trenddjakarta.com – Sebagai negara kepulauan, moda transportasi laut memiliki peran vital bagi perekonomian di Indonesia. Seperti distribusi angkutan logistik, industri pertambangan, kegiatan ekonomi lainnya. Serta mendukung mobilitas masyarakat. BPH Migas senantiasa mendukung peningkatan pelayanan moda transportasi laut. Seperti pasokan BBM yang lancar, serta cadangan operasional yang mencukupi.
“Pengelolaan Pelabuhan Merak dan Bakauheni sangat baik. Dari sisi suplai BBM, tidak ada kendala, semua berjalan lancar. Perlu di pertimbangkan agar fasilitas cadangan operasional di Pelabuhan Merak di tingkatkan,” ungkap Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Saleh Abdurrahman. Dalam kunjungan ke Pelabuhan Merak & Bakauheni yang di kelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry, Selasa (26/12/2023). Kunjungan ini untuk memastikan pasokan & distribusi BBM selama Hari Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru).
“Kapal yang merupakan sarana utama pengangkutan transportasi laut tentunya memerlukan BBM untuk mesin penggerak yang harus tersedia. Apalagi, Pelabuhan Merak merupakan Pelabuhan penyeberangan terbesar di Indonesia. Apabila terjadi gangguan, maka dampaknya sangat besar,” kata Saleh.
Anggota BPH Migas Eman Salman Arief, memastikan pasokan distribusi BBM selama Nataru di Pelabuhan Merak dan Bakauheni dalam kondisi aman. “Sesuai hasil pemantauan dan diskusi. ASDP telah menyiapkannya dengan baik. Dari sisi BBM maupun sumber daya manusia. Ini merupakan sinergi yang baik antara sektor energi dan sektor perhubungan,” tutur Eman.
Puncak arus mudik Nataru di Pelabuhan Merak terjadi tanggal 24 Desember 2023. Dan arus balik di perkirakan tanggal 2 hingga 4 Januari 2024. BPH Migas terus memonitor ketersediaan BBM selama Nataru. Baik untuk angkutan darat, laut dan udara agar berjalan lancar.
“Kami yakin selama periode Nataru ini, pasokan dan distribusi BBM berjalan baik. Kita doakan semua masyarakat pengguna kapal penyeberangan ini dapat merasakan kebahagiaan selama Nataru dan tentunya dalam keadaan sehat,” imbuhnya.
Sementara GM ASDP Bakauheni Kapten Rudi Sunarko mengemukakan, pasokan BBM selama Nataru tidak mengalami kendala. Sehingga pihaknya mampu melayani jumlah penumpang yang meningkat 30% di bandingkan tahun 2022. Untuk kebutuhan BBM, peningkatannya sekitar 5%.
ASDP mengapresiasi dukungan berbagai pihak. Sehingga kegiatan transportasi laut di pelabuhan dapat berjalan lancar. “Semua ini berkat dukungan berbagai pihak. Khususnya BPH Migas dan Pertamina dalam penyaluran BBM. Operasional kami sejauh ini berjalan lancar, aman, tertib dan terkendali,” kata Rudi.
Hal senada juga di sampaikan Manajer Usaha Aneka Jasa dan Kerja Sama ASDP Bakauheni Eko Yulianto. Untuk mengantisipasi terjadinya gangguan dalam penyaluran BBM. Pihaknya bersama PT Pertamina menyusun skenario untuk mendukung pendistribusian BBM hingga ke pelabuhan.
“Kami telah menyiapkan segala skenario untuk kelancaran pengiriman BBM sampai pada posisi di terminal BBM Pelabuhan. Selanjutnya kami salurkan ke kapal-kapal sesuai dengan kebutuhan yang telah di tentukan. Sehingga operasional kami berjalan lancar dan aman,” ujar Eko di dampingi Nahkoda Kapal KMP Sebuku Dwi.
Pelabuhan Merak memiliki 63 armada yang beroperasi. Yaitu 6 kapal eksekutif dan sisanya kapal reguler. Kapasitas kapal pada Nataru tahun 2023 sebesar 32.584 kendaraan kecil. Naik 10% di bandingkan tahun sebelumnya.
Kunjungan lapangan
Dalam kunjungan ke Lampung, BPH Migas melakukan monitoring ke SPBU 49A di ruas tol Lampung. Pasokan dan distribusi BBM di SPBU tersebut berjalan baik, tidak terdapat antrean. Sebagai upaya mitigasi, Pertamina telah menyiapkan mobile storage. Serta motoris untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM.
Hadir dalam kegiatan ini, SAM Pertamina Patra Niaga wilayah Lampung Bagus Handoko. SBM Bandar Lampung, Lampung Selatan. Pesawaran Parrama Ramadhan Amyjaya, SBM Metro, Lampung Tengah. Lampung Timur Risal Arsyad. Serta SBM Lampung Barat, Pesisir Barat dan Tanggamus, Reza.(***)







