di Youtube DOMIKADO_ID. Setelah bertemu dengan sahabat DOMIKADO di live puppet show pekan lalu, DOMIKADO terus melanjutkan perjalanan untuk bertemu lebih banyak teman-teman. Dari mulai learning center, sekolah PAUD sampai komunitas belajar serta guru-guru ikut berperan di Hari Seru bersama DOMIKADO. Akan ada kesempatan lainnya untuk bertemu dan nonton bersama serial DOMIKADO di komunitas-komunitas sahabat DOMIKADO termasuk program nobar mandiri yang bisa diadakan oleh semua teman. Simak juga konten behind the scene
pembuatan serial DOMIKADO dan episode spesial lainnya di Youtube yang tayang
setiap akhir pekan.
DOMIKADO merupakan serial terbaru produksi Visinema Studios persembahan duo
kreator Anggia Kharisma dan Ryan Adriandhy yang menjadi program edutainment yang
siap menyapa anak-anak dan keluarga Indonesia lewat karakter-karakternya. Sudah
tayang untuk musim pertama sampai dengan 24 episode, karakter Astrobek, Bea, Beo,
Cricket, Cis-Cis dan Odi akan berbagi keceriaan, informasi, dan hiburan yang bisa
menjadi ruang diskusi edukatif untuk keluarga Indonesia.
DOMIKADO sudah merilis enam klip musik; “Tangga Nada”, “Rayap”, “Cita-Cita”,
“Gempa Bumi”, “Jangan Takut Dokter”, dan “Garis Batas Tubuh” yang bisa diakses di
YouTube dan juga platform musik digital seperti Spotify, Resso, Langit Musik, Trebel, YouTube Music dan Apple Music. Ikuti juga akun @domikado_id di Instagram untuk
update terkini dan giveaway menarik.
Episode terbaru DOMIKADO kini tayang setiap Sabtu jam 09.00 WIB di kanal YouTube
dan YouTube Kids DOMIKADO_ID.(red)





