Hari Kedua Synchronize Festival 2023 Ramai Tanpa Jeda dari Petang hingga Silam

trenddjakarta.com, Jakarta, 2 September 2023 – Antrean panjang di pintu masuk festival sekitar pukul 2 siang menunjukkan para pengunjung begitu antusias untuk segera berada di Synchronize Festival
Bhinneka Tunggal Musik hari kedua.
Udara panas tak sedikit pun mengurangi kegembiraan yang dimulai dari aksi Shaggydog untuk membuka festival secara keseluruhan. Keseruan pertama yang tercipta Reality Club mengajak satu penonton ke panggung untuk mengiringi gitar lagu “Is It The Answer?”.
Pengunjung juga digiring ke panggung Dynamic untuk menyaksikan D’MASIV yang perdana
manggung di Synchronize. Rian cs membuka aksi dengan “Rindu Setengah Mati”, “Semakin” dan sing along yang keras untuk lagu “Natural”, maupun “Cinta Ini Membunuhku”.

Selalu menarik untuk menyaksikan festival musik dengan band yang enggak itu melulu.
Synchronize memberi kesempatan band asal Makassar Theory of Discoustic atau disingkat T.O.D unjuk gigi di panggung Forest. Aksi mereka terbilang singkat dengan mengandalkan berbagai instrumen yang mengusik ditambah lirik berbahasa daerah yang orang umum tak langsung paham tetapi sangat mengesankan.
It’s not just a festival. It’s a movement tetap menjadi slogan yang utuh. Di mana Synchronize tahun ini menghadirkan panggung yang spesial, yaitu Panggung Getar buah kolaborasi dengan Kobra Musik.

Dado Darmawan selaku founder Kobra Musik mengatakan, panggung ini merupakan jalinan kasih terhadap musisi-musisi orkes yang disambut baik oleh Synchronize sebagai lembaga pertunjukan musik yang bergairah.
“Synchronize melihat potensi orkes dan juga teman-teman yang tumbuh kembang untuk
didorong, diberikan vitamin, asupan gizi melalui panggung. Nah, Panggung Getar ini realisasi sebuah hubungan. Mereka yang tampil berasal dari Sumatera Barat hingga Karawang Timur,” ungkap Dado.

Meski orkes identik dengan gerobak tarik, Panggung Getar ini berbeda dengan set yang malah dihiasi truk gandeng. “Harapannya narik, ditarik, dan tertarik. Kebetulan posisinya (set panggung) lumayan strategis. Dekat dengan panggung utama. Mereka bubar, gue cegat, mau ke mana lo?,” canda Dado.
Masih sore, booth DJ Kaleng Kerupuk di Synchronize sudah dibanjiri penonton untuk
menyaksikan Reza on Deck. Lagu-lagu hit Indonesia seperti “Untitled” milik MALIQ & D’Essentials, “Air Dan Api” NAIF, serta “Aku Cinta Kau dan Dia” Ahmad Band berkumandang di area ini.

Synchronize hari kedua juga dimeriahkan Doel Sumbang yang baru pertama kali manggung di
festival ini. Band pendukungnya memainkan alat musik khas sunda seperti angklung dan
kendang. Lagu-lagu seperti “Ai”, “Linu”, dan “Kali Merah Athena” masuk ke daftar.
Dari sekian nama yang masuk ke rundown, terdapat pertunjukan yang wajib ditonton dalam perhelatan Synchronize, yaitu God Bless 50 Tahun dan Konser Petualangan Sherina di panggung yang sama secara bergantian.

Panggung God Bless 50 Tahun merupakan pertunjukan yang spesial dengan hadirnya kolaborator band atau musisi seperti Kelompok Penerbang Roket, Barasuara, Scaller, Iksan Skuter, Soegi Bornean, Isyana Sarasvati, Ardhito Pramono. Mereka mendapat giliran untuk membawakan lagulagu God Bless dari mulai “Setan Tertawa”, “Musisi” hingga “Kehidupan”.

Di akhir set panggung, Achmad Albar dkk sang pemilik lagu-lagu tersebut baru lah muncul untuk menutup perayaan 5 dekade ini dengan “Ogut Suping”, “Semut Hitam”, dan “Rumah Kita”. Beralih ke momen spesial yang selanjutnya, Konser Petualangan Sherina. Tirai panggung dibuka perlahan untuk menampilkan cuplikan film Petualangan Sherina yang perdana rilis tahun 2000
sambil diiringi band. Di antara lagu yang berkumandang di konser ini “Persahabatan”, “Lihatlah Lebih Dekat” oleh Yura Yunita, dan “Bintang-Bintang” oleh Isyana Sarasvati.

Usai menampilkan segala atraksi yang memunculkan nostalgia, tiba-tiba kejutan datang dari pemeran utama film ini. Sherina Munaf dan Derby Romero menyapa penonton dan
membawakan original soundtrack film Petualangan Sherina 2 “Mengenang Bintang” dan lagu “Jagoan” dari OST Petualangan Sherina 1.

Selesai bernostalgia untuk menyambut fase baru Sherina, giliran Melly Goeslaw yang mengambil alih panggung. Set panggung yang luar biasa tercipta di sini, artistik hingga lagu-lagu dimainkan dengan mengajak Anda Perdana, BBB, dan Eric Erlangga sebagai kolaborator.
“Umur saya tahun depan 50. Masak goyangannya kalah sama saya,” kata Melly memberi
sambutan. Setelah membawakan lagu “Gantung”, pertunjukan dilanjutkan dengan “Ku Bahagia”,
“Ada Apa Dengan Cinta”, dan “Tentang Seseorang”.

Di antara banyaknya penampil, Tigapagi yang mendapat jatah tampil mengisi panggung XYZ
terbukti dinanti. Penonton yang memadati area, sebagian duduk dan sebagian lagi berdiri. Menariknya, para personel Tigapagi tampil menggunakan kaos band keras seperti Cannibal Corpse, Burzum, Misfits, dan Alice In Chains. Raut wajah para penonton menunjukkan, bahwa mereka terhipnotis dengan penampilan band asal Bandung satu ini. “Setelah 4 tahunan gak manggung, akhirnya kita manggung lagi,” kata Sigit Pramudita yang juga menyapa Ade Paloh SORE di barisan penonton.

Nasionalisme juga tercipta di perhelatan Synchronize dengan kehadiran Cokelat & Karma Dara Orchestra. Dengan pakaian serba hitam, Cokelat tampil membawa konsep baru orkestra. Lagulagu hit mereka terdengar lebih megah saat lagu “Jauh” berkumandang. “Gak pernah liat Cokelat serame ini di panggung,” ucap Kikan sebelum memperkenalkan personel Karma Dara Orchestra.

Selain perdana bagi D’MASIV, perhelatan kali ini juga Synchronize perdana bagi Opick yang
membawakan sejumlah lagu antara lain “Assalamualaikum” dan “Allah Allah Hu Allah”. Sebelum itu, .Feast & Company yang mengisi panggung Lake juga menyita perhatian. Band yang dikawal Baskara Putra (Hindia) ini menggaet banyak sekali kolaborator.

Menjelang pukul 11 malam, Bunga Citra Lestari yang perdana manggung di Synchronize sempat mengajak drummer Ray Prasetya berduet membawakan lagu “Aku Dan Dirimu”.
Hari kedua Synchronize turut menampilkan band asal Bogor yang rajin mengisi berbagai festival musik adalah The Jansen. Mereka yang tahun lalu manggung di XYZ Stage, kini berbagi panggung dengan BCL di panggung Lake. Latisha Adjani dari Slut Machine Gun ambil bagian untuk lagu berjudul “Jekjon”.

Selain itu, The Jansen mengundang vokalis The Kuda, Adipati untuk menyanyikan lagu cover “Fascist Cop” band punk asal Belgia, The Kids, serta Dennis Ferdinand untuk mengisi gitar di lagu “Dua Bilah Mata Pedang”. Semangat kota asal mereka pun terpampang di layar panggung, “Thx We’re From Bogor” menjadi penutup yang larut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *