trenddjakarta.com.Jakarta, 23 Februari 2024, Apa artinya pulang? Itulah pertanyaan yang berusaha di jawab Matter Mos di karya terbarunya. Di produseri Matter Mos dan Dipha Barus serta di rilis oleh Pon Your Tone ke platform-platform musik digital pada 23 Februari 2024. “Pulang (apa yang kau cari)” menandakan kembali berfokusnya artis hip-hop asal Jakarta tersebut ke karier solonya. Setelah mengisi beberapa tahun terakhir di berbagai kolaborasi dan proyek bersama seper& Punokawan, Gold Plate Pipers dan SpydeeMa8er.
Dengan kocokan gitar akuistik sebagai pengiring lirik sarat makna dan permainan kata yang telah menjadikannya kolaborator andalan bagi Hindia. Pamungkas dan masih banyak lagi, “Pulang (apa yang kau cari)” menjadi bukti dari semakin matangnya musikalitas rapper bernama asli Fadhil ini. “Ini lagu yang menggambarkan pulang dari beberapa aspek. Ada beberapa makna yang gue harap bisa di dapatkan orang. Entah itu pulang ke dirinya sendiri atau pulang ke rumah,” kata Matter Mos yang di masing-masing bait menjabarkan konsep pulang sebagai konflik bathin. Hubungan dengan Tuhan, proses sebagai seniman serta konsekuensi pilihan hidup. “Jadi apa pun yang di anggap rumah, ya itulah rumah buat lo.”
Ada dua inspirasi utama di balik “Pulang (apa yang kau cari)” yang liriknya di tulis Matter Mos setelah diskusi dengan sahabatnya, Resha Savero. Yang pertama adalah percakapan dengan abangnya ketika Matter Mos memutuskan pindah ke Bali untuk berkarya dan berkontemplasi selama enam bulan di masa pandemi. “Abang gue enggak suka, kayak, ‘Kok lo meninggalkan gue?’ Terus dia menyalami gue dan bilang. ‘Semoga dapat apa yang lo cari,’ secara sarkasis,” kenang Matter Mos. “Ya sudah, gue jadikan lagu. Yang gue cari dan gue dapatkan adalah lagu seperti ini.”
Yang kedua adalah “4.21”, sebuah tembang karya Jason Ran & yang di produseri Fajar Merah. Karena lagu tersebut cuma tersedia di YouTube. Maka Matter Mos pertama kali menyimaknya dalam bentuk video klip yang menggambarkan perjalanan Farid Stevy. Saat musisi dan seniman asal Yogyakarta tersebut berziarah bersama ayah dan putrinya ke makam almarhum kakeknya. Yang baru di temukan setelah puluhan tahun. “Teman baik gue, Jovian Fraaijie, bilang, ‘Lo harus nonton ini,’ ” kata Matter Mos. “Video klipnya memukau dan pas gue dengar, gue langsung kayak, ‘Gue harus sample lagu ini.’ Biarpun enggak dapat izin dari Ranti, eksistensi lagu
ini menurut gue segitu gilanya.”
Jason Ranti memberi izin dan dalam prosesnya Matter Mos bisa lebih dekat dengan seseorang yang selama ini sebatas di kaguminya dari jauh. “Rasanya filosofis banget bisa berbincang sama orang yang hidupnya adalah seni. Enggak ada yang berani setelanjang itu di musik dan itu salah satu faktor terbesar yang bikin gue cinta sama ini orang,” katanya.
Tema “Pulang (apa yang kau cari)” juga di rangkum dalam foto sampul karya Raka Syahreza yang menampilkan Matter Mos sedang duduk sebelah cermin di bak truk pikap yang melenggang di Jl. Raya Kalimalang, Jakarta Timur. “Gue dan Raka anak Timur. Dia seorang perantau yang pas dengar lagunya langsung paham dan punya ide gila dengan logis yang ternyata susah banget,tapi gue bahagia banget sama hasilnya,” kata Matter Mos.
“Kalau lurus lagi, itu jalan pulang kampung ke Bekasi, Bandung atau Yogyakarta. Atau kayak gue habis balik dari Jakarta Selatan.” “Pulang (apa yang kau cari)” juga menandakan pulangnya Matter Mos ke Pon Your Tone. Label rekaman yang sempat menjadi rumahnya hingga ia memutuskan keluar di awal 2020. Untuk mengerjakan Pronoia, album solo perdananya yang di rilis di tahun 2021, secara mandiri. Pihak Pon Your Tone pula yang meyakinkan Matter Mos untuk menggarap dan merilis ““Pulang (apa yang kau cari)” duluan di antara sejumlah lagu demo yang ada. “Tadinya gue takut banget kerjakan lagu ini, karena gue tahu ini lagu berat,” kata Matter Mos. “Tapi itu keputusan terbaik dan ini lagu terbaik yang pernah gue bikin sejauh ini. Gue ada di sebuah label dengan manajer yang peduli sama gue dan mau mendorong gue untuk menjadi versi terbaik dari diri gue.”
(***)





