trenddjakarta.com, Jember, 13 Juli 2023 – Setelah sukses diadakan di TanjungPinang, Surabaya, Malang, Kediri, dan Solo, Bioskop Online juga mengadakan roadshow film Pesantren di Jember, Jawa Timur, yang
dikenal sebagai salah satu kota santri di Pulau Jawa. Acara ini diselenggarakan pada hari Kamis, 13 Juli 2023, di Aula Sutan Takdir Alisyahbana, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Negeri Jember.
Roadshow film Pesantren di Jember ini dilakukan berkolaborasi dengan program Bioskop Malam Jumat, yang merupakan bagian dari Dewan Kesenian Kampus Universitas Jember. Masih sama seperti roadshow-roadshow sebelumnya, kali ini juga berupa pemutaran spesial film Pesantren yang dilanjutkan dengan diskusi film Pesantren.
Ni Luh Ayu Sukmawati, dosen dari Program Studi Televisi dan Film di Universitas Jember, yang berfokus pada mata kuliah Kapita Selekta: Kritik Film, akan menghadiri kegiatan roadshow ini. Keahlian dan wawasan Sukmawati ikut memberikan warna mengenai diskusi ini, meningkatkan pemahaman dan apresiasi penonton terhadap film Pesantren.
“Film pesantren menjadi salah satu film yang sangat inspiratif terutama untuk para santriwati, karena di film pesantren ini tidak hanya mengulas tentang kesetaraan gender, tapi bagaimana tentang eksistensi seorang santriwati untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi. Itu sangat didukung oleh teman-teman dan juga lingkungan sekitarnya. Kemudian yang menariknya lagi adalah bagaimana kesederhanaan, bagaimana para santri di sana memiliki sifat yang sangat kekeluargaan, kemudian sangat komunal, bagaimana cara mereka makan, mengaji bareng-bareng. Itu menjadi hal yang menarik, bukan hanya belajar soal agama di pesantren tapi disana ada nilai- nilai yang sangat Indonesia,” ungkap Ni Luh Ayu Sukmawati.
Selain itu, Hanna Humaira selaku Produser Bioskop Online, dan Dika Himmawan selaku salah satu pemain dari film Pesantren, akan hadir secara virtual. Kehadiran Hanna Humaira akan lebih menekankan komitmen Bioskop Online untuk menayangkan film Pesantren dan mendukung pengalaman sinematik yang berkesan.
“Bioskop Online berkomitmen untuk menyajikan film pilihan terbaik yang bisa dinikmati khalayak banyak. Film Pesantren berisikan kehidupan santri yang ternyata seru. Mereka bukan cuma belajar mengaji saja, banyak hal lain yang juga diajarkan dan semua terjadi dalam lingkungan yang menyejukkan dan ada kalanya menghibur. Sebuah paket lengkap untuk memberikan sebuah sudut pandang baru yang mendobrak stigma-stigma tentang kehidupan santri di dalam pondok. Karena hal-hal menarik itu lah, yang membuat Bioskop Online menayangkan film ini. Ditambah lagi film ini memang sudah lama ditunggu penayangannya, disertai dengan pencapaian seperti pernah terpilih di festival internasional. Hingga kini pun,
animo penonton terlihat tinggi terutama dari kota-kota di Jawa, dan itu juga yang menjadi
alasan kami untuk menghadirkan roadshow kali ini di Kota Jember,” ungkap Hanna Humaira.
Melanjutkan yang diucapkan oleh Hanna Humaira, Dika Himmawan sebagai salah satu pemain di film Pesantren ikut berkomentar tentang film tersebut. “Memang betul bahwa film ini ibaratnya memberikan gambaran yang baru. Selama ini mungkin kebanyakan orang mengira kalau santri itu hanya mengaji dan mengaji. Padahal ya kami juga belajar berkesenian, berpikir kritis, termasuk kesetaraan gender dan engga lupa menjalani hidup penuh rasa syukur dan banyak canda tawa,” ujarnya.
Film Pesantren sendiri telah meraih pengakuan yang signifikan, salah satunya masuk dalam International Documentary Film Festival Amsterdam (IDFA) 2019, festival film dokumenter terbesar dan paling bergengsi di dunia. Film ini juga berkompetisi di XXI Asiatica Film Festival pada tahun 2020, yang semakin memperkuat pengakuan film ini di industri perfilman.
Disutradarai oleh Shalahuddin Siregar, film Pesantren mengangkat kehidupan unik di Pondok Kebon Jambu Al-Islamy di Cirebon. Pesantren ini dipimpin oleh seorang perempuan luar biasa bernama Hj. Masriyah Amva.
Film ini juga mengungkapkan berbagai hal yang dipelajari oleh para santri di sana. Para santri diajarkan untuk berpikir kritis, mendukung kesetaraan gender, dan menghargai keberagaman. Penggambaran bahwa laki-laki juga bisa memiliki perasaan yang mendalam, dan perempuan mampu menjadi pemimpin dan mengejar mimpi dengan ketangguhan, menjadikan film ini berhasil menghadirkan kehidupan di dalam pesantren dari sudut pandang yang berbeda.
Saat ini film Pesantren tayang terbatas hanya hingga 23 Juli 2023 di Bioskop Online. Bagi yang belum menyaksikan, jangan sampai melewatkan penayangannya dan meresapi dokumenter yang dapat memberikan pandangan baru tentang kehidupan di dalam pesantren. Penonton bisa membeli tiket film Pesantren seharga Rp 15.000,-. Dengan membeli tiket film Pesantren, penonton juga ikut berbagi, karena sebagian dari setiap pembelian tiket akan didonasikan ke Rumah Zakat. Donasi akan disalurkan dalam rangka membantu pesantren dan santri di desa berdaya binaan Rumah Zakat. Selain itu, donasi juga bisa dilakukan secara
langsung melalui bit.ly/pesantrendonasi.
Dapatkan tiket nonton nya melalui situs www.bioskoponline.com dan melalui aplikasi Bioskop Online, yang dapat diunduh lewat Google Play Store dan App Store.(red)






